UEFA Europa League
Gak Masuk Akal! Cuma Main 10 Orang, Braga Malah Dibantai Freiburg 3-1
Selebrasi pemain Freiburg, Lukas Kubler, usai mencetak gol ke gawang Braga di semifinal Liga Europa, 8 Mei 2026. (APPhoto)
JERMAN, SabangMerauke News - SC Freiburg mengguncang Eropa setelah menghancurkan Braga 3-1 pada Jumat, 8 Mei 2026, dini hari WIB. Kartu merah cepat, gol spektakuler Johan Manzambi, dan kegilaan Lukas Kuebler mengantar klub Jerman tersebut menuju final Liga Europa pertama sepanjang sejarah klub menuju Istanbul.
SC Freiburg akhirnya mengubah malam dingin Jerman menjadi pesta liar penuh tangisan dan ledakan sejarah besar Eropa. Klub asal Breisgau tersebut menumbangkan Braga 3-1 pada Jumat, 8 Mei 2026 dini hari WIB di Europa Park Stadium. Kemenangan dramatis itu membawa Freiburg lolos menuju final Liga Europa pertama sepanjang sejarah klub Jerman tersebut.
Tribun stadion bahkan belum sempat tenang ketika ribuan suporter Freiburg mulai menyerbu lapangan penuh kegembiraan besar malam. Para pemain membentuk lingkaran liar sambil berteriak merayakan keberhasilan menuju final impian mereka di Istanbul, Turki. Pelatih Julian Schuster terlihat menangis ketika stadion berubah menjadi lautan pesta besar mendadak.
Freiburg berhasil membalikkan kekalahan leg pertama setelah sebelumnya tumbang 1-2 saat bertandang ke markas Braga, Portugal. Kemenangan 3-1 membuat wakil Jerman tersebut unggul agregat 4-3 dan mengunci tiket final Liga Europa musim ini. Kini hanya Aston Villa tersisa sebagai penghalang terakhir Freiburg menuju trofi terbesar sepanjang sejarah klub mereka.
Pertandingan panas langsung berubah kacau ketika Braga kehilangan satu pemain hanya beberapa menit setelah kick-off dimulai. Wasit Davide Massa mengeluarkan kartu merah kepada Mario Dorgeles pada menit keenam pertandingan. Dorgeles menjatuhkan Jan-Niklas Beste saat pemain Freiburg tersebut melaju sendirian menuju gawang Braga tanpa pengawalan.
Keputusan kartu merah langsung memicu tekanan brutal Freiburg sepanjang babak pertama berlangsung sangat intens malam tersebut. Sorakan pendukung tuan rumah menggema keras sambil terus menekan mental pemain Braga sepanjang pertandingan berjalan penuh tekanan. Braga terlihat lebih sibuk mengulur waktu dibandingkan dengan mencoba menyerang pertahanan Freiburg secara terbuka dan agresif malam itu.
Gol pertama Freiburg akhirnya hadir melalui nama tak terduga, Lukas Kübler, pada menit ke-19 pertandingan. Bola sapuan bek Braga memantul liar mengenai tubuh Kuebler sebelum akhirnya masuk ke dalam gawang lawan. Gol aneh tersebut langsung membuat stadion meledak dan menghidupkan harapan comeback Freiburg menuju final Liga Europa.
Freiburg terus menggila setelah unggul dan tidak memberikan ruang bernapas bagi wakil Portugal sepanjang pertandingan berlangsung panas. Tim asuhan Schuster bermain tenang sambil mengurung Braga menggunakan tekanan agresif dari sisi kiri lapangan sepanjang laga. Braga mulai terlihat kehilangan arah ketika gelombang serangan Freiburg datang tanpa henti menuju kotak penalti mereka terus-menerus.
Gol terbaik malam itu akhirnya muncul melalui tendangan spektakuler Johan Manzambi pada menit ke-41 pertandingan. Manzambi menusuk dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan melengkung keras menuju pojok kanan gawang Braga dengan sempurna. Bola meluncur indah tanpa mampu disentuh kiper Lukas Hornicek yang hanya terpaku melihat arah tembakan tersebut.
