Ayah Cabuli Putrinya Bertahun-Tahun, Akhirnya Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Alpukat
ZM ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon alpukat. Dia dilaporkan telah mencabuli putrinya selama 7 tahun. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Payakumbuh - Sebuah kabar dari Limapuluh Kota mengguncang daftar kasus kriminal Indonesia pada Senin, 30 Maret 2026. Peristiwa ini langsung melesat dalam ranking perhatian publik nasional karena kronologi sangat memilukan. Seorang ayah dilaporkan mencabuli anak kandung bertahun-tahun sebelum akhirnya ditemukan tewas mengenaskan.
Cerita bermula dari Jorong Tangah Padang, Nagari Situjuah Banda Dalam, kawasan tenang penuh ladang. Warga mengenal ZM sebagai petani sederhana yang hidup bersama keluarga kecilnya, istri dan putrinya SN, selama bertahun-tahun. Tidak ada tanda mencolok sampai pengakuan SN membuka luka lama yang selama ini tersembunyi rapat.
Kasatreskrim Polres Payakumbuh, Iptu Andrio Siregar, menyebut kasus terungkap dari percakapan keluarga sederhana. Ketika itu, paman korban (saudara laki-laki ibunya) menaruh curiga melihat korban yang lebih sering di rumahnya dibandingkan di rumah ayah ibunya.
Lalu, sang paman menanyakan alasan SN tidak mau pulang ke rumah mereka. “Korban merasa takut berada di rumah dan memilih sering tinggal bersama pamannya,” ujar Andrio. Pengakuan itu memicu kecurigaan hingga akhirnya cerita kelam mulai terurai satu per satu.
Korban berinisial SN berusia tujuh belas tahun dan masih duduk di bangku kelas XI SMA. Ia mengaku sering diintip saat mandi dan mengalami tindakan tidak pantas dari ayah kandung. “Korban juga menyampaikan pernah disetubuhi sejak usia sepuluh tahun,” kata Andrio menegaskan.
Pengakuan tersebut menjadi titik balik yang langsung mengubah suasana keluarga menjadi penuh ketegangan. Paman korban kemudian mendatangi ZM untuk meminta klarifikasi secara langsung tanpa perantara siapa pun.
Percakapan itu berlangsung panas, namun berakhir dengan pengakuan mengejutkan dari pelaku sendiri. “Pelaku mengakui semua perbuatannya dan sempat bersujud meminta ampun,” ujar Andrio lagi.
Ucapan itu terdengar oleh ibu korban yang langsung tersulut emosi dan tidak menerima kenyataan pahit. Tanpa menunggu lama, laporan resmi segera dilayangkan ke Polres Payakumbuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Langkah tersebut membuat kasus ini langsung masuk radar penanganan serius aparat penegak hukum setempat. Namun, sebelum pemanggilan dilakukan, ZM sudah lebih dulu menghilang dari rumah tanpa jejak jelas. “Kami belum sempat memanggil karena terlapor kabur lebih dulu,” kata Andrio, menjelaskan situasi.
Sejak saat itu, warga bersama aparat melakukan pencarian intensif siang malam tanpa hasil memuaskan. Wali Nagari Situjuah Banda Dalam, Lakon Siska, menyebut pencarian berlangsung selama beberapa hari berturut-turut. “Warga turun langsung membantu mencari karena khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” kata Siska.
Upaya pencarian terus berlanjut hingga akhirnya sebuah penemuan mengejutkan mengakhiri misteri pelarian tersebut. Pada Jumat siang, 27 Maret 2026, seorang petani bernama Bujang menemukan sosok ZM tergantung di pohon. Lokasi itu tidak jauh dari tempat ia beristirahat bersama keluarga saat mencari buah pinang.
Kapolsek Situjuah Limo Nagari, AKP Hendra, membenarkan penemuan jasad tersebut dalam kondisi tergantung. “Korban ditemukan di pohon alpukat oleh warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi,” ujar Hendra. Penemuan itu langsung membuat suasana hening berubah menjadi kepanikan di antara warga sekitar.
Bujang sempat mengira sosok itu masih hidup karena terlihat seperti memperhatikan dari kejauhan. Saat didekati, kenyataan pahit terungkap dan tubuh tersebut sudah tidak bernyawa lagi. Ia segera memberi tahu warga terdekat sebelum informasi diteruskan ke aparat kepolisian setempat.
Petugas kemudian datang dan menurunkan jasad untuk dibawa ke RSUD Payakumbuh. “Jenazah langsung dievakuasi untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Hendra, menjelaskan proses evakuasi. Dugaan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri setelah tekanan akibat laporan yang masuk.
Kasus ini langsung memicu gelombang reaksi luas di berbagai wilayah Indonesia, termasuk media sosial. Banyak warganet menyoroti fakta bahwa kejadian seperti ini masih terjadi dan sering terlambat terungkap. Peristiwa ini pun masuk dalam daftar kasus kriminal paling disorot sepanjang awal tahun 2026.
Secara nasional, kasus kekerasan terhadap anak terus menjadi perhatian serius dengan angka fluktuatif setiap tahun. Kejadian di Limapuluh Kota memperlihatkan pola lama yang sering tersembunyi di balik relasi keluarga tertutup. Situasi ini membuat penanganan membutuhkan keberanian korban serta dukungan lingkungan sekitar secara nyata.
Andrio menegaskan pentingnya peran keluarga besar dalam mendeteksi perubahan perilaku anak sejak dini. “Lingkungan terdekat memiliki peran penting dalam membuka kasus seperti ini,” ujarnya, menutup pernyataan. Kasus ini kini menjadi pengingat keras tentang pentingnya perlindungan anak dalam ruang paling dekat. R-02

