Ditangkap di Dumai, Kurir Narkoba Internasional Ditangkap Bareskrim Sembunyi di Kamar Hotel, Barang Bukti 18 Kg Sabu
Ilustrasi dan infografis pengungkapan penyelundupan narkoba di Dumai. Foto: SM News/Created by AI
RIAU, SabangMerauke News - Bareskrim Polri sukses membongkar sindikat narkoba internasional Malaysia-Indonesia di wilayah Kota Dumai, Riau, pada 26 dan 27 April 2026. Operasi besar tersebut mengamankan belasan kilogram sabu senilai miliaran rupiah dari tangan para pelaku muda. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, memimpin langsung pengungkapan jaringan lintas negara tersebut.
Pengejaran sengit terjadi antara mobil Innova Reborn dan tim gabungan Bareskrim Polri di lapangan Dumai. Dua kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi demi menghindari hadangan petugas kepolisian daerah Dumai, Riau tersebut. Satu mobil silver akhirnya kehilangan kendali lalu menghantam pohon besar di pinggir jalan lintas utama.
Aparat menemukan barang bukti sabu seberat 16.897,21 gram netto dalam karung plastik besar di gudang. Terdapat pula 30.000 butir pil ekstasi berwarna-warni berlogo merek mewah ternama dunia LV. Tim gabungan menyita tambahan 500 butir etomidate merek Yazuza XL bernilai ekonomi sangat fantastis.
Total nilai ekonomi seluruh barang bukti sitaan mencapai angka kerugian negara Rp60,9 miliar. Sabu menyumbang nilai tertinggi mencapai Rp33 miliar dalam pasaran gelap narkotika saat ini. Bisnis haram jaringan Malaysia ini berpotensi merusak masa depan ratusan ribu generasi muda bangsa.
"Tim melakukan pemantauan intensif setelah mendapatkan informasi terkait aktivitas mencurigakan jaringan internasional," ujar Eko Hadi Santoso, Kamis, 30 April 2026. Penangkapan berlanjut hingga penggerebekan kamar hotel di pusat Kota Dumai tanpa perlawanan berarti.
Tiga tersangka berinisial AFK alias Adit, RT, serta RAE resmi memakai rompi tahanan oranye. Mereka tergiur dengan upah besar demi menjadi kurir serta pengendali lapangan bisnis narkotika lintas negara.
Aditya Febry Kurniawan tertangkap berusaha melarikan diri saat mobil Innova Reborn miliknya hancur. Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas terukur karena aksi pelaku sangat membahayakan nyawa personel lapangan. Tim menemukan satu unit mobil lain yang ditinggalkan sepanjang jalan lintas Duri menuju Dumai.
Penggeledahan mobil Toyota Innova warna putih mengungkap penyimpanan narkotika dalam karung bawah kursi penumpang. Penelusuran membawa aparat kepolisian menuju sebuah hotel, lokasi persembunyian dua rekan pelaku lainnya. Riski Trikuncoro bersama Rachmad Amin Edriansyah tidak berkutik saat polisi masuk menyergap kamar mereka.
Hasil pemeriksaan mendalam mengungkap peran strategis masing-masing pemuda tanggung tersebut dalam distribusi gelap narkoba. Riski Trikuncoro bertindak sebagai pengendali lapangan yang mengatur alur pergerakan barang haram asal Malaysia. Sementara itu, Aditya dan Rachmad menjadi kurir pengantar paket sabu antarkota di Provinsi Riau.
"Ini menjadi perhatian serius karena para pelaku masih berusia muda dan berstatus sebagai pelajar," jelasnya. Jenderal bintang satu itu merasa prihatin atas rekrutmen generasi muda dalam sindikat internasional berbahaya.
Polisi menetapkan perempuan bernama Ratumas Okta Cahyani sebagai daftar pencarian orang dalam kasus besar di Dumai ini. Ratumas diduga kuat menjadi otak utama pengendali jaringan narkoba yang beroperasi di markas besar Malaysia. Nama perempuan tersebut kini masuk dalam radar perburuan internasional Interpol bersama polisi diraja Malaysia.
Barang bukti ekstasi berlogo LV menjadi tren baru penyebaran narkoba yang menyasar segmen kelas menengah. Kemasan menarik serta logo merek fashion mewah bertujuan mengelabui pemeriksaan petugas pelabuhan tikus Dumai. Penyelundupan melalui jalur laut lintas Selat Malaka tetap menjadi ancaman keamanan paling utama bagi Riau.
Nilai aset sitaan etomidat merek Yazuza XL mencapai angka fantastis, yakni Rp15,5 miliar total. Obat keras ini sering disalahgunakan sebagai campuran narkotika sintetis demi meningkatkan efek fly pengguna. Polri memperingatkan masyarakat mengenai bahaya etomidate yang bisa merusak saraf permanen otak manusia dewasa.
Estimasi dampak penyelamatan masyarakat dari operasi besar Dumai mencapai angka 106.694 jiwa generasi bangsa. Keberhasilan ini membuktikan efektivitas kerja sama tim Subdirektorat IV serta Subdirektorat II Dittipidnarkoba Bareskrim. Satgas NIC turut andil besar dalam memetakan titik koordinat transaksi di tengah Selat Malaka. R-02

