Program Baru LPDP: Disiplin ala TNI untuk Cegah Lulusan “Lupa Negara”
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan tujuan pelibatan TNI dalam pembekalan penerima beasiswa LPDP. Foto : Istimewa
Jakarta, SABANGMERAUKE NEWS - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan tujuan pelibatan TNI dalam pembekalan penerima beasiswa LPDP.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menghadirkan pendekatan baru dalam pembinaan penerima beasiswa LPDP. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelibatan TNI bukan untuk kepentingan militer. Fokus utama diarahkan pada pembentukan karakter, disiplin, serta penguatan rasa nasionalisme peserta.
Menurut Purbaya, latihan fisik menjadi bagian penting dalam proses pembekalan sebelum keberangkatan studi luar negeri. Aktivitas sederhana seperti sit-up dan push-up dinilai efektif membangun kedisiplinan peserta. “Bukan untuk perang, tapi memperkuat rasa nasionalisme dan kedisiplinan,” ujarnya dalam temu media.
Ia menilai disiplin memiliki kaitan erat dengan kecintaan terhadap negara dalam jangka panjang. Pembekalan tersebut diharapkan membentuk sikap tanggung jawab penerima beasiswa terhadap Indonesia. Program ini dirancang agar peserta tetap memiliki orientasi kontribusi setelah menyelesaikan pendidikan.
Purbaya menyoroti fenomena penerima beasiswa yang dinilai kehilangan kedekatan dengan negara setelah belajar di luar negeri. Ia menganggap kondisi tersebut harus diantisipasi melalui pembinaan sejak awal keberangkatan. “Jangan sampai pulang justru menghina negara sendiri,” tegasnya menekankan.
Selain aspek karakter, pemerintah juga mempertimbangkan efisiensi anggaran dalam kebijakan tersebut. Purbaya menyebut biaya pelibatan TNI relatif kecil dibandingkan total investasi pendidikan luar negeri. Ia menilai tambahan anggaran tersebut sepadan dengan manfaat jangka panjang bagi negara.
Menurutnya, negara mengeluarkan dana besar untuk membiayai pendidikan penerima beasiswa di berbagai negara. Risiko kerugian dinilai tinggi jika lulusan tidak kembali berkontribusi di dalam negeri. “Kalau tidak kembali, kerugian negara jauh lebih besar,” ujarnya menegaskan.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat arah strategis program LPDP ke depan. Pemerintah berencana menggeser fokus beasiswa ke bidang sains dan teknologi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi persaingan global berbasis inovasi.
Purbaya mengungkapkan temuan terkait dominasi jurusan non-STEM di kalangan penerima beasiswa luar negeri. Ia menilai kondisi tersebut belum sejalan dengan kebutuhan pembangunan nasional berbasis teknologi. “Sebagian besar bukan bidang yang dibutuhkan, ini akan diubah,” ujarnya.
Perubahan kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Penguasaan teknologi menjadi faktor kunci dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan ke depan. Pemerintah ingin memastikan lulusan LPDP mampu menjadi motor penggerak inovasi nasional.
Dengan pendekatan baru ini, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh. Disiplin, nasionalisme, serta kompetensi teknis menjadi pilar utama dalam pembinaan peserta. Kebijakan ini diharapkan memperkuat kontribusi nyata lulusan bagi kemajuan Indonesia.(R-04)

