Serie A Italia
Lautaro Martinez Mengamuk, Inter Milan Bikin Lazio Mati Gaya di Depan Pendukung Sendiri
Pemain Inter Milan, Petar Sucic, merayakan gol pada laga Serie A/Liga Italia antara Lazio vs Inter Milan di Roma, Italia, Sabtu, 9 Mei 2026 (APPhoto)
ITALIA, SabangMerauke News - Inter Milan kembali mengguncang Serie A setelah membantai Lazio 3-0 pada pekan ke-36 Liga Italia 2025-2026 di Stadion Olimpico, Sabtu malam, 9 Mei 2026. Lautaro Martínez tampil liar sejak menit awal, sementara Lazio runtuh perlahan setelah kartu merah Alessio Romagnoli membakar kekacauan pertandingan. Nerazzurri seperti belum puas berpesta meski gelar Scudetto sudah lama mendarat di lemari mereka.
Atmosfer Olimpico terasa aneh sejak sore menjelang pertandingan dimulai. Kelompok ultras Lazio dan Inter memilih bertahan di luar stadion sebagai bentuk protes keras terhadap Presiden Lazio, Claudio Lotito. Tribun megah Roma kehilangan denyut paling bisingnya, lalu Inter memanfaatkan kesunyian itu seperti pemburu mencium darah segar.
Pasukan Simone Inzaghi langsung menggigit sejak peluit pertama terdengar di lapangan. Marcus Thuram mengacak pertahanan Lazio melalui lemparan panjang yang berubah menjadi mimpi buruk dengan cepat. Bola liar kemudian disambar Lautaro Martínez dengan tendangan voli keras tanpa ampun.
Gol itu lahir saat pertandingan baru berjalan enam menit di Olimpico. Lazio seperti belum sadar pertandingan dimulai ketika Lautaro merayakan gol di depan pendukung Inter. Stadion mendadak membeku setelah kapten Nerazzurri menyalakan teror lebih awal.
Lazio mencoba bangkit melalui tekanan pendek menuju kotak penalti Inter. Pedro dan Gustav Isaksen beberapa kali menusuk pertahanan lawan dengan kecepatan tinggi. Namun, Josep Martínez tampil dingin di bawah mistar gawang Inter sepanjang pertandingan malam itu.
Inter justru terlihat semakin nyaman setelah unggul satu gol cepat. Nicolò Barella mulai mengontrol ritme permainan bersama Henrikh Mkhitaryan di lini tengah. Lazio dipaksa mengejar bayangan bola selama babak pertama berlangsung panas.
Petar Šućić kemudian memperbesar penderitaan Lazio menjelang turun minum. Gelandang muda Kroasia itu melepas tembakan melengkung menuju pojok kiri atas gawang. Kiper Lazio hanya terpaku melihat bola meluncur tanpa mampu disentuh tangannya.
Gol kedua Inter lahir pada menit ke-39 melalui skema rapi antarlini. Lautaro Martínez kembali muncul sebagai otak serangan sebelum mengirim bola matang kepada Sucic. Pemain muda itu menyelesaikan peluang dengan ketenangan pemain senior berpengalaman.
“Lautaro selalu membuat permainan menjadi lebih mudah,” kata Petar Sucic, gelandang Inter Milan, Sabtu, 9 Mei 2026. “Dia membaca ruang sebelum pemain lain sadar situasi berubah,” lanjut gelandang asal Kroasia tersebut.
Lazio sebenarnya sempat meminta hadiah penalti sebelum gol kedua Inter tercipta. Bola terlihat mengenai tangan Mario Gila saat terjadi kemelut di kotak penalti. Namun, wasit memilih melanjutkan pertandingan setelah komunikasi panjang bersama ruang VAR.
Keputusan itu membuat pemain Lazio mulai kehilangan fokus pada permainan mereka. Protes demi protes bermunculan sepanjang pertandingan menuju akhir babak pertama. Inter menikmati kekacauan mental lawan sambil terus menggempur pertahanan tuan rumah.
Babak kedua berubah semakin panas ketika Alessio Romagnoli melakukan tekel keras kepada Ange-Yoann Bonny. Wasit awalnya hanya mengeluarkan kartu kuning kepada bek Lazio tersebut. Namun, tayangan VAR memperlihatkan kontak keras berbahaya menuju pergelangan kaki lawan.
