Bursa Rektor Unri Bergejolak, Lima Kandidat Kuat Mulai Benturkan Visi Kampus Masa Depan
Ilustrasi lima kandidat rektor Universitas Riau 2026-2030. Foto: SM News/Created by AI
RIAU, SabangMerauke News - Bursa pemilihan Rektor Universitas Riau periode 2026-2030 mulai bergemuruh. Lima kandidat resmi mendaftar membawa mimpi besar, strategi kampus modern, hingga dukungan tokoh penting Riau. Kampus Biru mendadak berubah seperti arena adu gagasan penuh manuver akademik dan aroma persaingan panjang.
Ketua Panitia Seleksi Pemilihan Rektor Universitas Riau, Prof Rasuli, memastikan penjaringan resmi ditutup pukul 16.00 WIB. Panitia mencatat lima nama yang masuk bursa pemilihan rektor setelah pendaftaran dibuka sejak 4 Mei 2026.
Seleksi administrasi dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 13 Mei 2026, sebelum tahapan berikutnya dimulai. “Baru lima mendaftar,” kata Rasuli, Selasa, 12 Mei 2026.
Kelima kandidat berasal dari latar fakultas dan pengalaman kepemimpinan yang berbeda di lingkungan Universitas Riau. Mereka membawa konsep kampus unggul, internasionalisasi, penguatan riset, hingga pembangunan ekonomi kampus mandiri.
Nama-nama tersebut langsung menjadi perbincangan hangat kalangan dosen, mahasiswa, alumni, hingga tokoh masyarakat Riau. “Nama bakal calon rektor sesuai urutan pendaftaran sudah lengkap masuk seluruhnya,” ujar Prof Rasuli.
Panitia menetapkan penyampaian visi dan misi berlangsung pada Selasa, 8 Juli 2026 mendatang. Tahapan penyaringan bakal calon dilakukan pada hari yang sama sebelum pemilihan resmi berlangsung pada 5 Agustus 2026. Rektor terpilih nantinya dijadwalkan dilantik pada 20 Desember 2026 mendatang.
Prof Jimmi Copriady: Modal Pengalaman Panjang
Prof Dr Jimmi Copriady MSi menjadi salah satu kandidat paling ramai diperbincangkan dalam kontestasi pemilihan rektor tahun ini. Rekam jejak panjangnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menjadi modal kuat untuk memasuki pertarungan kampus tersebut. Dukungan senior kampus juga terus mengalir sejak pendaftaran dilakukan pada Kamis, 7 Mei 2026.
Mantan Dekan FKIP Universitas Riau, Prof Dr H Isjoni MSi, menilai Prof Jimmi memiliki pengalaman lengkap memimpin organisasi kampus. Kariernya dimulai dari bawah hingga dipercaya menjabat sebagai Dekan FKIP Universitas Riau dalam beberapa periode kepemimpinan.
Pengalaman itu dinilai menjadi modal penting untuk memimpin kampus besar seperti Universitas Riau. “Dengan rekam jejak tersebut, beliau sudah layak memimpin universitas sebagai rektor,” ujar Isjoni.
Jimmi dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan dan pengabdian masyarakat di Provinsi Riau selama bertahun-tahun. Ia pernah menjabat Ketua Program Pendidikan dan Latihan Profesi Guru Provinsi Riau serta Ketua ADI Riau.
Lulusan Universitas Padjadjaran dan University Kebangsaan Malaysia tersebut juga membawa visi kolaborasi lintas fakultas untuk memperkuat kampus. “Kolaborasi seluruh komponen kampus menjadi modal penting membangun Unri unggul dan bermartabat,” kata Jimmi.
Dr Mexsasai Indra: Estafet Kepemimpinan
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Riau, Dr Mexsasai Indra SH MH, juga resmi masuk bursa pemilihan rektor. Kedatangannya ke sekretariat pemilihan disambut oleh sejumlah pimpinan universitas dan dosen lintas fakultas pada Jumat, 8 Mei 2026. Nama Mexsasai langsung menarik perhatian karena posisinya saat ini berada dalam lingkup pimpinan kampus.
Mexsasai menilai pembangunan kampus tidak boleh terputus akibat pergantian kepemimpinan yang terlalu drastis. Ia ingin melanjutkan program-program strategis masa kepemimpinan rektor sebelumnya demi menjaga kesinambungan pembangunan kampus.
Fokus utama diarahkan pada sinkronisasi kebijakan universitas dengan program nasional pendidikan tinggi. “Pembangunan kampus harus melalui estafet kepemimpinan berkelanjutan,” ujar Mexsasai Indra.
Pengalaman birokrasi kampus juga menjadi kekuatan utama kandidat berlatar Fakultas Hukum tersebut dalam kontestasi pemilihan rektor. Ia pernah menjabat sekretaris program magister, wakil dekan, dekan Fakultas Hukum, hingga wakil rektor akademik.
