APN Regional I Terima Aspirasi Masyarakat Adat Riau, Joko Andoko: Akan Kami Sampaikan ke Pimpinan!
Manajemen PT Agrinas Palma Nusantara (APN) Regional I menerima aspirasi dari kelompok masyarakat yang berhimpun dalam Gerakan Masyarakat Adat (Gema) Melayu Riau pada Selasa (7/4/2026). Foto: Istimewa
RIAU, SabangMerauke News - Manajemen PT Agrinas Palma Nusantara (APN) Regional I menerima aspirasi dari kelompok masyarakat yang berhimpun dalam Gerakan Masyarakat Adat (Gema) Melayu Riau pada Selasa (7/4/2026). Gema Melayu Riau meminta agar pengelolaan lahan sitaan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) oleh APN melalui skema kerja sama operasional (KSO) melibatkan warga tempatan dan memperhatikan tata kelola hak tanah ulayat.
Kedatangan Gema Melayu Riau diterima secara positif oleh jajaran manajemen APN Regional I. Perwakilan masyarakat lantas melakukan dialog langsung dengan Kepala Regional I APN Riau, Joko Handoko (Kepala Regional I APN Riau).
Hadir dalam dialog tersebut Sukirman (SM Operasional Regional I APN Riau), Jefri Tambusai (Manager Humas dan Legal), Saiful Sidik (SM Pengawas External dan Internal) serta Sigit Utomo (SM Keuangan).
Meski APN Regional I Riau hanya mengurusi terkait eks kebun sawit PT Duta Palma, namun Joko Handoko tetap menampung aspirasi yang disampaikan Gema Melayu Riau. Joko menegaskan, APN Regional I Riau memiliki fokus pengelolaan eks kebun sawit PT Duta Palma. Adapun KSO dikelola secara teknis oleh Regional 2 dan Regional 3 PKH. Sementara APN Regional 4 mengurusi terkait lahan eks PT Torganda.
"Jadi, kami di Regional I Riau hanya mengurusi dan bekerja untuk memproses permasalahan eks PT Duta Palma. Meski demikian, semua yang saudara-saudara suarakan ini, akan kami sampaikan kepada pimpinan kami di PT Agrinas Pusat," kata Joko Andoko.
Joko menerangkan, APN di Riau telah menjalin kerja sama dengan Kodam, Polda, Pemprov Riau dan pemkab. Ia menegaskan, keberadaan APN untuk menyukseskan program Presiden Prabowo demi kesejahteraan seluruh masyarakat.
"Namun, dengan adanya pertemuan ini, akan sangat baik ke depannya dalam mencarikan solusi terbaik. Pertemuan ini membuat kita saling kenal dan bisa bersilaturahmi," kata Joko.
Joko menegaskan, APN tidak akan mengambil lahan masyarakat.
"Lahan yang diambil alih dan dikelola oleh Agrinas adalah lahan yang bermasalah atas nama perusahaan," tegas Joko.
Perwakilan Gema Melayu Riau, Fauzi Kadir menyatakan, persoalan sebenarnya dapat diselesaikan mudah, jika pengusaha masuk ke suatu daerah dan melakukan kerja sama dengan masyarakat tempatan/ adat.
Perwakilan masyarakat lainnya, Edi meminta APN dapat duduk bersama dengan masyarakat adat. Ia juga memohon agar APN Regional 4 mencabut laporan kepolisian sehingga tokoh masyarakat yang ditahan dapat dilepas. (R-03)

