Bukan Cuma Air, Warga Dumai "Siram" Titik Api Pakai Doa dan Air Mata
Wakil Walikota Dumai, Sugiyarto, dan Kapolres Dumai, AKBP Angga Febrian Herlambang, khusuk berdoa dalam Salat Istisqa di Lapangan Apel Polsek Dumai Timur, Senin, 23 Maret 2026. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Dumai - Di tengah kepungan asap dan panasnya api, warga Dumai bersimpuh memohon pertolongan Sang Pencipta. Salat Istisqa digelar pada Senin, 23 Maret 2026, di Lapangan Apel Polsek Dumai Timur demi mengundang air dari langit.
Ribuan pasang mata nampak berkaca-kaca menatap langit yang mulai kelabu kusam akibat asap. Aroma kayu terbakar tercium sangat menyengat hingga ke dalam saf jemaah yang sedang sujud. Udara kering tidak menyurutkan niat warga guna menunaikan ibadah permohonan hujan yang sangat khidmat.
Kegiatan keagamaan ini berlangsung sejak pagi hari dengan penuh kekhusyukan serta suasana haru. Forkopimda serta berbagai elemen masyarakat hadir memenuhi lapangan aspal yang terasa cukup panas. Mereka membawa satu doa tunggal, yaitu turunnya hujan yang berkah serta merata bagi bumi.
Kehadiran Wakil Wali Kota dan Sinergi Aparat
Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, hadir secara langsung membaur bersama jemaah dalam saf terdepan. Kehadirannya nampak memberikan semangat moral bagi jajaran Pemerintah Kota Dumai yang sedang berjuang melawan bencana. Jajaran Kepolisian serta TNI juga hadir dengan penuh harapan sebagai bentuk ikhtiar bersama memohon rahmat.
Sinergi antarinstansi nampak sangat kental dalam pelaksanaan ibadah massal yang menyentuh hati ini. Ibadah ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan keimanan seluruh warga yang hadir. Semua orang melepaskan ego jabatan demi memohon keselamatan bagi negeri tercinta dari ancaman api.
Sugiyarto berharap melalui ibadah ini Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa banyak manfaat. Keberkahan serta kesejahteraan masyarakat menjadi tujuan utama dari doa-doa yang dilangitkan hari ini. Ibadah ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan serta memperbanyak amal kebaikan setiap saat.
Seruan Perbaikan Diri
Salat Istisqa dipimpin oleh Imam Ustadz Dede Muhaimin dengan bacaan yang sangat menyentuh kalbu. Sementara itu, Ustadz Farid Luqmansyah bertindak sebagai khatib yang menyampaikan pesan penuh makna mendalam. Ia mengajak seluruh jemaah untuk memperbanyak istighfar serta memperbaiki diri secara totalitas sekarang.
Meningkatkan kepedulian sosial menjadi bagian penting dari ikhtiar spiritual menghadapi kondisi cuaca yang sangat kering. Khatib menekankan bahwa turunnya hujan merupakan bentuk rahmat Allah SWT yang diberikan kepada hamba-Nya. Setiap ujian hendaknya dihadapi dengan kesabaran, doa, serta introspeksi diri yang sangat jujur.
Suasana haru serta penuh penghayatan nampak menyelimuti seluruh area pelaksanaan ibadah tersebut. Para jamaah bersama-sama menadahkan tangan memohon ampun serta berharap kesejukan segera datang menghampiri. Air mata nampak menetes dari sudut mata para jemaah saat doa-doa permohonan hujan dibacakan.
Sinergi Antara Usaha dan Penyerahan Diri
Salat Istisqa menjadi simbol penyerahan diri manusia atas keterbatasan teknologi pemadam api sekarang. Manusia hanya bisa berusaha, namun kepastian air turun adalah hak mutlak Tuhan Yang Maha Esa. Keyakinan ini memberikan ketenangan bagi para petugas lapangan yang sudah mulai merasa sangat kelelahan.
Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang menyebut pelaksanaan ibadah ini merupakan bentuk ikhtiar batin paling tulus. Upaya fisik di lapangan harus dibarengi dengan kekuatan doa yang sangat kuat serta konsisten. Seluruh elemen masyarakat diharapkan terus bersatu padu menghadapi ancaman kebakaran hutan yang semakin meluas.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap meningkatkan keimanan serta mengajak masyarakat terus berdoa,” ujar Angga. Kapolres percaya bahwa kekuatan doa kolektif mampu mengubah keadaan alam yang sedang gersang terbakar. Keseimbangan alam hanya bisa kembali jika Sang Pencipta memberikan rida-Nya kepada penduduk bumi.
Langsung Turun Usai Berdoa
Ikhtiar spiritual tidak lantas membuat petugas bersantai menunggu keajaiban datang begitu saja tanpa usaha. Segera setelah doa penutup dibacakan, petugas segera bergegas kembali memakai seragam serta peralatan lengkap. Mereka langsung meluncur menuju titik api yang masih berkobar merah menyala pada lahan gambut.
Area sekitar stadion di Jalan Dumai menjadi sasaran utama aksi pemadaman pada sore hari ini. Semangat baru nampak terpancar dari wajah-wajah personel kepolisian yang baru saja selesai beribadah. Mereka membawa keyakinan bahwa bantuan dari langit akan segera datang membantu mendinginkan bara api.
Masyarakat yang tadinya ikut salat juga turut memberikan dukungan logistik bagi para petugas lapangan. Air minum serta makanan kecil mengalir menuju posko-posko pemadaman darurat yang tersebar luas. Semangat gotong royong ini menjadi berkah tersendiri di tengah bencana Karhutla yang melanda Riau.
Ibadah bersama ini diharapkan mampu memperkuat mental warga dalam menghadapi musim kering yang panjang. Sejarah membuktikan bahwa doa tulus sering kali mendatangkan hujan tak terduga pada waktu yang sangat tepat. Semoga langit Riau segera menangis haru membasahi bumi yang sedang terbakar hebat saat ini. R-02
R-02

