Rahasia Gelap Klinik Arauna: Suntikan Maut Eks Finalis Kecantikan Bikin Rambut Tak Tumbuh
Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Polda Riau resmi menangkap eks finalis Putri Indonesia Riau 2024, Jeni Rahmadial Fitri (JRF). Ia nekat menjalankan praktik dokter kecantikan ilegal tanpa memiliki kompetensi medis resmi. Sebanyak 15 korban mengalami kerusakan wajah hingga cacat permanen akibat tindakan medis ilegal.
Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro, memaparkan detail kasus hukum ini. Penjelasan resmi berlangsung di Mapolda Riau pada Rabu, 29 April 2026.Petugas meringkus JRF di kediaman keluarganya kawasan Bukit Ambacang Kota Bukittinggi Sumatera Barat.
Tersangka sebelumnya sempat mangkir dua kali dari panggilan penyidik kepolisian secara berturut-turut. Pelarian berakhir setelah tim Subdit 4 melacak persembunyian tersangka di wilayah Sumatera Barat. Polisi segera membawa pelaku menuju Pekanbaru guna menjalani proses hukum lebih lanjut sekarang.
Kasus mencuat setelah laporan korban NS yang mengalami luka serius pada bagian wajah. Korban menjalani prosedur facelift berisiko tinggi di Arauna Beauty Klinik Jalan Tengku Bey. Hasilnya justru pendarahan hebat serta infeksi bernanah yang sangat menyiksa kondisi fisik korban.
Pembengkakan parah memaksa korban menjalani operasi lanjutan di fasilitas kesehatan Kota Batam. Cacat permanen berupa luka pada kulit kepala membuat rambut korban tidak bisa tumbuh lagi. "Korban mengalami pendarahan hebat dan infeksi serius di wajah dan kepala," jelas Ade Kuncoro.
Daftar korban terus bertambah hingga mencapai 15 orang dengan kondisi wajah sangat memprihatinkan. Salah satu pasien bahkan gagal operasi bibir dua kali hingga mengalami trauma psikis. Para korban tergiur dengan janji manis wajah cantik tanpa mengecek legalitas profesi sang dokter.
Praktik berisiko ini ternyata sudah berjalan lama sejak 2019 sampai tahun 2025 kemarin. JRF mematok tarif tinggi mencapai angka 16 juta rupiah untuk setiap tindakan medis. Kekayaan instan terkumpul dari hasil menipu pasien menggunakan gelar dokter palsu selama bertahun-tahun.
Tersangka sebenarnya tidak memiliki latar belakang pendidikan kedokteran maupun tenaga kesehatan resmi apa pun. Pelaku hanya mengandalkan sertifikat pelatihan singkat di Jakarta pada tahun 2019 silam itu. Sertifikat tersebut sejatinya khusus bagi tenaga medis profesional, bukan untuk orang awam biasa.
Tersangka mendapat akses pelatihan karena memiliki kedekatan khusus dengan oknum panitia penyelenggara acara. Kedekatan tersebut memuluskan langkah JRF untuk mengantongi secarik kertas legalitas palsu demi membuka klinik. Berbekal modal nekad, pelaku berani menyuntik serta menyayat kulit pasien layaknya spesialis bedah.
Penyidik menaikkan status hukum JRF dari saksi menjadi tersangka pada 28 April 2026. Dua alat bukti kuat sudah cukup menjebloskan eks-finalis kecantikan ini ke penjara. Penahanan resmi bertujuan memudahkan proses penyidikan tanpa ada gangguan dari oknum luar mana pun.
Kasus ini bukan sekadar pelanggaran administratif biasa, melainkan tindak pidana kesehatan yang sangat serius. Nyawa masyarakat menjadi taruhan ketika orang tanpa ilmu medis berani melakukan tindakan bedah. "Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi berdampak serius terhadap kesehatan," tegas Ade Kuncoro.
Polda Riau memastikan akan menindak tegas setiap praktik ilegal di bidang kesehatan di wilayahnya. Masyarakat dihimbau lebih selektif memilih klinik kecantikan agar terhindar dari malapraktik dokter gadungan. Nama besar serta gelar kecantikan bukan jaminan seseorang memiliki kemampuan medis secara profesional.
Jangan mudah tergiur oleh promosi harga murah atau diskon besar lewat media sosial mana pun. Pastikan tempat layanan memiliki izin resmi dari dinas kesehatan serta dokter bersertifikat kompetensi. "Jangan mudah tergiur oleh harga murah atau promosi menarik," kata Ade Kuncoro.
Tim penyidik masih terus mendalami aliran dana hasil kejahatan praktik kedokteran ilegal tersebut. Fasilitas klinik Arauna Beauty nampak mewah, namun ternyata menyimpan bahaya maut bagi para pasien. Peralatan medis yang digunakan tersangka kini tersita sebagai barang bukti penting di kantor polisi.
