La Liga Spanyol
Gol Telat Stuani Bikin Stadion Vallecas Membeku, Rayo Gagal Menang Tragis
Selebrasi penyerang Girona, Cristhian Stuani, usai membobol gawang Rayo Vallecano pada laga La Liga Spanyol pekan ke-35 di Estadio de Vallecas, Selasa dini hari, 12 Mei 2026. (AFP)
SPANYOL, SabangMerauke News - Rayo Vallecano gagal mengunci kemenangan penting setelah Girona mencuri gol telat pada Selasa, 12 Mei 2026 dini hari WIB. Duel pekan ke-35 La Liga di Estadio de Vallecas, Madrid, berakhir dramatis dengan skor 1-1, penuh ketegangan. Gol veteran Cristhian Stuani pada menit akhir membuat publik tuan rumah pulang dengan wajah murung dan napas berat.
Malam itu sebenarnya terasa seperti panggung sempurna bagi Rayo Vallecano untuk menjaga mimpi menuju kompetisi Eropa musim depan. Stadion Vallecas dipenuhi harapan ketika pasukan Inigo Perez tampil percaya diri sejak menit pertama pertandingan berlangsung panas. Girona datang membawa tekanan besar akibat ancaman degradasi yang terus membayangi langkah mereka musim ini.
Babak pertama berjalan seperti duel dua petinju lelah yang saling membaca gerakan tanpa berani membuka pertahanan terlalu cepat. Bola lebih banyak berkeliaran di tengah lapangan, sambil kedua tim bermain hati-hati, menjaga ritme pertandingan tetap stabil. Namun, ketegangan mulai terasa ketika Joel Roca memperoleh peluang emas pada menit ke-19 pertandingan.
Pemain muda Girona tersebut melepaskan ancaman berbahaya yang memaksa Augusto Batalla bekerja keras menjaga gawang Rayo tetap aman. Momen itu seperti membangunkan tempo pertandingan yang sebelumnya berjalan lambat dan penuh kalkulasi antara kedua tim. Rayo kemudian mulai menaikkan intensitas serangan sambil memanfaatkan dukungan keras suporter tuan rumah.
Girona bertahan cukup disiplin meski tekanan perlahan datang dari sisi kanan serangan Rayo sepanjang pertandingan berjalan sengit malam itu. Unai López dan Óscar Valentín beberapa kali mencoba mengalirkan bola cepat demi membongkar pertahanan rapat tim tamu. Namun, hingga turun minum, kedua tim tetap gagal menciptakan gol pembuka yang dinanti penonton.
Drama besar mulai muncul pada menit ke-56 ketika wasit menunjuk titik penalti untuk Girona setelah situasi handball terjadi. Oscar Valentín dianggap menyentuh bola dengan tangan di area terlarang sehingga pemain Girona langsung menyambut keputusan tersebut dengan penuh semangat. Suporter Rayo langsung bergemuruh marah sambil memenuhi stadion dengan siulan panjang.
VAR kemudian mengambil alih panggung dan membuat seluruh stadion menunggu keputusan penuh ketegangan selama beberapa menit. Setelah memeriksa tayangan ulang cukup lama, wasit akhirnya membatalkan hadiah penalti untuk Girona malam itu juga. Keputusan tersebut membuat Stadion Vallecas kembali meledak, sementara pemain Girona terlihat frustrasi berat.
Momen VAR itu mengubah ritme pertandingan menjadi lebih panas dan emosional dibandingkan dengan sebelumnya sepanjang laga berjalan pada malam tersebut. Rayo mulai bermain lebih agresif sambil menekan pertahanan Girona tanpa memberi ruang bernapas yang cukup panjang. Iñigo Pérez kemudian mengambil keputusan penting yang nantinya hampir membawa kemenangan bagi timnya.
Pelatih Rayo memasukkan Alexandre Alemao menggantikan Fran Perez pada menit ke-58. Pertandingan berlangsung cukup ketat malam itu. Pergantian tersebut terlihat sederhana, namun akhirnya menjadi sumber ledakan besar di dalam Stadion Vallecas beberapa menit kemudian. Alemao langsung bergerak aktif mencari ruang sambil memberi tekanan pada jantung pertahanan Girona.
Rayo terus mencoba membangun serangan dari sisi lapangan sambil memanfaatkan kecepatan Jorge de Frutos dan Pep Chavarria. Girona beberapa kali terlihat kewalahan menghadapi tekanan cepat yang datang bergelombang menuju area pertahanan mereka sepanjang babak kedua. Paulo Gazzaniga dipaksa melakukan beberapa penyelamatan penting demi menjaga skor tetap imbang.
Ketika pertandingan tampak berjalan menuju hasil tanpa gol, Vallecas akhirnya berguncang pada menit ke-86, laga berlangsung dramatis. Unai López mengirim umpan matang menuju kotak penalti sebelum disambut Alemao dengan penyelesaian cukup tenang dan akurat. Bola meluncur ke gawang Girona dan membuat stadion meledak dalam kegembiraan luar biasa.
