SF Hariyanto Panggil Pertamina Patra Niaga Buntut BBM Subsidi Kosong di SPBU: Jangan Rugikan Masyarakat!
Antrean panjang BBM di Riau memicu respons tegas Plt Gubernur SF Hariyanto. Foto : Istimewa
Pekanbaru, SABANGMERAUKE NEWS - Antrean panjang BBM di Riau memicu respons tegas Plt Gubernur SF Hariyanto.
Antrean panjang kendaraan terjadi di berbagai SPBU wilayah Riau selama beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu keluhan masyarakat karena waktu tunggu pengisian BBM semakin lama. Warga harus mengantre sejak pagi hingga malam demi mendapatkan bahan bakar kendaraan mereka.
Situasi lapangan menunjukkan antrean mengular hingga ke badan jalan utama kota Pekanbaru. Pengendara roda dua dan roda empat rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan Pertalite. Kekhawatiran kehabisan BBM membuat warga memilih tetap bertahan dalam antrean panjang tersebut.
Fadli Ismail mengungkapkan pengalaman menunggu lebih dari satu jam saat mengisi BBM. “Biasanya tidak selama ini, sekarang bisa lebih dari satu jam menunggu giliran,” ujarnya. Kondisi tersebut terjadi di SPBU Jalan Subrantas Panam Pekanbaru sejak pagi hari.
Keluhan juga datang dari pekerja harian serta pelaku usaha kecil yang terdampak langsung. Aktivitas ekonomi mereka terganggu akibat waktu terbuang selama antrean panjang berlangsung setiap hari. Kondisi ini dinilai bertentangan dengan pernyataan stok BBM yang disebut dalam kondisi aman.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto langsung merespons cepat situasi antrean BBM tersebut. Ia memanggil pihak Pertamina untuk meminta penjelasan terkait kondisi distribusi di lapangan. Pertemuan digelar di Kantor Gubernur Riau dengan agenda evaluasi distribusi BBM.
Dalam rapat tersebut, Pertamina memastikan ketersediaan BBM sebenarnya masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Sales Area Manager Retail Riau Wilson Eddi Wijaya menyampaikan distribusi terus berjalan normal. “Kami pastikan stok BBM tersedia dan distribusi terus dijaga agar tetap lancar,” ujarnya.
Meski stok tersedia, Pertamina mengakui terjadi lonjakan konsumsi signifikan dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan ini dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap isu kenaikan harga BBM yang beredar luas. Akibatnya, pembelian dilakukan dalam jumlah lebih besar dari kondisi normal sebelumnya.
Pertamina kemudian mengambil langkah percepatan distribusi untuk mengatasi lonjakan permintaan masyarakat tersebut. SPBU diminta membuka layanan lebih awal mulai pukul enam pagi setiap hari. Pengiriman BBM juga dimajukan menjadi pukul lima tiga puluh pagi agar pasokan tersedia.
“Sehingga saat SPBU mulai beroperasi, pasokan sudah tersedia dan langsung melayani masyarakat,” jelas Wilson. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi antrean panjang yang terjadi selama beberapa hari terakhir. Koordinasi juga diperkuat dengan Hiswana Migas serta pemerintah daerah untuk pengawasan distribusi.
Menanggapi penjelasan tersebut, SF Hariyanto menegaskan pentingnya distribusi berjalan tepat sasaran. Ia menilai antrean panjang tidak boleh terus terjadi karena merugikan masyarakat luas. “Kami minta distribusi benar-benar diawasi, jangan sampai masyarakat terus dirugikan antrean panjang,” tegasnya.
Hariyanto menekankan situasi ini menjadi catatan serius bagi pemerintah daerah dan Pertamina. Ia meminta langkah cepat dan konkret agar kepercayaan publik tidak terus menurun. Pemerintah daerah juga berkomitmen memperketat pengawasan distribusi BBM di seluruh wilayah Riau.
Pengawasan lapangan akan ditingkatkan bersama instansi terkait guna mencegah potensi penyimpangan distribusi. Pemerintah ingin memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun distribusi yang tidak tepat sasaran. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan BBM bagi masyarakat.
Selain pengawasan, edukasi kepada masyarakat juga menjadi fokus penting dalam penanganan situasi ini. Warga diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memperparah antrean panjang. Pola konsumsi normal dinilai penting menjaga distribusi tetap merata dan terkendali.
SF Hariyanto berharap langkah percepatan distribusi segera menunjukkan hasil signifikan di lapangan. Ia ingin antrean panjang segera terurai dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. “Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan,” ujarnya menegaskan.
Kondisi antrean BBM ini menjadi ujian koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina. Respons cepat dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat Riau. Langkah percepatan distribusi diharapkan menjadi solusi konkret mengatasi keresahan publik saat ini.(R-04)