Gol luar biasa Manzambi langsung membalikkan agregat sekaligus mengirim stadion menuju ledakan emosi panjang penuh kegilaan malam. Pendukung Freiburg melompat liar sambil menyanyikan lagu kemenangan ketika Braga mulai terlihat benar-benar kehilangan kendali permainan. Meski begitu, tim tamu sempat mengancam melalui Victor Gomez sebelum bola menghantam tiang gawang Freiburg keras sekali.
Babak kedua dimulai dengan Freiburg tetap tampil ganas meski sudah unggul agregat atas Braga dalam semifinal panas tersebut. Vincenzo Grifo hampir mencetak gol tambahan ketika sepakannya menghantam sisi luar tiang gawang lawan. Tekanan Freiburg terus berlanjut melalui Matthias Ginter dan Manzambi yang membuat pertahanan Braga pontang-panting sepanjang laga.
Di bawah sorakan lebih dari 33 ribu penonton, Braga perlahan mencoba bangkit dari tekanan besar Freiburg malam itu. Jean-Baptiste Gorby dan João Moutinho sempat menciptakan peluang berbahaya meski gagal menembus pertahanan tuan rumah yang solid sekali. Kiper muda Noah Atubolu tampil tenang menghalau ancaman Braga sepanjang babak kedua berjalan.
Freiburg akhirnya memperbesar keunggulan menjadi 3-0 melalui sundulan keras Lukas Kübler pada menit ke-72 pertandingan panas. Gol tersebut lahir setelah tendangan bebas Vincenzo Grifo meluncur akurat menuju kotak penalti Braga. Kuebler menyambut bola menggunakan sundulan keras yang gagal dihentikan penjaga gawang Braga dari jarak dekat sekali.
Braga sempat memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Pau Víctor pada menit ke-79. Pertandingan berlangsung menegangkan malam tersebut. Gol itu membuat suasana stadion berubah tegang karena Freiburg hanya unggul satu gol agregat atas lawannya. Namun, Freiburg tetap bertahan kuat sambil menahan tekanan terakhir Braga hingga peluit panjang berbunyi keras penuh emosi.
Atubolu menjadi penyelamat penting Freiburg setelah menggagalkan peluang emas Gabri Martinez pada menit akhir pertandingan sengit tersebut. Penyelamatan itu membuat seluruh stadion berdiri sambil meneriakkan nama penjaga gawang muda Freiburg sepanjang sisa pertandingan. Peluit akhir akhirnya memastikan Freiburg resmi menulis sejarah baru sepak bola Jerman dan kompetisi Eropa musim ini.
Bek senior Freiburg, Matthias Ginter, mengaku suaranya habis setelah terus berteriak sepanjang pertandingan berlangsung. “Kami tinggal selangkah lagi menuju sejarah terbesar klub ini,” ujar Ginter kepada RTL penuh emosi usai laga. Ia menyebut final Liga Europa menjadi pertandingan terbesar sepanjang perjalanan panjang sejarah Freiburg di kompetisi profesional Eropa.
Grifo juga mengaku beban besar dalam pikirannya akhirnya hilang setelah Freiburg memastikan tiket final bersejarah tersebut. “Klub ini, kota ini, dan seluruh tim sangat pantas menikmati momen luar biasa seperti sekarang,” ujar Grifo. Ia bahkan bercanda bahwa ia tidak akan tidur sepanjang malam setelah pesta besar kemenangan Freiburg.
Pelatih Julian Schuster mendapat pujian besar setelah sukses mengubah Freiburg menjadi kekuatan menakutkan di kompetisi Eropa musim ini. Schuster berani memainkan Nicolas Hofler menggantikan Yuito Suzuki yang absen akibat cedera tulang selangka serius sebelumnya. Keputusan taktis tersebut terbukti sukses menjaga keseimbangan permainan Freiburg sepanjang laga semifinal melawan Braga yang berlangsung panas.
Freiburg kini menatap Istanbul dengan mimpi yang sebelumnya terasa mustahil dicapai klub sederhana asal Breisgau tersebut dahulu. Tujuh kemenangan kandang sepanjang Liga Europa menjadi fondasi kegilaan Freiburg menuju partai final kompetisi bergengsi Eropa musim ini. Kini dongeng liar Freiburg tinggal membutuhkan satu kemenangan lagi untuk berubah menjadi sejarah emas sepak bola Jerman.R-02
BERITA TERKAIT :
-
UEFA Champions League
Bayern Tersingkir Tragis: Gol Cepat Dembele Membungkam Allianz Arena

