Niat Buru Hama Malah Petaka! Polisi Amankan Terduga Pelaku Penembakan Pemburu di Pariaman
Ilustrasi terbunuhnya seorang pemburu babi akibat tembakan nyasar. Foto: SM News/Created by AI
SUMATERA BARAT, SabangMerauke News - Tragedi perburuan babi di Padang Pariaman menewaskan satu warga, polisi langsung bergerak cepat. Insiden terjadi pada Rabu, 15 April 2026, di perbukitan Nagari Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur. Kasus ini memicu perhatian luas karena melibatkan aktivitas rutin masyarakat yang mendadak berubah jadi petaka.
Polisi telah mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam insiden penembakan tersebut. Terduga pelaku kini ditahan di Mapolres Pariaman guna menjalani pemeriksaan intensif lanjutan. Proses penyelidikan masih berjalan sambil menunggu hasil uji balistik untuk memastikan asal tembakan.
Kasat Reskrim Polres Pariaman, Iptu Riyo Ramadhani, membenarkan penangkapan tersebut kepada awak media. “Terduga pelaku sudah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan serta uji balistik,” ujar Iptu Riyo Ramadhani, Jumat, 17 April 2026. Ia menambahkan bahwa hasil lengkap akan diumumkan setelah seluruh proses investigasi selesai dilakukan.
Peristiwa tragis ini bermula saat sekelompok warga melakukan perburuan hama babi di kawasan perbukitan. Aktivitas tersebut merupakan rutinitas warga untuk melindungi lahan pertanian dari gangguan hama liar. Namun, situasi berubah drastis saat suara tembakan terdengar dan seorang peserta terjatuh.
Korban dilaporkan tertembak sekitar pukul 16.00 WIB di area ladang Kampuang Dalam. Informasi awal menyebutkan korban terkena tembakan yang diduga berasal dari rekan sesama pemburu. Kejadian berlangsung cepat dan mengejutkan warga yang berada di lokasi saat itu.
Petugas kepolisian langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar. Proses evakuasi dilakukan dengan membawa korban ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis lanjutan. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Pariaman guna keperluan visum dan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti pendukung. Sejumlah saksi dimintai keterangan guna memperjelas kronologi kejadian secara menyeluruh. Pendalaman dilakukan secara bertahap untuk memastikan tidak ada fakta penting yang terlewat.
“Penyelidikan masih berjalan dan koordinasi terus dilakukan sebelum penyampaian resmi kepada publik,” kata Iptu Riyo Ramadhani. Ia menegaskan seluruh informasi akan disampaikan setelah hasil pemeriksaan dinilai lengkap. Pendekatan ini dilakukan untuk menjaga akurasi serta kejelasan informasi.
Kasus ini menjadi pengingat serius terkait risiko penggunaan senjata dalam aktivitas berburu tradisional. Komunitas pemburu babi di daerah tersebut dikenal rutin melakukan kegiatan serupa setiap musim tertentu. Namun insiden ini menunjukkan pentingnya standar keselamatan lebih ketat saat kegiatan berlangsung.
Warga sekitar turut menaruh perhatian besar terhadap perkembangan kasus yang masih berjalan. Banyak yang berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang. Diskusi mengenai prosedur keamanan dalam berburu mulai ramai diperbincangkan di berbagai kalangan masyarakat.
Polres Pariaman mengimbau masyarakat tidak berspekulasi terkait penyebab pasti kejadian ini. Penyelidikan masih berlangsung dan hasil resmi akan disampaikan melalui konferensi pers dalam waktu dekat. Fokus utama saat ini tertuju pada pengungkapan fakta secara utuh serta penegakan hukum.
Kasus ini juga membuka ruang evaluasi terhadap regulasi penggunaan senjata dalam aktivitas berburu lokal. Ke depan, pengawasan dan edukasi diharapkan semakin diperkuat demi mencegah kejadian serupa. Tragedi ini meninggalkan duka sekaligus pelajaran penting bagi masyarakat setempat. R-02

