Setahun Menghilang Misterius, Anggota DPRD Kampar Ini Akhirnya Resmi Dipecat DPP PAN!
Irwan Saputra (sumber: jaringnasional)
RIAU, SabangMerauke News - Gedung DPRD Kampar mendadak gempar saat rapat paripurna laporan reses digelar Senin siang, 4 Mei 2026. Sosok anggota dewan Irwan Saputra yang menghilang misterius selama setahun akhirnya resmi dipecat partainya. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) mengambil langkah tegas untuk mengakhiri drama kursi kosong tersebut.
Masyarakat selama ini kerap mempertanyakan keberadaan wakil rakyat yang terpilih dari Daerah Pemilihan I. Irwan Saputra tercatat tidak pernah menginjakkan kaki di kantor sejak bulan Mei tahun 2025 lalu. Penantian panjang publik berakhir ketika surat pemberhentian dibacakan di hadapan seluruh peserta rapat paripurna.
Wakil Ketua DPRD Kampar, Iib Nursaleh, memimpin langsung jalannya persidangan yang sangat menentukan nasib itu. Pelaksana Tugas Sekretaris DPRD, Ahmad Fais, membacakan surat pengantar dari pengurus daerah terkait proses pemecatan. Isinya meminta pimpinan dewan segera memproses pemberhentian Irwan Saputra sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Keputusan yang dikeluarkan oleh pusat sudah melewati mekanisme partai yang sangat panjang dan sangat matang," ujar Ketua DPD PAN Kampar Zulpan Azmi saat memberikan keterangan pers Senin sore.
Partai Matahari Putih mengklaim telah berkali-kali melakukan pemanggilan resmi kepada sang politisi yang mangkir. Surat peringatan keras juga sudah dilayangkan, namun sama sekali tidak membuahkan respons dari yang bersangkutan. Bahkan pengurus partai sempat berkomunikasi dengan anggota keluarga guna melacak keberadaan sang wakil rakyat malang.
Kini Sekretariat DPRD Kampar langsung bergerak cepat melakukan verifikasi administrasi terhadap seluruh berkas yang masuk. Mereka juga berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum daerah guna mencari nama calon pengganti antarwaktu. Perolehan suara terbanyak berikutnya pada pemilihan legislatif tahun 2024 silam akan menjadi acuan utama terpilihnya.
Nama Irwan Saputra sendiri sebenarnya sudah lama menjadi sorotan panas dalam kasus hukum yang besar. Ia diduga kuat ikut terseret dalam skandal korupsi Kredit Usaha Rakyat di bank milik negara. Nilai kerugian negara dalam kasus ini ditaksir mencapai angka fantastis yakni sebesar Rp72,8 miliar rupiah.
Modus operandi yang digunakan pelaku adalah penyaluran kredit fiktif kepada ratusan debitur yang tidak layak. Sebanyak 692 data nasabah disalahgunakan untuk mencairkan dana selama periode tahun 2021 hingga tahun 2023. Kasus ini melibatkan pejabat bank serta beberapa pihak luar yang berperan sebagai pencari debitur palsu.
Meskipun status hukum Irwan Saputra belum ditetapkan sebagai tersangka, namanya terus disebut dalam persidangan sebelumnya. Kejaksaan Negeri Kampar juga telah melayangkan panggilan namun sang anggota dewan selalu mangkir secara misterius. Pelarian panjang ini diduga kuat berhubungan erat dengan pengusutan kasus korupsi yang merugikan uang rakyat.
Proses hukum di Pengadilan Negeri Pekanbaru sendiri telah menjatuhkan vonis berat bagi para aktor intelektual. Eks pimpinan cabang bank tersebut bahkan dituntut hukuman penjara selama tiga belas tahun oleh jaksa. Kehadiran Irwan Saputra sebagai saksi kunci sangat dibutuhkan guna mengungkap tuntas aliran dana haram tersebut.
Setelah verifikasi berkas tuntas, Ketua DPRD akan menyurati Bupati Kampar untuk diteruskan kepada Gubernur Riau. Surat Keputusan Gubernur nantinya akan menjadi dasar hukum utama peresmian pemberhentian serta pengangkatan anggota baru. Kursi Fraksi PAN tidak boleh dibiarkan kosong terlalu lama agar fungsi pengawasan tetap berjalan optimal.
Badan Musyawarah DPRD juga tengah menyusun estimasi waktu pelaksanaan rapat paripurna pengucapan sumpah janji jabatan. Langkah ini penting diambil demi menjaga marwah lembaga legislatif yang sempat tercoreng akibat ulah oknum. Publik berharap pengganti yang baru memiliki integritas jauh lebih baik daripada anggota dewan yang lama.
Zulpan Azmi menegaskan bahwa tugas pengurus daerah hanya meneruskan instruksi organisasi pusat yang sudah mutlak. Rapat pimpinan dewan juga sudah digelar sesuai dengan mekanisme tata tertib yang berlaku secara internal. Semua pihak sepakat bahwa tindakan menghilang tanpa kabar merupakan pelanggaran etik berat bagi pejabat publik.
Misteri pelarian Irwan Saputra masih menjadi teka-teki besar bagi aparat penegak hukum di wilayah Riau. Belum ada kepastian apakah ia masih berada di dalam negeri atau sudah melarikan diri ke luar. Pihak kepolisian dan kejaksaan terus memantau setiap pergerakan guna menyeret pelaku korupsi ke meja hijau.
Kasus ini menjadi pelajaran sangat berharga bagi setiap partai politik dalam melakukan seleksi calon legislatif. Loyalitas dan integritas harus menjadi syarat utama sebelum seseorang diusung menjadi wakil rakyat yang terhormat. Rakyat Kampar kini menunggu sosok baru yang benar-benar mau bekerja keras untuk kemajuan daerah mereka. R-02