Alemao langsung berlari menuju tribun sambil merayakan gol penuh emosi bersama rekan-rekan setimnya di lapangan malam itu. Penyerang asal Brasil tersebut tampak seperti pahlawan baru yang membawa Rayo semakin dekat menuju kemenangan penting musim ini. Suporter mulai bernyanyi keras karena tiga poin sudah terlihat di depan mata.
“Saya merasa tim pantas menang karena tampil sangat baik sepanjang pertandingan malam ini,” ujar Alexandre Alemao, penyerang Rayo Vallecano. “Sayangnya, detail kecil pada sepak pojok akhir pertandingan menghukum kerja keras kami,” lanjut pemain asal Brasil tersebut.
Namun, sepak bola Spanyol sering terasa seperti cerita gila yang berubah hanya dalam hitungan detik, sangat singkat, mendadak. Girona menolak menyerah meski waktu pertandingan hampir habis dan tekanan di stadion terasa sangat menyesakkan sepanjang akhir laga. Michel kemudian memainkan kartu terakhir dengan memasukkan Cristhian Stuani pada menit ke-85 pertandingan.
Keputusan tersebut akhirnya berubah menjadi penyelamat besar bagi Girona yang sedang bertarung menghindari zona degradasi musim ini. Baru lima menit berada di lapangan, Stuani langsung menunjukkan naluri predator yang tajam yang masih melekat pada dirinya. Umpan Viktor Tsygankov melayang ke kotak penalti sebelum disambut sundulan mematikan sang striker veteran.
Gol pada menit ke-90 itu membuat Stadion Vallecas mendadak membeku seperti kehilangan suara dalam satu waktu bersamaan. Pemain Girona berlari liar merayakan penyelamatan dramatis, sementara pemain Rayo terlihat berdiri terpaku penuh kekecewaan malam itu. Kemenangan yang hampir berada di tangan akhirnya menguap tepat menjelang peluit panjang berbunyi.
Hasil imbang tersebut membuat Rayo Vallecano tetap bertahan di posisi kesepuluh klasemen sementara La Liga musim ini. Mereka mengoleksi empat puluh tiga poin dan hanya terpaut dua angka dari zona kompetisi Eropa sekarang. Peluang menuju pentas kontinental masih terbuka meski kegagalan menang terasa sangat menyakitkan bagi pendukung tuan rumah.
Rayo sebenarnya sedang menikmati periode positif setelah berhasil menjaga tren tanpa kekalahan dalam empat pertandingan terakhir mereka. Selain fokus mengejar posisi terbaik di La Liga, klub asal Madrid tersebut juga bersiap menghadapi final Liga Konferensi. Keberhasilan menyingkirkan Strasbourg membuat semangat tim sempat melonjak tinggi beberapa pekan terakhir.
Girona justru memperoleh napas penting dalam perjuangan bertahan di kasta tertinggi sepak bola Spanyol musim depan nanti. Tambahan satu poin menghentikan rentetan tiga kekalahan beruntun yang sebelumnya membuat situasi mereka semakin berbahaya. Kini Girona berada di posisi ketujuh belas klasemen dengan koleksi tiga puluh sembilan poin.
Jarak Girona dari zona degradasi hanya tersisa dua angka, sehingga setiap pertandingan terasa seperti pertarungan hidup dan mati. Michel sadar timnya masih belum aman meski berhasil mencuri poin dramatis dari markas Rayo Vallecano malam itu. Sisa pertandingan bakal menentukan apakah Girona tetap bertahan atau justru terjun ke divisi kedua.
“Hasil ini sangat penting karena tim menunjukkan mental kuat sampai detik terakhir pertandingan,” kata Michel Sanchez, pelatih Girona. “Pemain tidak menyerah meski tekanan stadion sangat berat sepanjang laga berlangsung,” lanjut pelatih asal Spanyol tersebut.
Drama hasil imbang ini juga membawa kabar pahit bagi Real Oviedo yang resmi terdegradasi dari La Liga musim ini. Tambahan satu poin Girona membuat Oviedo tidak mungkin lagi mengejar batas aman klasemen meski kompetisi belum selesai. Nasib klub tersebut akhirnya dipastikan turun kasta hanya karena satu gol telat di Vallecas.
Malam panjang di Madrid terasa seperti potongan cerita liar penuh emosi, tekanan, dan perubahan nasib yang sangat cepat dan mendadak. Rayo Vallecano hampir berpesta sebelum Girona datang merusak semuanya melalui satu sundulan veteran tua bernama Stuani. La Liga kembali memperlihatkan wajah paling kejam ketika harapan besar bisa runtuh hanya dalam beberapa detik. R-02

