Jalan Cut Nyak Dien Akhirnya Plong! Massa TNTN Pulang Usai Janji Ketemu Menteri
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, bersama perwakilan massa tolak relokasi TNTN seusai dialog virtual dengan Kementerian Kehutanan. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Massa tolak relokasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) akhirnya bubar usai kesepakatan dialog secara virtual dengan Kementerian Kehutanan, Rabu 15 April 2026. Pertemuan virtual difasilitasi Pemerintah Provinsi Riau menghadirkan titik temu setelah ketegangan panjang terkait kebijakan relokasi dari kawasan konservasi tersebut.
Pertemuan berlangsung melalui konferensi video di Kantor Gubernur Riau dengan melibatkan perwakilan massa aksi. Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, diwakili Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko. Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, bersama Forkopimda turut memfasilitasi jalannya komunikasi antara kedua kubu.
Hasil pertemuan menunjukkan pemerintah pusat siap membuka ruang dialog lanjutan secara langsung di Jakarta. Agenda tersebut dijadwalkan pada pekan depan guna membahas persoalan relokasi secara lebih rinci. “Kami siap memfasilitasi pertemuan di Jakarta dan menjelaskan kondisi Tesso Nilo secara lengkap,” ujar Satyawan Pudyatmoko.
Koordinator massa aksi, Wandri Saputra Simbolon, menyampaikan apresiasi atas fasilitasi pertemuan tersebut. Ia menilai langkah ini menjadi titik awal penyelesaian konflik yang selama ini memicu aksi demonstrasi. “Kami berterima kasih sudah difasilitasi untuk bertemu dan dijanjikan agenda di Jakarta,” kata Wandri.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dampak aksi demonstrasi yang berlangsung beberapa hari terakhir. Aktivitas warga terganggu akibat penutupan jalan utama serta terhentinya kegiatan pelaku usaha kecil. “Kami mohon maaf kepada masyarakat yang terdampak. Setelah ini, massa akan kembali ke rumah masing-masing,” ujar Wandri.
Aksi penolakan relokasi sebelumnya berlangsung intens di sekitar Kantor Gubernur Riau dengan jumlah massa yang cukup besar. Jalan Cut Nyak Dien menjadi titik utama konsentrasi aksi sehingga arus lalu lintas lumpuh total. Dampaknya terasa pada mobilitas warga serta pelaku UMKM yang bergantung pada aktivitas malam di kawasan tersebut.
SF Hariyanto menegaskan pemerintah daerah menghormati aspirasi masyarakat dalam menyampaikan tuntutan. Ia menyebut fasilitasi pertemuan sebagai upaya menjembatani komunikasi agar konflik tidak berlarut. “Kami menghormati langkah masyarakat dan bersyukur sudah ada titik temu melalui dialog,” ujar SF Hariyanto.
Ia menambahkan pertemuan lanjutan di Jakarta diharapkan mampu memberikan solusi konkret bagi semua pihak. Pemerintah daerah akan terus mendukung proses komunikasi antara masyarakat dan pemerintah pusat. Harapan utama tertuju pada penyelesaian damai tanpa menimbulkan konflik baru di lapangan.
Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko, menegaskan status kawasan Tesso Nilo telah memenuhi seluruh prosedur berlaku. Penetapan kawasan dilakukan melalui tahapan administratif serta teknis yang panjang dan terdokumentasi. “Status Tesso Nilo sudah jelas, batas wilayah dan dokumen telah lengkap,” kata Satyawan.
Ia menjelaskan kawasan tersebut memiliki peruntukan resmi sebagai taman nasional dengan batas wilayah yang telah ditetapkan. Dokumen pendukung tersimpan dalam sistem perencanaan kehutanan nasional dan dapat diakses secara resmi. Penegasan ini menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman utuh kepada masyarakat.
Satyawan juga membuka ruang dialog lebih luas guna membahas aspirasi masyarakat secara transparan dan konstruktif. Pemerintah pusat siap memperlihatkan dokumen serta prosedur terkait penetapan kawasan konservasi tersebut. Langkah ini diharapkan meredam kesalahpahaman yang berkembang selama aksi berlangsung.
Setelah pertemuan, massa aksi mulai membubarkan diri secara bertahap dan kembali ke daerah masing-masing. Aparat memastikan proses pembubaran berjalan aman tanpa insiden lanjutan yang mengganggu ketertiban umum. Situasi di sekitar Kantor Gubernur Riau berangsur normal setelah beberapa hari dipenuhi demonstrasi.
Pemulihan aktivitas ekonomi menjadi perhatian setelah pelaku usaha terdampak selama aksi berlangsung di lokasi tersebut. Pemerintah daerah berharap roda ekonomi kembali bergerak seiring normalisasi situasi keamanan. Warga juga diimbau kembali beraktivitas seperti biasa tanpa kekhawatiran terhadap gangguan keamanan.
Kesepakatan dialog ini menjadi momentum penting dalam penyelesaian konflik relokasi kawasan Tesso Nilo. Komunikasi terbuka dinilai menjadi kunci meredakan ketegangan antara masyarakat dan pemerintah. Proses lanjutan di Jakarta diharapkan mampu menghasilkan keputusan yang adil serta berkelanjutan bagi semua pihak. R-02

