Gara-gara Perang Iran, Anak Sekolah Kena Getah Wajib Belajar di Rumah!
Ilustrasi murid belajar daring di rumah untuk menghemat BBM. Foto: SM News/Create by Al
SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Pemerintah berencana memberlakukan penyesuaian sistem pembelajaran di seluruh sekolah di Indonesia. Metode daring dan tatap muka bakal dikombinasikan secara bergantian setiap pekannya. Langkah drastis ini bertujuan menghemat cadangan energi nasional yang sedang kritis.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mulai menyusun strategi. Pembelajaran praktikum tetap berlangsung secara tatap muka demi menjaga kualitas. Namun, materi teori bakal pindah ke ruang virtual lewat gawai masing-masing.
Karakteristik setiap jenjang pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam pendekatan terbaru ini. Kebutuhan siswa SD tentu berbeda jauh dengan kakak kelas di bangku SMA. Koordinasi lintas kementerian menjadi kunci utama agar kebijakan berjalan sangat mulus.
Mekanisme distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) juga bakal mengalami banyak sekali penyesuaian. Pola kehadiran siswa di sekolah menentukan kapan nasi kotak dibagikan. Pemerintah menyiapkan opsi skema pembiayaan alternatif untuk bantuan akses internet siswa.
Wakil Ketua Komisi X DPR, MY Esti Wijayanti, langsung bereaksi sangat keras. Esti menyatakan tidak sepakat dengan wacana pembelajaran daring mulai April nanti. Pengalaman masa pandemi Covid-19 membuktikan sistem tersebut belum efektif sepenuhnya.
Problem dunia pendidikan sangat tidak sederhana jika harus kembali daring. Kemampuan siswa menyerap materi pelajaran menjadi taruhan besar bagi masa depan. Kedisiplinan anak juga diprediksi bakal menurun drastis tanpa pengawasan guru langsung.
"Problem yang tidak sederhana bagi dunia pendidikan," tegas Esti dalam keterangannya, Selasa, 24 Maret 2026. Fenomena learning loss kembali membayangi anak didik di seluruh penjuru negeri. Penurunan kemampuan kognitif terlihat nyata dari hasil pemantauan perkembangan anak nasional.
Aspek kepribadian dan karakter sulit terbentuk hanya lewat layar ponsel pintar. Kondisi psikologis serta kesehatan fisik siswa juga menjadi perhatian serius para wakil rakyat. Esti mendorong pemerintah untuk mencari alternatif kebijakan lain untuk mengatasi tekanan ekonomi.
Prioritas utama harus tetap berada pada kualitas pendidikan generasi penerus bangsa. Kondisi ekonomi dunia jangan sampai mengorbankan hak belajar anak-anak secara optimal. Masih banyak langkah cerdas lain untuk menghadapi lonjakan harga minyak global.
WFH Demi Hemat BBM
Bukan hanya siswa, para Aparatur Sipil Negara (ASN) juga kena aturan serupa. Aturan bekerja dari rumah atau WFH satu hari seminggu sedang digodok matang. Harapannya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional bisa berkurang secara signifikan.
Langkah ini merespons seretnya pasokan minyak akibat pertikaian panas di Timur Tengah. Pertikaian antara Iran melawan Amerika-Israel sudah memasuki pekan keempat yang mencekam. Harga minyak dunia melonjak tajam menembus level US$117 per barel sekarang.
Pemerintah memikirkan banyak opsi demi menjaga defisit APBN tetap pada level aman. Defisit harus tetap berada di bawah angka tiga persen tahun ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengestimasi penghematan BBM bisa mencapai 20 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut aturan berlaku awal April. Keputusan WFH menyasar ASN dan juga para pekerja di sektor swasta. Meski begitu, aturan untuk swasta sejauh ini masih berupa imbauan saja.
Layanan publik dipastikan tetap beroperasi normal tanpa ada gangguan sama sekali. Detail teknis WFH bakal segera rilis setelah libur Lebaran usai nanti. Airlangga menjelaskan bahwa kebijakan bertujuan menekan mobilitas kerja masyarakat secara masif dan cepat.
Presiden Prabowo Subianto menilai efisiensi dari skema WFH ini sangat besar. Seperlima penggunaan energi biasa bisa terpangkas lewat sistem kerja fleksibel ini. Gedung perkantoran juga didorong untuk menerapkan strategi hemat energi pada operasional harian.
Pemanfaatan platform digital menjadi senjata utama dalam mendukung efektivitas kerja jarak jauh. Mobilitas perjalanan dinas pejabat juga bakal dibatasi dengan aturan sangat ketat. Strategi penghematan energi ini melibatkan koordinasi kuat antarlembaga pemerintah pusat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membawa kabar kurang sedap. Dua kapal tanker milik Pertamina masih terjebak di wilayah Selat Hormuz. Jalur pelayaran internasional itu sangat macet akibat ketegangan militer yang meningkat.