Seorang asisten klinik tersangka turut menjalani pemeriksaan intensif terkait peran membantu tindakan medis ilegal. Aparat kepolisian menduga ada jaringan lebih luas yang memayungi praktik dokter gadungan ini. Penelusuran aset milik tersangka menjadi agenda prioritas penyidik guna memulihkan kerugian para korban.
Trauma mendalam menghantui para wanita yang menjadi korban malapraktik eks-finalis kecantikan ini. Wajah yang awalnya ingin dipercantik justru berubah menjadi pemandangan ngeri penuh luka bekas jahitan. Psikolog pendamping mulai memberikan terapi bagi korban yang kehilangan kepercayaan diri secara drastis.
Ade Kuncoro meminta masyarakat segera melapor jika pernah menjadi pasien JRF. Identitas pelapor akan dijamin kerahasiaannya guna kelancaran proses hukum di pengadilan nanti pagi. Ruang tahanan kini menjadi tempat tinggal baru bagi sang mantan bintang panggung kecantikan.
Investigasi polisi mengungkap fakta bahwa JRF sering berpindah tempat tinggal selama masa pelarian. Bukittinggi menjadi pelabuhan terakhir sebelum tim buser Polda Riau mencium jejak keberadaan tersangka. Keluarga tersangka nampak kooperatif saat petugas melakukan penggeledahan di rumah kediaman Bukit Ambacang, Bukittinggi, Sumatera Barat.
Drama penangkapan di Bukittinggi sempat menarik perhatian warga yang tinggal di kawasan Bukit Ambacang. JRF tidak memberikan perlawanan saat petugas menunjukkan surat perintah penangkapan resmi di depan keluarga. Perjalanan panjang dari Bukittinggi menuju Pekanbaru ditempuh dengan pengawalan ketat tim opsnal kepolisian.
Masyarakat Riau merasa terpukul mengetahui sosok figur publik terlibat dalam skandal medis yang mengerikan. Ajang kecantikan seharusnya melahirkan sosok inspiratif bukan oknum kriminal yang membahayakan nyawa orang. Kasus JRF menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pengusaha jasa estetika di Indonesia sekarang.
Legalitas praktik kedokteran tidak bisa dinegosiasikan hanya dengan sertifikat kursus singkat tanpa ijazah. Kedekatan dengan panitia pelatihan tidak boleh menjadi jalan pintas untuk mendapatkan izin praktik medis. Institusi kesehatan harus memperketat verifikasi peserta kursus agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Gelar Putri Indonesia Riau 2024 kini nampak pudar tertutup debu kasus kriminal yang memalukan. Publik menuntut hukuman berat bagi pelaku yang sudah merusak masa depan belasan orang korban. Jaksa penuntut umum mulai menyusun dakwaan berlapis untuk menyeret JRF ke meja hijau.
Suasana di Mapolda Riau terlihat sibuk mempersiapkan berkas perkara yang sudah hampir rampung. Setiap tetes air mata korban menjadi penyemangat polisi untuk menuntaskan kasus ini hingga tuntas benar. JRF hanya bisa tertunduk lesu saat kamera wartawan menyorot wajahnya di lorong kantor.
Cacat permanen pada alis dan kulit kepala korban menjadi bukti nyata kekejaman praktik abal-abal. Infeksi serius menunjukkan betapa tidak higienisnya prosedur yang dilakukan oleh dokter gadungan tersebut kemarin. Operasi perbaikan wajah korban di Batam memakan biaya yang sangat besar.
Harapan korban untuk kembali normal nampak sangat kecil karena kerusakan jaringan kulit sudah parah. Luka psikis akibat ejekan lingkungan sekitar menambah beban derita yang harus mereka tanggung selamanya. Keadilan harus tegak berdiri di atas penderitaan para wanita yang hanya ingin tampil cantik.
Petugas kepolisian kembali mengingatkan bahwa kesehatan adalah harta paling berharga bagi setiap manusia yang hidup. Jangan serahkan tubuh kepada orang yang tidak memiliki lisensi resmi dari negara Indonesia ini. Verifikasi dokter bisa dilakukan dengan mudah melalui situs resmi Konsil Kedokteran Indonesia secara daring.
Ade Kuncoro memastikan proses hukum berjalan transparan dan profesional tanpa ada intervensi dari luar. Keberhasilan menangkap JRF merupakan bentuk komitmen Polri untuk melindungi warga dari ancaman kejahatan medis. Berkas perkara akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Riau dalam waktu dekat ini juga.
Pantauan di lokasi Klinik Arauna Beauty memperlihatkan garis polisi masih melintang sangat jelas sekali. Klinik mewah di Jalan Tengku Bey, Pekanbaru, itu kini mendadak sepi tanpa ada aktivitas kecantikan. Warga sekitar tidak menyangka tempat tersebut merupakan lokasi praktik ilegal yang memakan banyak korban. R-02

