Trump Buka Suara Usai F-15 Jatuh, Konflik Makin Panas
jet tempur F-15 AS jatuh di wilayah Iran.
Amerika, SABANGMERAUKE NEWS - Presiden Donald Trump menerima laporan jatuhnya jet tempur F-15 di wilayah Iran.
Gedung Putih mengonfirmasi informasi tersebut melalui pernyataan resmi pada Jumat waktu setempat kemarin.
Operasi pencarian awak pesawat langsung digelar di tengah situasi konflik yang masih memanas.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut laporan sudah diterima presiden sejak awal.
Ia berkata, “Presiden telah diberikan informasi,” dalam pernyataan resmi kepada publik internasional.
Tim keamanan nasional juga berkumpul di Sayap Barat untuk membahas respons cepat situasi tersebut.
Sumber internal menyebut Trump berada di Ruang Oval sepanjang hari memantau perkembangan lapangan.
Laporan berkala mengenai operasi penyelamatan terus diterima dari wilayah konflik yang masih aktif.
Situasi ini menambah tekanan diplomatik di tengah hubungan panas antara Washington dan Teheran.
Pihak militer Iran mengklaim jet tempur tersebut ditembak jatuh sistem pertahanan udara mereka.
Juru bicara Islamic Revolutionary Guard Corps menyebut pesawat hancur total setelah terkena sistem canggih mereka.
Ia mengatakan, “Pesawat musuh dihancurkan, pencarian lanjutan masih terus dilakukan hingga saat ini.”
Media lokal Iran melaporkan imbalan besar bagi siapa pun menemukan awak pesawat tersebut hidup.
Sementara itu, laporan media Amerika menyebut satu awak berhasil diselamatkan pasukan khusus militer.
Satu awak lainnya dilaporkan masih hilang, memicu operasi pencarian yang semakin intensif.
Dalam wawancara dengan NBC, Trump menegaskan insiden tidak mengganggu negosiasi berjalan.
Ia berkata, “Tidak, sama sekali tidak, ini bukan perang,” meredam spekulasi eskalasi lebih luas.
Namun, situasi lapangan menunjukkan konflik masih jauh dari kata mereda dalam waktu dekat.
Militer Iran juga mengklaim menembak jatuh pesawat A-10 milik Amerika di kawasan Teluk.
Media Amerika melaporkan pilot pesawat tersebut berhasil diselamatkan dalam operasi cepat militer.
Insiden ini menambah daftar kerugian militer Amerika selama operasi di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, militer AS mengakui kehilangan beberapa pesawat dalam operasi di wilayah konflik tersebut.
Termasuk pesawat tanker jatuh di Irak serta jet tempur yang terkena sistem sekutu sendiri.
Kondisi ini memperlihatkan kompleksitas operasi militer modern dalam wilayah konflik yang sangat dinamis.
Konflik besar ini dipicu serangan gabungan Amerika dan Israel terhadap Iran beberapa waktu lalu.
Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, memicu balasan luas ke kawasan regional.
Dampaknya terasa global, mengguncang ekonomi dunia serta meningkatkan ketegangan geopolitik internasional.(R-04)

