Premier League
Dompet Chelsea Meledak, Rugi 5 Triliun Pecahkan Rekor Terburuk Sejarah Inggris
Ekpresi pemain Chelsea seusai kalah dari PSG yang membuat mereka tersisih di 16 besar Liga Champions 2025/2026. (AP Photo)
LONDON, SABANGMERAUKENEWS.COM – Chelsea baru saja merilis laporan keuangan yang bikin geleng-geleng kepala pada Kamis, 2 April 2026. Klub asal London Barat mencatat kerugian sebelum pajak sebesar £262,4 juta untuk periode berakhir Juni 2025. Angka ini resmi menjadi kerugian terbesar sepanjang sejarah kompetisi kasta tertinggi Premier League Inggris.
Jumlah fantastis tersebut sukses melampaui rekor suram milik Manchester City musim 2010–11 silam. Biaya operasional yang mendadak melonjak tajam menjadi biang kerok utama di balik anjloknya saldo klub. Padahal musim 2023–24 kemarin manajemen sempat pamer keuntungan berkat aksi jual aset-aset penting klub.
Kini kondisi keuangan tim berjuluk The Blues terlihat jauh lebih berat meski pemasukan tetap tinggi. Situasi pelik ini menjadi alarm keras bagi manajemen di tengah ambisi liar pemilik baru. Pemilik klub wajib segera mengambil langkah taktis supaya lubang kerugian tidak makin menganga lebar.
"Ini merupakan konsekuensi transformasi besar-besaran yang sedang dilakukan di dalam tubuh internal klub," ujar seorang sumber internal manajemen Chelsea. "Tim butuh waktu untuk menyeimbangkan neraca perdagangan pemain dengan target prestasi di lapangan," tambahnya lagi.
Salah satu pengeluaran paling bikin sesak napas adalah komisi untuk para agen pemain. Chelsea menghabiskan £65,1 juta hanya untuk membayar jasa makelar pemain pada musim 2025–26. Angka tersebut tercatat paling tinggi dibandingkan dengan pengeluaran klub lain di seantero Premier League.
Jika ditotal, pengeluaran semua klub Inggris untuk komisi agen mencapai angka £460,3 juta. Chelsea praktis menyandang status sebagai penyumbang terbesar uang makan para agen bola tersebut. Manajemen beralasan biaya ini membengkak karena klub sangat aktif menjual banyak pemain lama.
Sistem transfer sepak bola modern memang memaksa klub penjual tetap wajib membayar komisi agen. Strategi cuci gudang pemain rupanya justru menjadi pedang bermata dua bagi saldo tabungan mereka. Alih-alih untung besar, tagihan jasa agen malah membuat laporan keuangan berakhir merah membara.
Anehnya, meski rugi triliunan rupiah, Chelsea merasa masih sangat aman dari ancaman sanksi liga. Aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR) rupanya memiliki celah yang bisa dimanfaatkan manajemen. Ada beberapa komponen pengeluaran tertentu yang memang tidak dihitung sebagai kerugian resmi liga.
Biaya investasi untuk renovasi stadion, pengembangan akademi, hingga tim wanita dikecualikan dari perhitungan. Aturan PSR sendiri memberi batas kerugian maksimal £105 juta dalam kurun waktu tiga tahun. Manajemen mengklaim posisi finansial mereka saat ini masih berada dalam batas aman regulasi.
Klub bahkan sangat yakin kondisi keuangan bakal segera membaik pada periode laporan berikutnya. Pemasukan total diprediksi mampu menyentuh angka £700 juta pada akhir musim 2025–26 nanti. Optimisme ini muncul karena Chelsea kembali aktif berpartisipasi dalam berbagai turnamen internasional bergengsi.
Suntikan dana segar dari kompetisi luar negeri diharapkan bisa menutup lubang belanja pemain. Maklum, sejak era Todd Boehly dimulai, total belanja pemain sudah menyentuh £1,5 miliar. Angka belanja gila-gilaan tersebut memang butuh pemasukan ekstra besar agar tidak menjadi bumerang.
Namun, masalah lama rupanya masih terus menghantui markas latihan tim di wilayah Cobham tersebut. Chelsea masih menunggu ketukan palu dari The Football Association terkait dugaan pelanggaran masa lalu. Kasus ini berkaitan dengan skandal pembayaran agen pemain saat era kepemimpinan Roman Abramovich.
Manajemen sekarang sudah menyiapkan dana cadangan khusus guna membayar denda jika memang diperlukan. Langkah antisipasi ini diambil agar operasional harian tim tidak terganggu oleh urusan hukum. Mereka belajar dari pengalaman pahit sebelumnya agar tidak terkena sanksi pengurangan poin liga.
Chelsea sebelumnya pernah selamat dari pengurangan poin karena memilih bersikap sangat kooperatif kepada federasi. Saat itu klub hanya menerima denda sebesar £10,75 juta serta pembatasan transfer pemain sementara. Kini publik menanti apakah keajaiban finansial yang sama akan kembali menyelamatkan The Blues. R-02

