Serie A Italia
San Siro Membara! Atalanta Hancurkan Milan, Allegri Dibuat Malu di Kandang Sendiri
Pemain AC Milan, Zachary Athekame (kiri), berebut bola dengan pemain Atalanta, Ederson, dalam pertandingan Serie A, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. (AP Photo)
ITALIA, SabangMerauke News - San Siro berubah menjadi panggung luka baru bagi AC Milan pada Senin dini hari, 11 Mei 2026. Atalanta datang tanpa rasa takut lalu menghantam Rossoneri dengan tiga gol tajam penuh efektivitas. Milan sempat melawan pada akhir pertandingan, namun semuanya terlambat untuk menyelamatkan harga diri.
Kekalahan 2-3 tersebut membuat Milan mulai diganggu bayang-bayang gagal menuju Liga Champions musim depan. Atalanta justru semakin nyaman dalam perebutan tiket kompetisi Eropa menjelang akhir musim Serie A. San Siro malam itu terasa seperti ruang interogasi bagi Massimiliano Allegri dan pasukannya.
Milan sebenarnya memulai pertandingan dengan tempo agresif dan penuh tekanan terhadap pertahanan Atalanta. Adrien Rabiot langsung mengancam melalui tendangan keras dari luar kotak penalti pada awal laga. Bola hanya membentur tiang gawang dan menjadi pertanda buruk bagi tuan rumah.
Atalanta justru memperlihatkan efektivitas dingin seperti pembunuh bayaran tanpa banyak bicara sepanjang pertandingan. Pada menit ketujuh, Ederson melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti Milan. Mike Maignan hanya terpaku melihat bola masuk deras menuju gawangnya.
Gol tersebut langsung mengubah ritme pertandingan menjadi sangat tidak nyaman bagi Milan sepanjang babak pertama. Atalanta bermain lebih tenang sambil menunggu kesalahan lini belakang Rossoneri. Milan terlihat panik ketika kehilangan bola di area tengah permainan.
“Tim bermain dengan keberanian dan efisiensi luar biasa malam ini,” ujar Raffaele Palladino, pelatih Atalanta, usai laga. Palladino terlihat puas melihat anak asuhnya menjalankan strategi dengan disiplin tinggi. Atalanta benar-benar memanfaatkan setiap ruang kosong pertahanan Milan.
Nicola Zalewski hampir memperbesar keunggulan Atalanta beberapa menit setelah gol Ederson tercipta di San Siro. Namun, Mike Maignan masih mampu melakukan penyelamatan penting menggunakan refleks cepatnya. Milan terselamatkan dari kebobolan kedua lebih awal.
Tekanan Atalanta akhirnya kembali menghasilkan gol kedua pada menit ke-29 pertandingan berjalan panas. Davide Zappacosta masuk tanpa pengawalan sebelum menaklukkan Mike Maignan dengan penyelesaian tenang. Suporter Milan mulai terdengar frustrasi melihat pertahanan tim kesayangannya berantakan.
Rafael Leão sempat mencoba membangkitkan semangat Milan menjelang turun minum pertandingan berlangsung. Penyerang asal Portugal tersebut melewatkan peluang emas dari dalam kotak penalti Atalanta. Namun, Marco Carnesecchi tampil luar biasa menjaga keunggulan tim tamu.
Babak pertama ditutup dengan wajah tegang para pemain Milan serta sorakan nyaring suporter Atalanta. San Siro mendadak sunyi karena Milan tertinggal dua gol dalam laga sangat penting musim ini. Tekanan menuju Liga Champions mulai terasa semakin berat.
Massimiliano Allegri mencoba mengubah ritme permainan Milan setelah turun minum pada babak kedua pertandingan. Namun, Atalanta kembali menghantam lebih dulu sebelum Milan benar-benar menemukan momentum kebangkitan. Giacomo Raspadori mencetak gol ketiga melalui tembakan keras spektakuler pada menit ke-52.
Gol tersebut terasa seperti palu godam menghantam mental pemain Milan di depan pendukung sendiri. Atalanta unggul 3-0 dan bermain semakin nyaman mengendalikan tempo pertandingan. Milan terlihat kehilangan arah ketika mencoba membangun serangan.
