Premier League
Manchester United Mandul Total! Sunderland Permalukan Setan Merah di Stadium of Light
Penyerang Manchester United FC Joshua Zirkzee mendapat kawalan dari dua pemain Sunderland AFC Omar Alderete (kiri) dan Nordi Mukiele dalam laga Premier League, Sabtu (9/5/2026). (AP Photo)
INGGRIS, SabangMerauke News - Manchester United kembali kehilangan taring setelah ditahan Sunderland tanpa gol di Stadium of Light, Sabtu, 9 Mei 2026 malam WIB. Duel Premier League pekan ke-36 itu berubah menjadi panggung tekanan brutal bagi Setan Merah sepanjang pertandingan berlangsung. Sunderland justru tampil lebih lapar, lebih agresif, dan nyaris mempermalukan tim tamu di depan publik sendiri.
Cuaca murung menyelimuti Stadium of Light ketika pertandingan dimulai dengan tempo tinggi serta penuh benturan keras. Sunderland langsung menekan sejak menit awal sambil memaksa Manchester United bertahan lebih dalam dari biasanya. Setan Merah terlihat seperti tim kehilangan arah menghadapi tekanan cepat tuan rumah sepanjang babak pertama.
Peluang pertama datang melalui aksi Noah Sadiki yang lolos menuju kotak penalti Manchester United pada awal pertandingan. Gelandang Sunderland tersebut tinggal berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang Setan Merah malam itu. Namun, Senne Lammens tampil gemilang dengan penyelamatan cepat menuju sudut bawah gawang.
Momen tersebut menjadi sinyal awal penderitaan Manchester United sepanjang laga berlangsung panas di Stadium of Light malam itu. Sunderland terus menggempur melalui kombinasi serangan cepat dari sisi kanan dan kiri pertahanan lawan. Manchester United kesulitan mengembangkan permainan akibat tekanan tinggi serta minimnya kreativitas lini tengah mereka.
Statistik expected goals memperlihatkan dominasi Sunderland dalam menciptakan ancaman sepanjang pertandingan malam tersebut berlangsung sengit. Tuan rumah membukukan angka xG mencapai 0,97, sementara Manchester United hanya mencatatkan 0,3 sepanjang laga. Angka tersebut menjadi cermin tumpulnya lini depan Setan Merah di markas Sunderland.
Manchester United sebenarnya datang menuju Stadium of Light dengan modal kepercayaan diri cukup tinggi musim ini. Tiket Liga Champions sudah hampir aman setelah hasil positif pada pekan-pekan sebelumnya di Premier League musim berjalan. Namun, penampilan mereka malam itu terasa datar, lambat, serta miskin kreativitas sepanjang pertandingan berlangsung.
Michael Carrick membuat lima perubahan dalam susunan pemain Manchester United menghadapi Sunderland malam tersebut. Keputusan itu justru membuat ritme permainan Setan Merah terlihat kacau sejak awal pertandingan dimulai. Kombinasi lini tengah serta lini depan gagal membangun hubungan permainan yang rapi sepanjang laga berlangsung.
Salah satu keputusan paling mengejutkan datang dari absennya Casemiro dalam skuad Manchester United menuju pertandingan tersebut. Nama gelandang Brasil itu bahkan tidak terlihat di bangku cadangan selama pertandingan berlangsung di Stadium of Light. Kehilangannya langsung terasa pada sektor tengah Setan Merah sepanjang pertandingan malam itu.
Carrick kemudian menjelaskan kondisi Casemiro selepas pertandingan berakhir dengan hasil imbang tanpa gol tersebut berlangsung panas. “Casemiro mengalami sedikit masalah dan kondisinya tidak terlalu serius saat ini,” kata Michael Carrick kepada MUTV. Pelatih Manchester United itu memastikan Casemiro diperkirakan kembali bermain pada pertandingan pekan depan.
Selain Casemiro, Manchester United juga kehilangan Manuel Ugarte akibat cedera menjelang pertandingan dimulai malam tersebut. Carrick menyebut gelandang Uruguay itu mengalami masalah punggung ketika sesi latihan terakhir sebelum pertandingan berlangsung. Absennya dua gelandang penting membuat Manchester United kehilangan keseimbangan permainan sepanjang laga.
“Manu mengalami masalah pada punggung saat latihan kemarin dan tidak bisa bermain malam ini,” ujar Carrick selepas pertandingan. Pernyataan tersebut langsung menjelaskan alasan lemahnya kontrol lini tengah Manchester United menghadapi agresivitas Sunderland sepanjang laga. Sunderland memanfaatkan situasi itu dengan terus menekan tanpa memberi ruang kepada lawan.
Granit Xhaka tampil dominan mengendalikan ritme permainan Sunderland sepanjang pertandingan berjalan keras malam tersebut. Gelandang veteran itu berkali-kali memotong aliran bola Manchester United menuju lini serang mereka sendiri. Manchester United terlihat frustrasi menghadapi tekanan fisik serta organisasi permainan Sunderland malam itu.
Brian Brobbey kemudian hampir memecahkan kebuntuan pada menit ke-63. Pertandingan berlangsung semakin menegangkan pada malam tersebut. Penyerang Sunderland itu menerima bola bebas sebelum melepaskan tembakan keras menuju sudut kiri bawah gawang lawan. Lagi-lagi Lammens muncul sebagai penyelamat Manchester United melalui penyelamatan luar biasa refleks cepat.
