Serie A Italia
Napoli Hancur di Menit Akhir, Gol Salto Jonathan Rowe Bikin Maradona Membeku
Penyerang Bologna, Jonathan Rowe, merayakan gol ke gawang Napoli dalam laga giornata 36 Serie A Liga Italia di Diego Armando Maradona Stadium, Selasa (12/5/2026) dini hari WIB. (AFP)
ITALIA, SabangMerauke News - Napoli membuang peluang emas mengunci tiket Liga Champions setelah tumbang dramatis melawan Bologna pada Selasa dini hari WIB, 12 Mei 2026. Duel panas giornata ke-36 Serie A 2025/2026 di Stadion Diego Armando Maradona berakhir dengan skor liar 2-3. Gol salto Jonathan Rowe pada injury time membuat publik Naples pulang dengan wajah kusut penuh amarah.
Malam itu sebenarnya terlihat seperti kesempatan sempurna bagi Napoli untuk mengamankan posisi empat besar klasemen sementara Serie A. Pasukan Antonio Conte hanya membutuhkan kemenangan demi mempercepat langkah menuju Liga Champions musim depan secara resmi. Namun, sepak bola kadang berubah seperti badai mendadak yang menghantam tanpa aba-aba panjang.
Bologna datang ke Naples tanpa tekanan besar meski performa mereka sempat menurun beberapa pekan terakhir musim ini. Tim tamu justru tampil lepas seperti kumpulan pemain yang tidak membawa beban apa pun sepanjang pertandingan berlangsung. Napoli malah terlihat gugup sejak awal laga walau bermain di depan puluhan ribu pendukung sendiri.
Petaka pertama muncul sangat cepat ketika Federico Bernardeschi membuka skor pada menit ke-9. Mantan winger Juventus tersebut menerima bola di kotak penalti sebelum melepaskan tendangan keras menuju sudut gawang Napoli. Vanja Milinkovic-Savic hanya terpaku melihat bola meluncur deras tanpa mampu melakukan penyelamatan.
Gol cepat itu membuat suasana Stadion Diego Armando Maradona berubah tegang dan penuh suara siulan dari tribun penonton. Napoli mencoba merespons lewat penguasaan bola yang lebih agresif sambil menekan pertahanan Bologna dari berbagai sisi lapangan. Namun, permainan mereka terlihat kurang tajam akibat absennya beberapa pemain inti musim ini.
Antonio Conte kehilangan banyak senjata penting dalam laga krusial tersebut karena masalah cedera yang menghantam skuad utama. Kevin De Bruyne absen setelah mengalami benturan keras saat latihan dan membutuhkan empat jahitan pada tulang pipinya. Romelu Lukaku serta David Neres juga tidak masuk skuad sehingga lini depan Napoli kehilangan tenaga penghancur utama.
Tekanan semakin berat ketika Bologna memperoleh hadiah penalti pada menit ke-34. Pertandingan berlangsung panas dan terbuka. Juan Miranda dijatuhkan Giovanni Di Lorenzo di area terlarang sehingga wasit langsung menunjuk titik putih tanpa keraguan. Riccardo Orsolini maju sebagai algojo sambil membawa ketenangan dingin di tengah sorakan suporter tuan rumah.
Tendangan penalti Orsolini meluncur keras menuju pojok bawah gawang dan gagal dijangkau Vanja Milinkovic-Savic sepenuhnya malam itu. Bologna mendadak unggul dua gol dan membuat stadion terasa sunyi seperti kehilangan napas secara perlahan. Napoli terlihat limbung menghadapi tekanan besar saat tiket Liga Champions mulai terasa menjauh.
Namun, Napoli belum sepenuhnya mati sebelum turun minum dan masih menyimpan bara perlawanan dari dalam permainan mereka. Giovanni Di Lorenzo memperkecil ketertinggalan pada masa injury time babak pertama melalui penyelesaian jarak dekat cukup tenang. Gol sang kapten membangunkan kembali semangat stadion yang sebelumnya tenggelam dalam ketegangan panjang.
Babak kedua baru berjalan beberapa menit ketika Napoli akhirnya menemukan momentum kebangkitan yang sempat hilang sebelumnya malam itu. Alisson Santos sukses mencetak gol penyeimbang setelah menerima umpan mendatar Rasmus Hojlund dari sisi kanan serangan. Tendangan kerasnya membuat skor berubah menjadi 2-2 dan stadion kembali bergemuruh dengan sangat keras.
Gol tersebut membuat pertandingan berubah liar dengan kedua tim saling menyerang tanpa rasa takut sedikit pun sepanjang laga. Napoli terlihat semakin agresif mencari gol kemenangan demi mengamankan posisi mereka di papan atas klasemen Serie A. Bologna memilih bertahan sambil sesekali melepaskan serangan balik cepat yang cukup merepotkan pertahanan tuan rumah.
