Premier League
Mathys Tel Dari Pahlawan Jadi Pecundang Saat Tottenham Hotspur Berbagi Poin Dengan Leeds
Pemain Leeds United, Joe Rodon (kiri), menghalani Richarlison dari Tottenham Hotspur dalam perebutan bola yang terjadi di pertandingan pekan ke-36 Premier League 2025/2026 di Tottenham Hotspur Stadium, Selasa (12/5/2026) dini hari WIB.
INGGRIS, SabangMerauke News - Tottenham Hotspur kembali tergelincir saat tekanan degradasi mengancam klub London Utara itu. Bermain di kandang, Spurs hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Leeds United dalam duel panas pekan ke-36 Premier League 2025/2026, Selasa, 12 Mei 2026. Hasil itu membuat pasukan Roberto De Zerbi gagal menjauh dari zona merah yang kini terus mengintai seperti bayangan gelap musim buruk mereka.
Malam London terasa dingin sekaligus tegang sejak peluit awal dibunyikan wasit Jarred Gillett dini hari WIB. Spurs bermain seperti tim yang membawa koper penuh kecemasan di pundak masing-masing pemain sepanjang pertandingan. Leeds malah tampil lebih santai dan beberapa kali menyengat pertahanan tuan rumah dengan serangan langsung cepat.
Leeds membuka ancaman pertama lewat sundulan Joe Rodon pada menit ke-21 yang hampir membekukan stadion. Bola meluncur deras menuju gawang Tottenham sebelum Antonin Kinsky melakukan penyelamatan refleks luar biasa. Suporter Spurs sempat terdiam seperti melihat musim mereka runtuh perlahan di depan mata sendiri.
Tottenham kemudian mencoba keluar menyerang setelah tiga puluh menit pertandingan berjalan lambat dan penuh tekanan. Richarlison mulai bergerak liar mencari ruang sempit sambil Rodrigo Bentancur membantu mengatur ritme serangan. Namun, Leeds tampil disiplin seperti tembok tua keras kepala yang sulit ditembus sepanjang babak pertama.
Skor tanpa gol bertahan sampai turun minum, meski Tottenham mulai menemukan irama permainan menyerang mereka perlahan. Roberto De Zerbi terlihat gelisah di pinggir lapangan sambil terus memberi instruksi agresif kepada pemainnya. Pelatih asal Italia itu sadar kemenangan menjadi harga mati demi menyelamatkan musim Spurs yang compang-camping.
“Tekanan pertandingan sangat besar dan pemain tidak tampil tenang malam ini,” ujar Roberto De Zerbi, pelatih Tottenham Hotspur. “Berjuang menghindari degradasi terasa berbeda dibanding mengejar Liga Champions,” lanjutnya usai pertandingan berlangsung dramatis.
Babak kedua baru berjalan lima menit ketika stadion akhirnya meledak oleh gol indah Mathys Tel. Penyerang muda asal Prancis itu menyambar bola liar dari luar kotak penalti dengan tendangan keras mematikan. Bola meluncur deras menuju sudut atas gawang Karl Darlow tanpa mampu disentuh penjaga Leeds tersebut.
Gol itu sempat membuat Tottenham seperti melihat cahaya kecil muncul dari lorong panjang penuh tekanan musim ini. Suporter berdiri sambil berteriak keras, berharap kemenangan penting akhirnya datang ke London Utara malam itu. Para pemain Leeds sempat terlihat goyah menghadapi ledakan atmosfer stadion yang mulai panas.
Momentum sebenarnya berpihak penuh kepada Spurs setelah unggul lebih dulu melalui penyelesaian luar biasa Mathys Tel tersebut. Richarlison bahkan memperoleh peluang emas untuk menambah keunggulan setelah menerima umpan matang dari Randal Kolo Muani. Namun, striker Brasil itu gagal memanfaatkan kesempatan karena tendangannya melambung tinggi di depan gawang.
Kegagalan Richarlison berubah mahal beberapa menit kemudian ketika pertandingan memasuki fase paling gila dan menyakitkan. Mathys Tel, sang pencetak gol, tiba-tiba berubah menjadi sumber petaka bagi Tottenham Hotspur sendiri. Sebuah aksi sapuan akrobatiknya malah menghantam kepala Ethan Ampadu di area terlarang.
Wasit awalnya membiarkan pertandingan terus berjalan sebelum VAR memanggil pemeriksaan ulang insiden tersebut cukup lama. Stadion langsung dipenuhi siulan panjang saat layar besar menampilkan tayangan benturan kaki Mathys Tel kepada Ampadu. Jarred Gillett akhirnya menunjuk titik putih dan membuat seluruh stadion terasa runtuh mendadak.