Pengalaman panjang itu membuat namanya mulai diperhitungkan dalam persaingan menuju kursi rektor. “Pengembangan Unri harus sejalan dengan kebijakan Kemendiktisaintek dan kebutuhan masyarakat,” kata Mexsasai.
Prof Firdaus: Bersama Tokoh Besar Riau
Pendaftaran Prof Dr H Firdaus SH MH menjadi salah satu momentum paling mencolok selama penjaringan kandidat rektor berlangsung. Belasan tokoh adat, ulama, akademisi, hingga mantan gubernur ikut mengantar pencalonannya menuju sekretariat pemilihan rektor. Suasana pendaftaran mendadak terasa seperti iring-iringan politik menuju pertarungan besar kampus.
Tokoh masyarakat yang hadir di antaranya Brigjen TNI Purn H Saleh Djasit SH dan Wan Thamrin Hasyim. Hadir juga jajaran LAMR Provinsi Riau, MUI Riau, akademisi senior, hingga tokoh pemuda dari berbagai organisasi daerah. Dukungan besar tersebut memperlihatkan kuatnya jaringan sosial dan budaya kandidat tersebut di Provinsi Riau. “Secara bobot dia sudah memenuhi syarat memimpin Universitas Riau,” ujar Saleh Djasit.
Firdaus membawa konsep “Catur Mandiri Berdampak Global” dalam visi pembangunan Universitas Riau periode mendatang. Program itu fokus pada pendidikan, riset, tata kelola modern, serta penguatan ekonomi kampus berbasis aset produktif.
Ia juga menargetkan Universitas Riau masuk jajaran World Class University dalam beberapa tahun mendatang. “Unri harus mandiri dan memiliki dampak global menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Firdaus.
Prof Ahmad Fadli: Kampus Berkelas Dunia
Dekan Fakultas Teknik Universitas Riau, Prof Ahmad Fadli ST MT PhD, ikut meramaikan kontestasi pemilihan rektor tahun ini. Ia membawa gagasan transformasi kampus modern berbasis teknologi dan integrasi kecerdasan buatan dalam tata kelola universitas. Fokus utamanya mengangkat reputasi akademik Universitas Riau ke level internasional.
Menurut Ahmad Fadli, perguruan tinggi saat ini tidak cukup sekadar menghasilkan lulusan sarjana setiap tahunnya. Kampus harus mampu menjadi pusat inovasi, pengembangan teknologi, serta penghasil riset berdampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
Karena itu, ia menyiapkan delapan arah kebijakan strategis untuk membangun Universitas Riau menjadi lebih kompetitif. “Peningkatan kualitas SDM akademik menjadi kunci daya saing internasional universitas,” ujar Ahmad Fadli.
Program digitalisasi kampus menjadi salah satu gagasan paling menarik dalam konsep pembangunan yang dibawanya tahun ini. Sistem Smart and Integrated University disiapkan guna menciptakan pelayanan kampus berbasis data dan teknologi modern.
Pengembangan AI juga akan diterapkan dalam tata kelola akademik serta pelayanan mahasiswa. “Riset kampus harus menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial nyata bagi masyarakat,” katanya.
Prof Elfizar: Kembalikan Marwah Kampus Biru
Prof Dr Elfizar SSi MKom menjadi kandidat kelima yang resmi mendaftar dalam penjaringan bakal calon rektor Universitas Riau. Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FMIPA tersebut datang membawa optimisme besar untuk membangun kembali kejayaan Kampus Biru. Ia menilai Universitas Riau harus kembali menjadi kampus unggulan di Sumatera.
Menurut Elfizar, pembenahan tata kelola kampus menjadi pekerjaan paling mendesak dalam beberapa tahun mendatang. Pelayanan terhadap dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan harus dibenahi agar lebih profesional dan modern.
Penguatan kerja sama dengan pemerintah daerah serta alumni juga menjadi fokus utama pencalonannya. “Sebagai anak kandung Unri, ada panggilan moral untuk membesarkan kembali kampus ini,” ujar Elfizar.
Ia juga menilai jaringan alumni Universitas Riau memiliki kekuatan besar untuk mendorong perkembangan universitas ke depan. Potensi alumni dinilai dapat membantu pengembangan akademik, kerja sama industri, hingga pembiayaan program strategis kampus.
Karena itu, hubungan alumni dan universitas akan diperkuat selama kepemimpinannya nanti. “Alumni memiliki jaringan besar dan harus menjadi kekuatan bersama kampus,” kata Elfizar.
Persaingan menuju kursi Rektor Universitas Riau periode 2026-2030 diperkirakan semakin panas dalam beberapa bulan mendatang. Adu gagasan mulai bergerak dari ruang akademik menuju ruang publik dan perhatian masyarakat luas di Riau. Kampus Biru kini sedang mencari nahkoda baru untuk menghadapi gelombang perubahan pendidikan tinggi masa depan. R-02