Kartu merah akhirnya keluar pada menit ke-59 setelah wasit melihat monitor lapangan. Romagnoli berjalan meninggalkan lapangan sambil diteriaki sebagian pendukung Lazio sendiri. Olimpico berubah seperti ruang sidang yang kehilangan hakim utama.
“Tekel itu memang terlalu tinggi dan sangat berisiko,” kata Simone Inzaghi, pelatih Inter Milan, Sabtu, 9 Mei 2026. “Pertandingan langsung berubah total sesudah kartu merah keluar,” lanjut mantan pelatih Lazio tersebut.
Kehilangan satu pemain membuat Lazio semakin kesulitan mengejar ketertinggalan mereka. Pedro sempat memperoleh peluang emas dari dalam kotak penalti Inter. Namun, Josep Martinez kembali menggagalkan kesempatan tersebut dengan refleks luar biasa cepat.
Inter seperti hiu lapar mencium kelemahan lawan setelah kartu merah tersebut muncul. Serangan demi serangan terus diarahkan menuju pertahanan Lazio yang mulai kehabisan tenaga. Alessandro Bastoni bahkan ikut membantu tekanan dari sisi kiri permainan.
Gol ketiga akhirnya datang pada menit ke-76 melalui Henrikh Mkhitaryan. Gelandang Armenia itu mengecoh Adam Marusic sebelum menghajar bola menuju atap gawang Lazio. Stadion Olimpico langsung dipenuhi sorakan kecil pendukung Inter yang tersisa.
Lautaro Martínez kembali menjadi pusat perhatian sepanjang pertandingan besar tersebut. Penyerang Argentina itu bukan sekadar pencetak gol pembuka bagi Nerazzurri malam itu. Pergerakannya membuat pertahanan Lazio terlihat lambat dan berantakan sepanjang laga berjalan.
“Inter tampil seperti tim lapar meski gelar juara sudah aman,” kata Luca Marchetti, analis Sky Italia, Sabtu, 9 Mei 2026. “Mental seperti itu membuat mereka sangat menakutkan musim depan,” lanjut pengamat Serie A tersebut.
Marcus Thuram juga tampil agresif mendampingi Lautaro Martínez sepanjang pertandingan berlangsung. Kombinasi keduanya membuat lini belakang Lazio kehilangan arah penjagaan sejak awal laga. Francesco Acerbi bahkan terlihat beberapa kali tersenyum melihat dominasi timnya sendiri.
Di sisi lain, Lazio gagal menunjukkan karakter permainan menyerang khas mereka. Mattia Zaccagni kehilangan ruang gerak akibat tekanan ketat Inter sepanjang pertandingan. Lini tengah Biancocelesti seperti tenggelam menghadapi tempo cepat sang juara Serie A.
Kekalahan telak tersebut membuat Lazio tertahan di posisi kedelapan klasemen sementara Serie A. Tim asuhan Igor Tudor kini berada dalam tekanan besar menuju akhir musim kompetisi. Ancaman gagal tampil ke kompetisi Eropa semakin terasa nyata bagi publik Olimpico.
Inter justru semakin nyaman duduk di puncak klasemen Liga Italia musim ini. Nerazzurri mengoleksi 85 poin dan terlihat belum berniat menurunkan intensitas permainan mereka. Mesin juara Simone Inzaghi tetap berjalan tanpa rem menjelang akhir musim panjang.
Pertandingan ini juga menjadi pemanasan menuju final Coppa Italia tengah pekan nanti. Lazio kembali bertemu Inter Milan di stadion yang sama beberapa hari mendatang. Namun, situasi psikologis kedua tim kini terasa sangat berbeda setelah hasil memalukan tersebut.
Romagnoli dipastikan absen pada Derby della Capitale akibat hukuman kartu merah langsung. Namun, bek senior Lazio itu tetap bisa bermain pada final Coppa Italia pekan depan. Situasi tersebut sedikit memberi napas segar bagi ruang ganti Biancocelesti.
Malam di Olimpico akhirnya berubah menjadi panggung kemenangan penuh dominasi bagi Inter Milan. Lautaro Martínez kembali membuktikan kapasitasnya sebagai pemimpin ruang tempur Nerazzurri. Lazio cuma menjadi korban berikutnya dari mesin juara paling ganas Italia musim ini. R-02
BERITA TERKAIT :
-
UEFA Europa League
Gak Masuk Akal! Cuma Main 10 Orang, Braga Malah Dibantai Freiburg 3-1

