Pembekalan LPDP 2026 di Halim: Ada Latihan TNI, Ini Tujuan Sebenarnya
Penerima beasiswa LPDP 2026 wajib mengikuti pembekalan intensif sebelum keberangkatan studi resmi. Foto : Istimewa
Jakarta, SABANGMERAUKE NEWS - Penerima beasiswa LPDP 2026 wajib mengikuti pembekalan intensif sebelum keberangkatan studi resmi.
Program berlangsung 4 hingga 9 Mei 2026 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Kegiatan ini diikuti awardee jenjang magister dan doktor untuk studi dalam negeri maupun luar negeri.
Pembekalan menjadi bagian penting dari program Persiapan Keberangkatan yang diselenggarakan LPDP secara rutin.
Program ini dirancang memastikan kesiapan akademik dan nonakademik peserta sebelum memulai studi di kampus tujuan.
Seluruh rangkaian kegiatan disusun sistematis dengan pendekatan disiplin, kepemimpinan, serta penguatan karakter nasionalisme.
Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP, Lukmanul Hakim menegaskan pentingnya program pembekalan tersebut.
Ia mengatakan kegiatan ini telah menjadi komponen utama sejak awal program beasiswa LPDP diluncurkan pemerintah.
“Kegiatan PK menjadi bagian penting memastikan kesiapan akademik dan nonakademik penerima beasiswa,” ujar Lukmanul.
Materi pembekalan mencakup penguatan karakter, nilai kebangsaan, kepemimpinan, etika, serta kesiapan mental sosial.
Peserta juga mengikuti pelatihan luar ruangan untuk membangun ketangguhan, komunikasi, serta kemampuan adaptasi lingkungan baru.
“Kegiatan outdoor melatih kedisiplinan, kerja sama, serta kemampuan adaptasi menghadapi tantangan studi,” jelas Lukmanul.
Program ini juga melibatkan unsur Tentara Nasional Indonesia sebagai bagian dari pembentukan disiplin peserta.
Keterlibatan TNI difokuskan pada latihan karakter, bukan pendekatan militeristik seperti persepsi sebagian kalangan.
Pendekatan tersebut bertujuan menciptakan pribadi tangguh yang siap menghadapi tekanan akademik global kompetitif.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menilai pembekalan sangat penting bagi awardee LPDP.
Ia menekankan pentingnya disiplin, kerja keras, serta semangat kebangsaan selama menjalani pendidikan di luar negeri.
“Supaya setelah kembali, mereka memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa Indonesia,” kata Brian.
Brian juga menyoroti potensi culture shock yang sering dialami mahasiswa Indonesia saat belajar di luar negeri.
Pembekalan ini dirancang mengurangi risiko tersebut melalui penguatan mental, adaptasi budaya, serta kesiapan sosial.
“Supaya tidak mengalami culture shock, penguatan disiplin dan kebangsaan menjadi sangat penting,” tambah Brian.
Ia menyebut pemateri akan dipilih berdasarkan pengalaman relevan dengan kebutuhan peserta selama menjalani studi.
Namun hingga saat ini daftar narasumber belum diumumkan secara resmi kepada publik luas.
Brian memastikan materi tetap disesuaikan dengan tantangan global yang akan dihadapi para penerima beasiswa.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pembekalan bukan bertujuan membentuk sikap militeristik.
Ia menjelaskan latihan fisik seperti sit-up dan push-up berfungsi membangun disiplin serta karakter peserta.
“Latihan itu untuk memperkuat nasionalisme dan kedisiplinan, bukan tujuan militeristik,” ujar Purbaya.
Menurutnya, kedisiplinan erat kaitannya dengan rasa cinta terhadap negara yang harus ditanamkan sejak awal.
Latihan sederhana tersebut dinilai efektif membentuk mental kuat serta tanggung jawab sebagai penerima beasiswa negara.
Purbaya menekankan pentingnya menjaga sikap selama menempuh pendidikan di luar negeri.
Ia mengingatkan agar penerima beasiswa tidak merendahkan Indonesia setelah mendapatkan pengalaman global internasional.
Fenomena tersebut pernah terjadi sebelumnya dan menjadi perhatian serius pemerintah dalam evaluasi program beasiswa.
“Jangan sampai pulang justru menghina negara sendiri setelah belajar di luar negeri,” tegas Purbaya.
Pembekalan LPDP 2026 menjadi strategi pemerintah mencetak sumber daya manusia unggul berdaya saing global.
Program ini menggabungkan aspek akademik, karakter, serta nasionalisme dalam satu pendekatan terintegrasi berkelanjutan.
Dengan pembekalan ini, awardee diharapkan mampu belajar optimal sekaligus membawa dampak positif bagi Indonesia.(R-04)

