72 Jam Berjibaku! Pasukan Gabungan Mandi Asap Padamkan Api di Dumai
Petugas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Dumai. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Dumai - Perjuangan melawan si jago merah di Kota Dumai memasuki hari ketiga yang melelahkan pada Selasa, 24 Maret 2026. Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, hingga tim pemadam perusahaan swasta berjibaku memadamkan api di lahan gambut yang kering.
Suara deru mesin pompa air memecah kesunyian hutan yang terbakar. Asap tebal membuat mata para petugas perih serta sulit bernapas. Mereka tidak akan pulang sebelum bara benar-benar padam hingga dasar.
Fokus utama pemadaman berada pada wilayah Dumai Timur saat ini. Kawasan Medang Kampai juga menjadi titik paling kritis yang sedang ditangani. Kedua lokasi tersebut memiliki material gambut yang sangat mudah terbakar.
Kolaborasi Tanpa Batas
Kapolres Dumai, AKBP Angga Febrian Herlambang, memimpin langsung pasukan di lapangan. Strategi pemadaman disusun sangat rapi guna mencegah api melompat meluas. Penanganan Karhutla dilakukan secara kolaboratif bersama seluruh instansi terkait daerah.
BPBD serta Manggala Agni menjadi tulang punggung dalam menyuplai air. Masyarakat Peduli Api (MPA) juga tidak mau ketinggalan memberikan bantuan. Mereka hafal betul jalur tikus menuju titik api tersembunyi tersebut.
Lembaga kepolisian juga merangkul tim pemadam dari perusahaan-perusahaan sekitar lokasi. Langkah ini diambil agar pemadaman bisa berjalan lebih optimal serta cepat. Alat berat perusahaan sering kali sangat membantu dalam membuat sekat bakar darurat.
“Kami melibatkan tim fire perusahaan terdekat seperti Pertamina,” ujar Angga. Kapolres mengapresiasi bantuan sektor swasta dalam menangani bencana tahunan ini. Sinergi ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama terhadap kelestarian alam.
Gambut Sangat Menipu
Memadamkan api pada lahan gambut membutuhkan teknik khusus yang sangat rumit. Api sering kali bersembunyi di bawah permukaan tanah sedalam tiga meter. Permukaannya nampak padam, namun bara masih menyala panas pada bagian bawah.
Kondisi cuaca kering menjadi tantangan terbesar bagi seluruh personel lapangan. Embusan angin kencang bisa membuat api kecil kembali berkobar hebat. Petugas harus melakukan pendinginan berkali-kali pada titik yang sama setiap harinya.
Penyekatan area terbakar terus dilakukan menggunakan peralatan manual serta mesin. Tujuannya adalah memutus rantai bahan bakar api berupa semak kering. Jika tidak disekat, api akan terus menjalar menuju area pemukiman.
Seluruh personel wajib menggunakan peralatan keselamatan lengkap selama berada di lokasi. Masker serta sepatu bot menjadi pelindung utama dari panasnya bara api. Mereka tetap semangat meski tenaga mulai terkuras habis akibat cuaca.
Semangat Pantang Menyerah
AKBP Angga Febrian Herlambang nampak berada di garis paling depan pemadaman. Ia memegang selang air bersama anggota guna membasahi tanah yang berasap. Kehadiran pimpinan lapangan ini memicu semangat juang para anggota kepolisian.
Usai memimpin ritual doa, Kapolres langsung meluncur menuju area sekitar stadion. Lokasi tersebut menyimpan potensi api tersembunyi yang sangat membahayakan keselamatan umum. Instruksi tegas diberikan agar area tersebut segera mendapatkan proses pendinginan.
Ketersediaan sumber air menjadi kendala klasik yang sering kali muncul mendadak. Petugas harus mencari parit atau embung yang masih menyimpan sisa air. Terkadang mobil tangki harus bolak-balik mengambil air dari jarak jauh.
Upaya terpadu ini diharapkan segera mengendalikan seluruh titik api yang ada. Karhutla seringkali menjadi ancaman menakutkan bagi kesehatan paru-paru anak-anak Riau. Petugas berjanji akan terus berjibaku sampai langit Dumai kembali membiru. R-02

