Klaim JK Picu Perbincangan, Gibran Angkat Bicara soal Peran Politik
Gibran Rakabuming Raka merespons pernyataan Jusuf Kalla soal peran politik Joko Widodo. Foto : Istimewa
Papua, SABANGMERAUKE NEWS - Pernyataan Jusuf Kalla soal peran membawa Joko Widodo ke panggung nasional memicu respons Gibran Rakabuming Raka. Isu politik lama kembali mengemuka, disertai bantahan keras terkait tudingan dana dan dinamika relasi elite nasional.
Gibran Rakabuming Raka merespons pernyataan Jusuf Kalla soal peran politik Joko Widodo.
Gibran menyampaikan pandangan usai meninjau fasilitas kesehatan di wilayah Papua Barat Daya.
Ia menilai Jusuf Kalla sebagai sosok senior berpengalaman dalam politik nasional serta konflik.
Pengalaman panjang itu menjadikan Jusuf Kalla figur penting dalam perjalanan politik Indonesia.
“Pak JK senior dan mentor, kontribusinya besar bagi negeri, terutama daerah konflik,” ujar Gibran.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi Jusuf Kalla sebagai tokoh yang dihormati lintas generasi.
Gibran juga mengaku banyak belajar dari kiprah Jusuf Kalla selama berkarier di pemerintahan.
Ia menyebut Jusuf Kalla sebagai teladan dalam kepemimpinan serta pengambilan keputusan strategis.
Masukan serta evaluasi dari tokoh senior dianggap penting untuk memperkuat kinerja pemerintahan.
“Saya berterima kasih atas masukan serta evaluasi dari Pak JK,” lanjut Gibran.
Gibran kembali menegaskan kekaguman terhadap Jusuf Kalla sebagai figur yang dikaguminya sejak lama.
Ia menilai rekam jejak Jusuf Kalla menjadi inspirasi bagi generasi muda di panggung politik nasional.
“Pak JK idola saya,” kata Gibran menambahkan singkat dalam keterangannya kepada media.
Sebelumnya, Jusuf Kalla menyampaikan pernyataan terkait perannya dalam karier politik Jokowi.
Ia mengaku menjadi sosok yang membawa Jokowi dari Solo menuju panggung politik nasional.
Jusuf Kalla juga menyebut dirinya mengusulkan nama Jokowi kepada pimpinan partai besar.
Pernyataan tersebut muncul di tengah polemik tudingan yang menyeret sejumlah tokoh nasional.
Jusuf Kalla membantah tudingan pendanaan kasus ijazah yang diarahkan kepada dirinya.
“Mana saya kasih Rp5 miliar, kenal saja tidak, itu tuduhan tidak benar,” tegasnya.
Ia menyebut tudingan tersebut sebagai pengalihan isu yang melibatkan banyak nama tokoh nasional.
Beberapa tokoh disebut turut terseret dalam isu yang dinilai tidak berdasar tersebut.
Jusuf Kalla mengaku kecewa karena polemik terus berkembang tanpa dasar bukti jelas.
Ia menegaskan tidak ingin berspekulasi terkait kemungkinan adanya politisasi dalam kasus tersebut.
Namun, ia mengaitkan kemunculan isu dengan langkah hukum yang telah ditempuh sebelumnya.
Situasi ini memperlihatkan dinamika politik nasional yang kembali memanas menjelang momentum penting.(R-03)