Proses negosiasi agar kapal bisa keluar masih terus berlangsung sampai detik ini. Antrean kapal pengangkut minyak di sana nampak sangat panjang dan melelahkan. Bahlil meminta waktu agar negosiasi diplomatik bisa membuahkan hasil positif segera.
Ketidakpastian di Timur Tengah memang bikin pusing kepala para pengelola negara. Harga minyak sempat turun, namun kembali naik saat perang kembali memanas. Indonesia harus bersiap menghadapi segala kemungkinan terburuk dari krisis energi global.
Suara Skeptis Para Ekonom
Keputusan WFH satu hari seminggu ternyata tidak luput dari kritik tajam pakar. Sejumlah pengamat menilai langkah tersebut tidak memiliki dampak signifikan terhadap fiskal. Konsumsi BBM nasional sebenarnya didorong oleh faktor lain yang lebih mendasar dan kuat.
Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menyebutkan bahwa konsumsi didominasi oleh sektor logistik barang. Mobilitas non-kerja masyarakat juga menyumbang angka penggunaan bensin yang sangat besar. Kebijakan WFH hanya mengurangi perjalanan komuter di kota-kota besar saja.
"Efeknya lebih bersifat marginal, belum menyentuh perubahan struktural," ungkap Yusuf Rendy tajam. Penghematan energi justru bakal bergeser dari kantor menuju rumah tangga masing-masing. Total penggunaan BBM secara nasional diprediksi tidak akan turun terlalu banyak.
Dampak produktivitas juga tidak seragam pada setiap sektor usaha yang ada. Ada sektor yang tetap efisien, namun banyak juga mengalami penurunan koordinasi. Pemerintah perlu masuk ke kebijakan lebih mendasar jika ingin hemat Rp80 triliun.
Reformasi subsidi energi menjadi kunci utama agar bensin tepat sasaran bagi rakyat. Penguatan transportasi publik memberikan dampak lebih permanen dalam menekan konsumsi energi harian. Elektrifikasi kendaraan juga penting meskipun dampaknya terasa dalam jangka menengah saja.
Pengamat energi UGM, Fahmy Radhi, menuturkan harga minyak dunia meroket sangat dahsyat. Subsidi BBM pada APBN dipastikan bakal membengkak melebihi anggaran awal tahun ini. Harga barang di dalam negeri ikut naik akibat harga jasa impor melambung.
Daya beli masyarakat terancam turun drastis seiring melemahnya nilai tukar mata uang rupiah. Kurs rupiah diperkirakan bisa menembus angka Rp17.000 per dolar Amerika Serikat. Namun, memaksakan WFH secara konsisten bukan perkara mudah bagi perilaku kerja kita.
Ada kemungkinan ASN malah menerapkan work from anywhere di lokasi wisata menarik. Mereka sekalian menikmati long weekend, mumpung bisa bekerja di kantor pusat. Konsumsi bensin justru bisa meningkat jika mereka pergi liburan jarak jauh.
Dahulu WFH sukses saat pandemi karena ada variabel paksa rasa takut akan sakit. Sekarang variabel paksa tersebut tidak ada dalam skema penghematan bensin terbaru. Fahmy khawatir pendapatan pengemudi ojek daring dan warung UMKM bakal anjlok.
Sektor manufaktur juga bisa merugi akibat penurunan produktivitas kerja yang sangat nyata. Pemerintah sebaiknya menghitung teliti rasio biaya dan manfaat dari aturan WFH ini. Jangan sampai penghematan bensin justru merusak perputaran ekonomi kecil di sekitar kantor.
Opsi Lain Selamatkan Kas Negara
Strategi WFH cenderung dianggap sebagai kebijakan pelengkap semata oleh para akademisi kampus. Ekonom UGM, Rijadh Djatu Winardi, menyebut strategi tersebut bukan penyelamat utama fiskal negara. Pemerintah sedang mencari penghematan anggaran sekitar Rp80 triliun untuk mengatasi dampak perang.
Ada beberapa opsi lain yang bisa dilakukan pemerintah selain memulangkan anak sekolah. Pemangkasan belanja kementerian atau lembaga seperti Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi diskusi. Alokasi anggaran BGN tahun ini mencapai angka fantastis Rp335 triliun.
Rijadh menilai program Makan Bergizi Gratis tidak perlu dihentikan sepenuhnya oleh presiden. Desain ulang agar lebih tepat sasaran menjadi solusi paling masuk akal sekarang. Tidak semua sekolah harus menerima MBG karena anggaran pendidikan rutin sedang terancam.
Optimalisasi penerimaan negara dari sektor batu bara bisa menjadi sumber dana segar. Pajak terhadap sektor yang mengalami keuntungan berlebih atau windfall profit sangat dimungkinkan. Pajak bagi orang kaya juga bisa dimaksimalkan demi menambah pundi-pundi negara.
