Serie A Italia
Tanpa Jay Idzes, Pertahanan Sassuolo Bocor dan Torino Menggila di Babak Kedua
Aksi bek timnas Indonesia, Jay Idzes, ketika membela Sassuolo di Serie A Italia. (ist)
ITALIA, SabangMerauke News - Absennya Jay Idzes langsung terasa pahit saat Sassuolo tumbang dramatis melawan Torino di Serie A musim ini. Stadion Olimpico Grande Torino berubah menjadi panggung luka bagi Sassuolo, Sabtu, 9 Mei 2026. Pertahanan I Neroverdi kehilangan keseimbangan lalu dihukum comeback cepat Torino pada babak kedua pertandingan sengit tersebut.
Jay Idzes tak masuk skuad akibat cedera yang masih mengganggu kondisi fisiknya beberapa pekan terakhir ini. Ketidakhadiran bek Timnas Indonesia itu membuka ruang besar pada lini pertahanan Sassuolo sepanjang pertandingan berjalan. Torino perlahan membaca celah tersebut lalu menghantam balik saat mental lawan mulai kehilangan arah permainan.
Sassuolo sebenarnya membuka pertandingan dengan tempo agresif sejak menit awal babak pertama dimulai di Turin. Andrea Pinamonti sempat mengancam gawang Torino melalui sepakan keras dari dalam kotak penalti lawan dini hari. Tekanan cepat tersebut memperlihatkan ambisi Sassuolo mencuri poin penuh meski kehilangan bek andalan utama mereka.
Torino kemudian merespons lewat permainan terbuka penuh tekanan tinggi sepanjang sepuluh menit pertama pertandingan berlangsung. Gvidas Gineitis mendapat peluang emas sebelum dibalas tembakan jarak jauh Armand Lauriente beberapa detik kemudian. Atmosfer pertandingan berubah liar karena kedua tim saling menyerang tanpa memberi ruang bernapas kepada lawan.
Peluang terbaik babak pertama justru datang dari sundulan keras Alieu Eybi Njie pada menit kesebelas pertandingan. Bola menghantam mistar gawang Sassuolo dan membuat jantung tim tamu nyaris runtuh saat itu juga. Beruntung bagi Sassuolo, skor imbang tanpa gol tetap bertahan hingga turun minum babak pertama selesai.
Masuk babak kedua, Sassuolo tampil lebih berani dan langsung menusuk jantung pertahanan Torino secara agresif. Hasilnya muncul cepat ketika Kristian Thorstvedt mencetak gol pembuka pada menit kelima puluh satu pertandingan berjalan. Gelandang Norwegia itu memanfaatkan umpan matang Luca Lipani lalu menaklukkan Alberto Paleari dengan sepakan terarah.
Gol tersebut sempat membuat bangku cadangan Sassuolo meledak penuh harapan pada laga penting pekan ini. Sassuolo terlihat percaya diri membawa pulang kemenangan penting demi menjaga posisi papan tengah klasemen sementara. Namun ketenangan itu perlahan berubah menjadi kepanikan setelah Torino meningkatkan tekanan pada pertengahan babak kedua.
Torino mulai memainkan pola serangan langsung dengan intensitas tinggi menuju area pertahanan Sassuolo yang rapuh. Absennya Jay Idzes membuat koordinasi lini belakang Sassuolo terlihat goyah menghadapi bola-bola silang berbahaya tuan rumah. Fabio Grosso tampak terus memberi instruksi keras dari pinggir lapangan sepanjang tekanan Torino meningkat tajam.
Torino hampir menyamakan skor pada menit keenam puluh melalui sundulan keras Giovanni Simeone di kotak penalti. Bola kembali membentur mistar dan membuat Sassuolo sebenarnya mendapat sinyal ancaman serius dari serangan lawan. Namun, peringatan itu gagal dibaca sempurna oleh barisan belakang tim tamu menjelang akhir pertandingan penting tersebut.
Gol penyeimbang akhirnya datang pada menit keenam puluh enam lewat Giovanni Simeone yang lepas pengawalan bek. Umpan tarik Enzo Ebosse disambut sundulan keras Simeone hingga menjebol gawang Arijanet Muric dengan sempurna. Stadion Torino langsung berguncang karena momentum pertandingan tiba-tiba berbalik memihak tuan rumah malam itu.
