iPhone 15 Melayang, Drama Pencuri Berhijab di Lubuk Dalam Berakhir di Jeruji Besi!
Komplotan pelaku pencurian dengan kekerasan digulung polisi di Koto Gasib (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Kasus pencurian dengan pemberatan di wilayah hukum Polres Siak akhirnya menemui titik terang benderang. Tim Unit Reskrim Polsek Lubuk Dalam sukses meringkus komplotan maling yang sangat licin sekali. Penangkapan dramatis ini terjadi pada Minggu, 19 April 2026, di persembunyian mereka di Koto Gasib.
Pelaku berinisial J dan ES merupakan aktor utama dalam drama pembobolan toko tersebut. Sementara itu, seorang pria berinisial HS ikut diringkus karena berperan sebagai perantara penjualan. Ketiganya sempat menghirup udara bebas sejak melakukan aksi kriminal pada pertengahan September 2025.
"Ini bukti kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan perlindungan dan pengayoman," kata AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, Kapolres Siak, Senin, 20 April 2026. Ia memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras jajaran reskrim di lapangan. Komitmen memberantas kejahatan jalanan terus dilakukan demi kenyamanan warga kabupaten Siak.
Aksi pencurian nyeleneh ini bermula saat hujan lebat mengguyur Kampung Empang Baru dahulu. Sabtu dini hari, 13 September 2025, menjadi saksi bisu kejahatan mereka. Toko milik korban berinisial IM disatroni kawanan maling saat kondisi lingkungan sangat sepi.
Suami korban mendapati pintu belakang toko sudah hancur berantakan pada pagi harinya pukul lima. Pelaku masuk dengan cara mencongkel paksa akses masuk menggunakan peralatan besi yang sangat kuat. Pemilik toko langsung kaget melihat isi dagangan serta barang berharga sudah raib entah ke mana.
Rekaman kamera pengawas memperlihatkan tingkah laku salah satu pelaku yang sangat unik dan menggelitik. Demi menutupi identitas aslinya, si maling nekat mengenakan jilbab untuk menutupi wajahnya dari kamera. Penyamaran ala ukhti ini dilakukan agar polisi terkecoh saat melakukan identifikasi wajah lewat rekaman.
Dua rekan lainnya menunggu di luar toko sambil memantau situasi sekitar dengan sangat waspada. Mereka melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Scoopy sesaat setelah berhasil menguras isi toko. Total kerugian materiil yang dialami oleh korban mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp40 juta.
Barang jarahan terdiri dari lima unit ponsel pintar, termasuk iPhone 15 yang sangat mahal. Puluhan slop rokok berbagai merek ternama juga ludes dibawa kabur oleh para tersangka tersebut. Polisi harus bekerja ekstra keras selama berbulan-bulan untuk melacak keberadaan barang bukti yang hilang.
Informasi akurat mengenai keberadaan para buronan barulah muncul pada Minggu sore yang cerah kemarin. Petugas langsung bergerak cepat mengepung lokasi persembunyian mereka di kawasan padat penduduk Koto Gasib. Para pelaku tidak berkutik saat polisi menemukan barang bukti yang masih mereka simpan.
"Ketiga tersangka ditangkap setelah polisi mendapatkan informasi terkait keberadaan mereka di wilayah Gasib," ujar Marhengky. Kapolsek Lubuk Dalam tersebut memimpin langsung operasi penangkapan yang berjalan sangat kondusif tanpa perlawanan. Identitas pelaku terungkap jelas berkat ketelitian penyidik dalam menganalisis setiap jengkal bukti lapangan.
Barang bukti berupa sepeda motor Scoopy dan jilbab penyamaran kini sudah diamankan petugas kepolisian. Beberapa unit ponsel milik korban juga berhasil ditemukan kembali untuk memperkuat berkas perkara hukum. Jilbab motif cantik tersebut menjadi bukti kunci bahwa pelaku berusaha mengelabui sistem keamanan toko.
Tersangka J dan ES terancam hukuman berat sesuai pasal dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Peraturan tentang KUHP terbaru akan menjerat mereka dengan ancaman kurungan penjara selama bertahun-tahun lamanya. HS juga harus bersiap mempertanggungjawabkan perbuatannya karena telah membantu mengalirkan barang hasil kejahatan.
Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan mendalam guna mencari kemungkinan adanya keterlibatan pelaku lain. Sisa barang bukti yang belum ditemukan terus dilacak keberadaannya melalui keterangan para tersangka yang ditahan. Polsek Lubuk memastikan proses hukum akan berjalan transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Keberhasilan ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku kejahatan lainnya di wilayah Riau. Sekecil apapun penyamaran yang digunakan pasti akan terendus oleh ketajaman naluri personel kepolisian kita. Keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi oleh aparat penegak hukum.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan meningkatkan sistem keamanan pada tempat usaha masing-masing warga. Penggunaan kamera pemantau sangat membantu kepolisian dalam mengungkap kasus kriminalitas yang terjadi di lingkungan. R-02

