Kredit Ratusan Triliun Mengalir ke Program Prabowo! Dari MBG hingga Kopdes Merah Putih
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. Foto : Istimewa
Jakarta, SABANGMERAUKE NEWS - Gelombang kredit ratusan triliun rupiah mulai mengalir deras ke program-program populis pemerintahan Prabowo Subianto, dari Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Merah Putih, menandai akselerasi besar pembiayaan berbasis negara.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, lembaga jasa keuangan telah menyalurkan pembiayaan dalam skala jumbo untuk tiga program strategis nasional, yakni MBG, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta pembangunan 3 juta rumah.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa hingga Januari 2026, realisasi kredit untuk program MBG telah mencapai Rp 1,21 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada 1.373 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai ujung tombak pelaksanaan program.
“Pembiayaan ini merupakan bagian dari dorongan kami terhadap program strategis nasional,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Tak hanya melalui kredit konvensional, OJK juga memperluas skema pembiayaan MBG lewat securities crowdfunding. Skema ini melibatkan tiga penerbit dan 266 pemodal, sekaligus membuka akses investasi publik dalam program sosial pemerintah.
Sementara itu, porsi terbesar kredit mengalir ke program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hingga awal 2026, nilai pembiayaan telah menembus Rp 174 triliun. Angka ini mencerminkan fokus pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa sebagai basis pertumbuhan baru.
Di sektor perumahan, OJK mencatat realisasi kredit sebesar Rp 1,44 triliun untuk mendukung pembangunan 11.468 unit rumah. Program ini ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus mengurangi backlog perumahan nasional.
Secara keseluruhan, aliran kredit ini menunjukkan peran aktif sektor keuangan dalam menopang agenda program pemerintah. Namun demikian, tantangan ke depan tetap ada, terutama dalam menjaga kualitas kredit, efektivitas penyaluran, serta dampak riil terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.(R-04)