Dominic Calvert-Lewin maju sebagai eksekutor dengan wajah tenang tanpa menunjukkan tekanan sedikit pun di matanya. Penyerang Leeds itu melepaskan tendangan keras yang gagal dihentikan Antonin Kinsky pada menit ke-69 pertandingan. Skor berubah menjadi 1-1 dan suasana stadion mendadak berubah murung seperti hujan datang tanpa aba-aba.
“Mathys Tel bermain bagus dan mencetak gol penting malam ini,” kata Roberto De Zerbi usai pertandingan. “Dia masih muda dan kesalahan seperti itu bukan masalah besar bagi perkembangan mentalitasnya,” sambung pelatih asal Italia tersebut.
Gol penalti itu membuat Leeds semakin percaya diri memainkan pertandingan dengan tempo cepat dan agresif menuju akhir laga. Tottenham justru terlihat panik setiap kali membangun serangan dari belakang karena tekanan psikologis mulai menggerogoti permainan mereka. Bola-bola panjang serta umpan terburu-buru menjadi gambaran kekacauan Spurs pada menit akhir pertandingan.
Pertandingan kemudian memasuki injury time panjang selama tiga belas menit yang terasa seperti siksaan panjang bagi tuan rumah. Leeds hampir mencuri kemenangan dramatis melalui tendangan keras Sean Longstaff pada menit ke-90+3 pertandingan berjalan. Bola menghantam mistar setelah Antonin Kinsky melakukan penyelamatan penting dengan memakai ujung jarinya.
Penyelamatan itu membuat Spurs masih membawa pulang satu poin penting meski rasanya tetap seperti sebuah kekalahan menyakitkan. Suporter Tottenham meninggalkan stadion dengan wajah murung sambil menyadari ancaman degradasi masih sangat nyata musim ini. Dua pertandingan tersisa bakal menentukan nasib klub besar London Utara tersebut.
Leeds United justru pulang dengan kepala tegak setelah memperpanjang rekor tanpa kekalahan mereka menjadi tujuh pertandingan beruntun. Tim asuhan Daniel Farke tampil lebih tenang menghadapi tekanan besar dibandingkan dengan tuan rumah sepanjang pertandingan berlangsung sengit. Hasil imbang itu membuat Leeds bertahan di posisi ke-14 klasemen sementara dengan 44 poin.
Sementara Tottenham masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen Premier League dengan koleksi 38 angka dari 36 laga. Spurs hanya unggul dua poin dari West Ham United yang menempati batas atas zona degradasi musim ini. Situasi itu membuat dua pertandingan terakhir Tottenham terasa seperti final hidup dan mati.
“Leeds memainkan pertandingan bagus dan pantas memperoleh hasil positif malam ini,” ujar Roberto De Zerbi selepas laga. “Kami wajib terus berjuang sampai musim selesai karena tekanan belum berakhir,” sambung mantan pelatih Brighton tersebut.
Masalah cedera juga masih menjadi mimpi buruk panjang Tottenham sepanjang musim yang kacau dan penuh luka tersebut. Cristian Romero, Dejan Kulusevski, Guglielmo Vicario, hingga Dominic Solanke masih menepi akibat masalah kebugaran yang cukup serius. Kondisi itu membuat kedalaman skuad Spurs terlihat rapuh menghadapi tekanan akhir musim Premier League.
Di sisi lain, Leeds tampil cukup stabil walau kehilangan Noah Okafor akibat cedera betis beberapa pekan terakhir. Dominic Calvert-Lewin berhasil mengisi kekosongan lini depan dengan tampil efektif sepanjang pertandingan melawan Tottenham yang berlangsung panas. Ethan Ampadu juga bermain disiplin sambil memimpin lini tengah Leeds penuh keberanian dan determinasi.
Tottenham kini menghadapi dua laga berat melawan Chelsea dan Everton yang menentukan masa depan klub musim ini sepenuhnya. Kesalahan kecil bisa berubah menjadi bencana besar jika West Ham mampu mencuri poin dalam sisa pertandingan mereka musim ini. London Utara kini hidup dalam kecemasan panjang yang belum menemukan ujungnya.
Mathys Tel pulang membawa dua wajah berbeda dalam satu malam yang terasa kejam bagi pemain muda seusianya tersebut. Satu tendangan indah membuat stadion bergemuruh penuh harapan sebelum satu kesalahan menghancurkan semuanya mendadak. Sepak bola memang kadang terasa seperti cerita liar yang berubah hanya dalam beberapa detik. R-02

