Bukan Isi Keripik, Bungkus Snack Go Potato Ini Ternyata Berisi Sabu Hampir 1 Kilogram!
Ilustrasi kolaborasi TNI dan Polri di Bukittinggi dalam memberantas peredaran narkoba. Foto: SM News/Create by Al
Sumbar, SABANGMERAUKE NEWS - Tim gabungan Intel Korem 032/Wbr dan Satres Narkoba Polresta Bukittinggi menggagalkan peredaran narkoba skala besar di wilayah Agam. Penangkapan ini berlangsung dramatis, Sabtu, 4 April 2026, di dua lokasi berbeda. Petugas mengamankan ratusan gram sabu serta ribuan gram ganja siap edar.
Tersangka DK menyembunyikan kristal haram dalam bungkus makanan ringan populer secara sangat rapi. Tim menemukan paket sabu di dalam kemasan Go Potato dan juga Gerry Salut. Taktik licin pedagang asal Bukittinggi ini akhirnya terbongkar oleh petugas gabungan yang sigap.
Pengembangan kasus berlanjut menuju wilayah Jorong Kampeh untuk mengejar tersangka kedua berinisial SY. Petugas meringkus SY yang berprofesi sebagai wiraswasta di kediamannya tanpa ada perlawanan. Penangkapan kedua ini melengkapi keberhasilan operasi intelijen TNI dan Polri di lapangan.
Detail barang bukti dari tersangka DK benar-benar mengejutkan tim pemeriksa di lokasi. Petugas menemukan delapan paket sabu terbungkus dalam klip bening di saku pakaian pelaku. Selain itu, terdapat puluhan paket sabu terselip di dalam pipet plastik warna-warni.
Tersangka DK juga memanfaatkan kemasan biskuit Oreo untuk menyimpan lima paket sabu tambahan. Modus operandi ini bertujuan mengelabui petugas saat distribusi barang haram ke pembeli. Tim juga menemukan empat paket sabu yang tergeletak begitu saja di lantai kamar.
Lemari pakaian pelaku DK ternyata menjadi gudang penyimpanan berbagai jenis narkotika golongan satu. Petugas menemukan dua belas paket ganja kering terbungkus plastik cokelat di rak bawah. Ada pula satu gelas berisi ganja yang tersimpan rapi di bagian atas lemari.
Koleksi pil ekstasi milik tersangka DK memiliki logo unik menyerupai granat dan Heineken. Total ada 184 butir pil ekstasi berbagai warna yang tersita dari tangan pelaku. Penemuan ini mengindikasikan jaringan pengedar tersebut menyasar pasar hiburan malam di Bukittinggi.
Selain narkotika asli, petugas menemukan bungkusan berisi sabu diduga palsu seberat satu kilogram. Barang tersebut kini sedang menjalani uji laboratorium untuk memastikan kandungan kimianya. Dugaan sementara menyebutkan benda itu merupakan bahan campuran untuk menambah volume dan berat sabu.
Tersangka SY hanya terdiam saat petugas menemukan paket ganja seberat sebelas gram. Uang tunai sebesar empat ratus ribu rupiah turut diamankan dari dompet milik SY. Pelaku mengaku barang haram tersebut hanya untuk konsumsi pribadi, bukan untuk dijual kembali.
Dantim Intel Korem 032/Wbr, Mayor Cba Mavio, memimpin langsung proses pendataan barang bukti tersebut. Beliau memastikan seluruh proses hukum akan berjalan transparan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Penyerahan tersangka ke Polresta Bukittinggi dilakukan segera setelah proses interogasi awal selesai.
"Anggota TNI tidak ada yang terlibat dalam pusaran kasus narkoba berskala besar ini," tegas Mavio saat memberikan keterangan resmi, Sabtu, 4 April 2026. Dia berjanji akan menyelidiki setiap informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum tentara mana pun. Integritas satuan menjadi harga mati dalam setiap operasi pemberantasan narkoba di wilayah Sumbar.
Total barang bukti sabu dari tangan tersangka DK mencapai berat 927,27 gram. Tim juga menyita ganja kering seberat 1,939 kilogram yang siap diedarkan ke pelanggan. Nilai total tangkapan ini ditaksir mencapai angka ratusan juta bahkan miliaran rupiah.
Tersangka DK mengaku mencari keuntungan pribadi demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di pasar. Perannya sebagai pengedar utama di wilayah Agam sudah berlangsung selama beberapa waktu terakhir. Kini pedagang malang tersebut harus mendekam di balik jeruji besi markas kepolisian.
Danrem 032/Wbr, Brigjen TNI Mahfud, memberi apresiasi tinggi kepada tim gabungan. "TNI tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku kejahatan narkotika di wilayah ini," ungkapnya. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara instansi militer dan kepolisian untuk menjaga keamanan.
Prosedur hukum tegas menanti siapa pun yang berani bermain dengan barang haram tersebut. Komitmen TNI tetap konsisten dalam menciptakan masyarakat sehat tanpa pengaruh bahaya laten narkoba. Penangkapan besar pada Sabtu ini menjadi bukti nyata keseriusan aparat penegak hukum. R-02

