BBM Nonsubsidi Melonjak, Nasib RON 92 Jadi Sorotan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia membuka peluang kenaikan harga RON 92. Foto : Istimewa
Jakarta, SABANGMERAUKE NEWS - Harga BBM RON 92 masih tertahan sejak Maret 2026 di tengah lonjakan jenis nonsubsidi.
Harga bahan bakar minyak jenis RON 92 belum mengalami kenaikan sejak Maret tahun ini.
Kondisi berbeda terlihat pada sejumlah BBM nonsubsidi lain yang mengalami lonjakan cukup signifikan.
Perbedaan ini memicu pertanyaan publik terkait potensi penyesuaian harga dalam waktu dekat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia membuka peluang kenaikan harga RON 92.
Ia mengaku telah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pengelola SPBU swasta nasional.
“Jika penyesuaian diperlukan, keputusan tersebut tidak menjadi persoalan,” ujar Bahlil dalam keterangannya.
Menurut Bahlil, pelaku usaha energi tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat serta dinamika pasar global.
Ia menilai perusahaan memiliki pertimbangan matang sebelum mengambil keputusan terkait harga jual BBM.
“Pelaku usaha melihat situasi secara menyeluruh sebelum menentukan langkah penyesuaian harga,” katanya menegaskan.
Regulasi pemerintah mengatur harga BBM nonsubsidi mengikuti pergerakan pasar energi internasional secara langsung.
Aturan tersebut tercantum dalam kebijakan Kementerian ESDM yang mengatur harga bahan bakar industri nasional.
Dengan mekanisme ini, perubahan harga global akan berdampak langsung pada harga jual domestik.
Data lapangan menunjukkan harga RON 92 relatif stabil di berbagai jaringan SPBU nasional.
Di Vivo Energy, harga Revvo 92 masih berada pada level Rp12.390 per liter.
Namun harga Diesel Primus melonjak drastis dari Rp14.610 menjadi Rp30.890 per liter.
Kenaikan serupa terjadi pada jaringan BP di Indonesia.
Harga Ultimate Diesel naik tajam dari Rp25.560 menjadi Rp30.890 per liter saat ini.
Sementara produk BP 92 tetap Rp12.390 dan Ultimate berada di kisaran Rp12.930 per liter.
Di sisi lain, Pertamina masih mempertahankan harga Pertamax pada Rp12.300 per liter.
Namun beberapa produk nonsubsidi lain mengalami kenaikan cukup tinggi dalam periode yang sama.
Pertamax Turbo mencapai Rp19.400, Dexlite Rp23.600, dan Pertamina Dex menyentuh Rp23.900 per liter.
Kondisi ini menunjukkan tekanan harga lebih besar terjadi pada BBM non-RON 92 di pasar.
Stabilitas harga RON 92 menjadi perhatian utama masyarakat di tengah kenaikan biaya energi.
Keputusan penyesuaian harga ke depan akan sangat bergantung pada pergerakan pasar global.(R-04)