Yusuf Rendy Manilet sepakat mengenai peninjauan kembali program-program prioritas pemerintah pusat. Proyek MBG dan Koperasi Desa Merah Putih menyedot dana hingga Rp400 triliun. Penyesuaian kecil pada program ini bisa menghasilkan ruang fiskal yang sangat besar.
Angka penghematan bisa melebihi Rp80 triliun tanpa menghilangkan tujuan utama program strategis. Realokasi sementara belanja modal atau proyek infrastruktur juga menjadi jalan keluar alternatif. Dana infrastruktur mencapai Rp200 triliun bisa dialihkan untuk menambal subsidi bensin.
Proyek yang tidak terlalu mendesak bisa ditunda pelaksanaannya sampai kondisi global stabil. Pendekatan komprehensif harus menggabungkan reformasi subsidi dan penyesuaian program secara terukur. Langkah ini lazim dalam pengelolaan fiskal saat terjadi tekanan anggaran yang sangat berat.
Presiden Prabowo Subianto ternyata memiliki sikap sangat tegas soal program unggulan miliknya. Prabowo berkeras program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan meski ada efisiensi anggaran. Penghematan bakal difokuskan pada sektor lain tanpa mengorbankan jatah makan rakyat.
Uang negara dipastikan ada jika praktik korupsi bisa ditekan habis sampai akar. Prabowo memilih rakyat bisa makan daripada uang habis dikorupsi oleh oknum tidak bertanggung jawab. Isu anak stunting menjadi motivasi besar bagi presiden untuk terus maju.
"Saya pertaruhkan kepemimpinan saya pada 2029, kita lihat," sambung Prabowo dengan nada optimis. Krisis global dan konflik Timur Tengah bukan alasan untuk menghentikan program strategis jangka panjang. Masih banyak cara lain yang bisa dilakukan pemerintah untuk melakukan penghematan riil.
Harapan pada Kekuatan Manusia Indonesia
Program MBG merupakan investasi strategis untuk meningkatkan kualitas modal manusia Indonesia ke depan. Setiap dolar yang diinvestasikan bakal menghasilkan manfaat berlipat dalam jangka panjang bagi penduduk. Lembaga internasional seperti PBB bahkan memberikan perhatian khusus pada keberhasilan program ini.
Pemerintah sudah melakukan simulasi penghematan di banyak bidang kementerian secara sangat detail. Meski ada kekurangan di lapangan, perbaikan terus dilakukan demi standar layanan tinggi. Seribu titik layanan yang tidak sesuai standar sudah ditutup secara paksa.
Siswa sekolah daring mungkin menjadi harga yang harus dibayar demi ketahanan energi. Namun, pendidikan karakter tetap tidak boleh hilang meskipun ruang kelas pindah ke rumah. Guru dan orang tua harus bekerja sama lebih erat selama masa transisi ini.
Harga minyak dunia mungkin terus bergejolak seiring dentuman meriam di tanah asing. Indonesia harus tetap kokoh berdiri dengan kaki sendiri, menjaga kedaulatan pangan dan energi. Kebijakan WFH dan sekolah daring April nanti menjadi ujian bagi kedisiplinan publik.
Masyarakat berharap konflik Iran dan Amerika-Israel segera berakhir agar dunia tenang kembali. Pasokan minyak yang lancar bakal membuat harga bensin kembali normal dan terjangkau. APBN bisa kembali fokus membangun infrastruktur masa depan yang dicita-citakan sejak lama.
Semua mata kini tertuju pada implementasi aturan baru sehabis libur panjang Lebaran. Apakah jalanan Jakarta bakal sepi atau justru tempat wisata yang makin ramai pengunjung? Hasilnya bakal terlihat pada laporan konsumsi BBM nasional akhir bulan April nanti.
Mari masyarakat bersiap menyambut era kerja dan belajar yang fleksibel demi kepentingan nasional. Perubahan perilaku kerja memang sulit, namun terkadang harus dilakukan demi bertahan hidup. Kesabaran dan doa menjadi modal utama menghadapi ketidakpastian global yang kian memuncak.
Kualitas pendidikan anak-anak harus tetap dijaga meski lewat sambungan internet yang terbatas. Jangan biarkan layar gawai membuat interaksi sosial antara guru dan murid menjadi pudar. Masa depan bangsa ada pada gizi yang baik dan otak yang cerdas.
Semoga badai ekonomi ini segera berlalu dari langit Indonesia yang kita cintai. Pemerintah perlu terus mendengarkan suara rakyat dan pengamat agar kebijakan tetap tepat sasaran. Satu hari tanpa macet mungkin menjadi awal dari budaya kerja baru yang lebih efisien.
Efisiensi energi bukan hanya tugas negara, melainkan tanggung jawab setiap warga negara. Gunakan bensin seperlunya dan matikan listrik jika tidak sedang digunakan di rumah. Bersama-sama penduduk Indonesia, pasti bisa melewati tantangan berat tahun 2026 ini.R-02