Antonio Conte terus berdiri gelisah di pinggir lapangan sambil memberi instruksi keras kepada pemain sepanjang babak kedua. Pelatih asal Italia itu sadar hasil imbang tetap terasa berbahaya bagi posisi Napoli dalam persaingan empat besar musim ini. Juventus, AC Milan, AS Roma, bahkan Como terus membayangi dari belakang dengan jarak poin yang cukup rapat.
Napoli sebenarnya memiliki beberapa peluang emas untuk membalikkan keadaan menjadi kemenangan penting di hadapan pendukung sendiri malam itu. Scott McTominay sempat mengancam melalui tendangan keras dari luar kotak penalti meski bola masih melebar tipis. Rasmus Hojlund juga memperoleh ruang tembak yang bagus, namun gagal memanfaatkan kesempatan secara maksimal.
Bologna tidak tinggal diam menghadapi tekanan panjang dari Napoli sepanjang babak kedua pertandingan berjalan semakin panas malam itu. Lewis Ferguson dan Remo Freuler bekerja keras menjaga ritme permainan sambil menahan gelombang serangan tuan rumah terus-menerus. Tim tamu terlihat disiplin menunggu celah kecil demi mencuri momentum yang menentukan pertandingan.
Saat laga tampak akan berakhir imbang, petaka besar akhirnya datang menghantam Napoli pada masa injury time pertandingan tersebut. Jonathan Rowe yang masuk dari bangku cadangan tiba-tiba mencetak gol spektakuler melalui tendangan salto akrobatik luar biasa. Bola meluncur deras ke pojok gawang dan membuat stadion langsung membeku mendadak.
Gol menit 90+1 itu terasa seperti palu besar menghantam mimpi Napoli untuk mengamankan tiket Liga Champions lebih cepat musim ini. Pemain Bologna berlari liar merayakan kemenangan dramatis, sementara pemain Napoli terlihat terduduk lemas penuh penyesalan. Antonio Conte hanya terpaku di pinggir lapangan sambil memandangi papan skor dengan wajah frustrasi.
“Pertandingan seperti ini sangat menyakitkan karena detail kecil mengubah seluruh hasil akhir,” ujar Antonio Conte, pelatih Napoli. “Kami kehilangan fokus pada menit akhir dan langsung menerima hukuman berat malam ini,” lanjut mantan pelatih Juventus tersebut.
Kekalahan tersebut membuat Napoli tetap tertahan di posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi tujuh puluh poin musim ini. Namun, posisi mereka belum sepenuhnya aman karena AS Roma terus menekan dengan selisih tiga angka di belakang. Como bahkan masih memiliki peluang mengejutkan setelah tampil konsisten sepanjang paruh akhir musim Serie A.
Persaingan empat besar Liga Italia kini semakin panas menjelang dua pertandingan terakhir musim 2025/2026 yang berjalan menegangkan. Napoli wajib segera bangkit jika tidak ingin musim yang awalnya terlihat nyaman berubah menjadi mimpi buruk panjang. Kesalahan kecil bisa membuat mereka kehilangan tiket Liga Champions secara tragis.
Sementara Bologna menikmati kemenangan penting yang menghentikan tren buruk tanpa kemenangan dalam tiga laga terakhir Serie A sebelumnya. Tim asuhan Vincenzo Italiano memang sudah keluar dari persaingan Eropa, namun kemenangan di Naples terasa sangat spesial. Jonathan Rowe berubah menjadi pahlawan dadakan lewat satu tendangan salto yang bakal terus dikenang pendukung Bologna.
“Tim menunjukkan karakter luar biasa saat menghadapi tekanan besar di stadion penuh seperti ini,” kata Vincenzo Italiano, pelatih Bologna. “Gol Jonathan Rowe memperlihatkan keberanian pemain muda mengambil momen penting pertandingan,” lanjutnya usai laga dramatis tersebut.
Publik Napoli meninggalkan stadion dengan langkah lambat sambil menahan kekecewaan mendalam akibat kekalahan yang sangat menyakitkan tersebut malam itu. Mereka sempat melihat harapan bangkit ketika Alisson Santos menyamakan kedudukan pada awal babak kedua pertandingan berlangsung. Namun, satu tendangan salto Jonathan Rowe menghancurkan seluruh mimpi indah itu hanya dalam beberapa detik.
Sepak bola Italia kembali memperlihatkan wajah gilanya pada malam panjang penuh drama di Stadion Diego Armando Maradona tersebut. Napoli hampir menyentuh tiket Liga Champions sebelum akhirnya terjatuh akibat kelengahan kecil pada detik-detik akhir pertandingan. Bologna pulang membawa kemenangan liar sementara Naples tenggelam dalam malam penuh luka dan penyesalan. R-02