Momentum tersebut dimanfaatkan maksimal oleh Roberto D’Aversa melalui pergantian pemain yang terbukti sangat menentukan jalannya pertandingan. Masuknya Marcus Holmgren Pedersen dan Duvan Zapata mengubah pola serangan Torino menjadi jauh lebih mematikan. Pergantian itu seperti tombol rahasia yang langsung memutus ritme permainan Sassuolo pada babak kedua malam.
Empat menit berselang, Torino akhirnya mencetak gol kemenangan melalui Marcus Holmgren Pedersen di menit ke-70. Gol lahir dari umpan silang terdefleksi Duvan Zapata yang mengacaukan fokus lini belakang Sassuolo malam itu.
Pedersen menyambut bola menggunakan sundulan keras tanpa mampu dihentikan oleh penjaga gawang Arijanet Muric di mulut gawang.
Gol tersebut membuat Sassuolo terlihat kehilangan arah permainan sepanjang sisa pertandingan berjalan hingga peluit panjang berbunyi. Mereka sebenarnya unggul dalam penguasaan bola dan akurasi umpan dibandingkan dengan Torino pada duel Serie A tersebut. Namun, efektivitas serangan balik Torino menghancurkan seluruh kerja keras Sassuolo sejak awal laga dimulai dini hari.
Pelatih Fabio Grosso terlihat frustrasi melihat rapuhnya pertahanan timnya tanpa Jay Idzes malam itu. Ia beberapa kali memprotes konsentrasi pemain belakang saat Torino mulai meningkatkan tekanan menuju area penalti Sassuolo. “Kami kehilangan fokus setelah unggul,” ucap Grosso usai laga.
Sementara itu, pelatih Roberto D'Aversa memuji mental bertarung pemain Torino pada laga kandang tersebut. Ia menyebut pergantian pemain menjadi kunci kebangkitan tim setelah tertinggal lebih dulu dari Sassuolo sebelumnya. “Pemain pengganti memberi energi besar untuk membalikkan pertandingan,” kata D’Aversa seusai laga penuh tekanan tersebut.
Kekalahan ini membuat Sassuolo tertahan di papan tengah klasemen Serie A menjelang akhir musim kompetisi sekarang. Mereka mengoleksi empat puluh sembilan poin dari tiga puluh enam pertandingan yang sudah dijalani musim ini. Posisi tersebut sebenarnya cukup aman, tetapi performa tim mulai menurun pada fase penting akhir kompetisi sekarang.
Di sisi lain, kemenangan membawa Torino semakin dekat mengejar posisi Sassuolo pada papan klasemen sementara Serie A. Tambahan tiga poin membuat Torino kini mengumpulkan empat puluh empat angka dari tiga puluh enam pertandingan musim. Jarak kedua tim makin tipis dan membuka persaingan sengit menjelang dua pekan terakhir Serie A berlangsung.
Sorotan terbesar tetap mengarah kepada absennya Jay Idzes dalam kekalahan dramatis Sassuolo kali ini di Turin. Bek Timnas Indonesia tersebut selama ini menjadi figur penting menjaga stabilitas pertahanan Sassuolo sepanjang musim berjalan. Tanpa dirinya, koordinasi lini belakang tampak mudah pecah saat Torino meningkatkan tekanan menuju akhir pertandingan.
Cedera Jay Idzes kini mulai menciptakan kecemasan besar menjelang sisa pertandingan penting Sassuolo musim ini berjalan. Fabio Grosso membutuhkan benteng pertahanan terbaik demi menjaga stabilitas tim pada fase akhir kompetisi Serie A. Jika cedera berkepanjangan, Sassuolo bisa menghadapi penurunan performa lebih tajam sebelum musim benar-benar berakhir nanti. R-02
BERITA TERKAIT :
-
UEFA Europa League
Gak Masuk Akal! Cuma Main 10 Orang, Braga Malah Dibantai Freiburg 3-1
-
UEFA Champions League
Bayern Tersingkir Tragis: Gol Cepat Dembele Membungkam Allianz Arena