“Gol ketiga membuat pertandingan berubah total bagi kami,” kata Massimiliano Allegri, pelatih AC Milan. Allegri mengaku kecewa terhadap konsentrasi pemain bertahan sepanjang pertandingan berjalan ketat. Milan terlalu mudah kehilangan fokus saat menghadapi tekanan Atalanta.
Christopher Nkunku sebenarnya nyaris memperkecil ketertinggalan beberapa menit setelah gol Raspadori tercipta. Tembakan kerasnya hanya membentur mistar gawang dan gagal berubah menjadi gol. Dewi Fortuna terlihat menjauh dari Milan sepanjang malam tersebut.
Drama lain muncul ketika Niclas Fullkrug berhasil membobol gawang Atalanta pada pertengahan babak kedua pertandingan. Suporter Milan sempat bersorak sebelum hakim garis mengangkat bendera offside. Gol tersebut akhirnya dianulir dan membuat frustrasi pemain tuan rumah semakin besar.
Atalanta tampil disiplin menjaga bentuk pertahanan sambil sesekali melancarkan serangan balik berbahaya menuju gawang Milan. Ederson menjadi motor permainan luar biasa pada lini tengah Atalanta sepanjang pertandingan berjalan. Gelandang asal Brasil tersebut tampil seperti jenderal lapangan tanpa cela.
Ederson bukan hanya mencetak gol pembuka bagi Atalanta dalam pertandingan penting tersebut. Ia juga memberikan assist matang untuk gol Giacomo Raspadori pada babak kedua laga. Statistiknya terasa brutal dengan akurasi umpan mencapai 93 persen sepanjang pertandingan.
“Ederson bermain seperti pemimpin malam ini,” ujar Raffaele Palladino usai kemenangan penting Atalanta. Palladino menilai lini tengah Atalanta berhasil mengendalikan tekanan pertandingan dengan sangat baik. Milan kesulitan menghentikan pergerakan cepat Ederson sepanjang laga.
Milan baru benar-benar bangkit ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir babak kedua yang berlangsung panas. Strahinja Pavlovic mencetak gol melalui sundulan keras pada menit ke-88 pertandingan. Gol tersebut sedikit membakar semangat San Siro yang sempat mati suri.
Drama semakin liar ketika Milan mendapatkan hadiah penalti pada masa tambahan waktu pertandingan. Christopher Nkunku maju sebagai eksekutor sambil membawa harapan terakhir publik San Siro malam itu. Penyerang asal Prancis tersebut sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3.
Namun, waktu tersisa terlalu sedikit bagi Milan untuk menciptakan keajaiban comeback pada pertandingan tersebut. Peluit panjang akhirnya terdengar dan Atalanta langsung merayakan kemenangan penting di San Siro. Milan hanya bisa tertunduk melihat peluang mereka semakin terancam.
Statistik pertandingan sebenarnya memperlihatkan dominasi Milan dalam penguasaan bola serta jumlah tembakan sepanjang laga. Rossoneri mencatat 57 persen penguasaan bola dengan total 20 tembakan menuju gawang Atalanta. Namun, efektivitas menjadi pembeda paling brutal malam itu.
Atalanta hanya menghasilkan sembilan tembakan sepanjang pertandingan, namun berhasil mencetak tiga gol kemenangan penting. Milan terlihat terlalu boros membuang peluang ketika berada di depan gawang lawan. Situasi tersebut menjadi masalah besar menjelang akhir musim kompetisi.
Kekalahan ini membuat tekanan terhadap Massimiliano Allegri semakin besar pada sisa musim Serie A. Milan kini wajib memenangkan pertandingan tersisa demi menjaga posisi zona Liga Champions musim depan. Kesalahan kecil bisa berubah menjadi bencana besar bagi Rossoneri.
Sebaliknya, Atalanta terus memperlihatkan mental kuat dalam perburuan tiket kompetisi Eropa musim depan. Tim racikan Raffaele Palladino tampil tajam, disiplin, dan penuh keberanian pada laga besar. San Siro akhirnya menjadi saksi bagaimana Atalanta mencuri kemenangan penuh darah dingin. R-02