Kiper asal Belgia tersebut menjadi alasan utama Manchester United tidak pulang dengan kekalahan memalukan dari Sunderland malam itu. Empat penyelamatan penting dilakukan Lammens sepanjang pertandingan menghadapi tekanan deras dari serangan Sunderland. Penampilannya menjadi titik terang kecil di tengah buruknya performa keseluruhan Manchester United malam tersebut.
“Lammens menjaga kami tetap hidup sepanjang pertandingan dan tampil sangat luar biasa,” kata Carrick selepas laga berlangsung. Pelatih Setan Merah itu mengakui Sunderland menciptakan lebih banyak ancaman dibanding tim asuhannya sepanjang pertandingan. Carrick juga menilai timnya gagal bermain tenang saat menguasai bola malam itu.
Sementara Sunderland terus menggempur, Manchester United justru terlihat tumpul pada area penyerangan sepanjang pertandingan berjalan lambat. Joshua Zirkzee kembali menjalani malam buruk bersama Manchester United di Premier League musim ini. Penyerang Belanda itu gagal memanfaatkan peluang emas melalui sundulan bebas pada babak pertama pertandingan.
Selain gagal mencetak gol, Zirkzee juga kesulitan mempertahankan bola saat mendapat tekanan dari pemain bertahan Sunderland malam tersebut. Serangan Manchester United berkali-kali terhenti akibat lemahnya koordinasi lini depan sepanjang pertandingan berlangsung keras. Absennya Benjamin Sesko mulai terasa menghantam produktivitas Setan Merah musim ini.
Amad Diallo juga gagal memberi pengaruh besar meski mendapat sambutan hangat dari publik Sunderland malam itu. Winger Pantai Gading tersebut melepaskan satu sepakan melengkung yang masih melebar tipis dari sasaran pertandingan. Selebihnya, Amad terlihat kesulitan menembus rapatnya pertahanan Sunderland sepanjang laga.
Matheus Cunha pun tampil jauh di bawah ekspektasi saat dipercaya memimpin serangan Manchester United malam tersebut. Penyerang Brasil itu hanya menghasilkan satu percobaan lemah yang melayang jauh di atas mistar gawang lawan. Minim kreativitas membuat lini depan Setan Merah terlihat mandul sepanjang pertandingan berlangsung.
Bruno Fernandes terlihat frustrasi sepanjang laga akibat tekanan ketat dari pemain Sunderland di lini tengah pertandingan. Kapten Manchester United gagal memainkan umpan-umpan kreatif yang biasanya menjadi pembeda permainan Setan Merah musim ini. Sunderland berhasil mematikan pengaruh Bruno sepanjang laga berlangsung keras malam tersebut.
Legenda Manchester United, Wayne Rooney, bahkan melontarkan kritik tajam terhadap permainan mantan klubnya selepas pertandingan malam itu. Rooney menilai Manchester United tampil seperti tim yang kehilangan rasa lapar dalam perebutan posisi papan atas klasemen. Ia menyebut beberapa pemain terlihat bermain setengah hati sepanjang pertandingan di Stadium of Light.
“Manchester United bermain terlalu lambat dan tidak menunjukkan energi besar sepanjang pertandingan,” kata Rooney dalam komentar pascalaga. Mantan kapten Setan Merah itu menilai Sunderland pantas memenangkan pertandingan berdasarkan peluang tercipta sepanjang laga. Rooney juga menyoroti lemahnya penyelesaian akhir Manchester United musim ini.
Sunderland sebenarnya sempat meminta penalti setelah tembakan Enzo Le Fee mengenai tangan Kobbie Mainoo di kotak penalti lawan malam tersebut. Namun, wasit memutuskan pertandingan tetap dilanjutkan setelah pemeriksaan singkat tanpa intervensi tambahan dari VAR. Keputusan itu membuat publik Stadium of Light sempat bergemuruh penuh kemarahan.
Meski gagal menang, Sunderland tetap meninggalkan lapangan dengan kepala tegak setelah mendominasi Manchester United sepanjang laga. Tim asuhan Regis Le Bris kini duduk pada posisi ke-12 klasemen sementara Premier League musim berjalan. Mereka juga relatif aman dari ancaman degradasi menjelang akhir musim kompetisi yang panas.
Sementara itu, Manchester United masih tertahan pada posisi ketiga klasemen sementara dengan raihan 65 poin musim ini. Namun, hasil imbang tersebut membuat peluang mereka untuk menekan persaingan papan atas menjadi semakin berat menjelang akhir musim. Setan Merah kini harus segera bangkit menghadapi laga berikutnya melawan Nottingham Forest.
Peluit panjang akhirnya menutup malam muram Manchester United di Stadium of Light dengan rasa frustrasi mendalam musim ini. Sunderland tampil seperti tim lebih lapar, sedangkan Setan Merah terlihat kehilangan taji sepanjang pertandingan berjalan keras. Tanpa Casemiro, tanpa Sesko, serta tanpa kreativitas, Manchester United nyaris tumbang di markas Sunderland. R-02

