Lebaran di Depan Mata, Warga Hulu Kuantan Malah "Renang" di Dalam Rumah!
Petugas dan warga mengawasi kenaikan air Sungai Ulo yang menggenangi jalan raya di Desa Mudik Ulo, Hulu Kuantan. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Kuansing - Niat hati ingin berburu takjil, warga Hulu Kuantan justru harus sibuk menyelamatkan kasur. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kuantan Singingi membuat Sungai Ulo mengamuk secara mendadak. Air cokelat pekat merangsek masuk ke permukiman pada Kamis, 19 Maret 2026.
Suasana tenang menjelang waktu berbuka puasa berubah menjadi kepanikan kecil bagi puluhan kepala keluarga. Di Desa Mudik Ulo, sekitar 40 rumah warga terendam air setinggi dada anak-anak. Akses jalan sepanjang 400 meter juga lumpuh total karena genangan mencapai satu meter.
Kendaraan pemudik yang mulai curi start pun harus gigit jari karena jalanan tak bisa dilalui. Petugas kepolisian bersama TNI sibuk membantu warga memindahkan barang berharga ke tempat lebih tinggi. Harapan merayakan Idul Fitri dengan rumah bersih mendadak sirna tertutup lumpur sungai.
Dua Desa Terkepung Air
Kondisi serupa juga terlihat jelas di Desa Tanjung Medang yang letaknya bertetangga. Sebanyak 35 rumah warga ikut terdampak luapan air sungai yang tidak bersahabat ini. Ketinggian air rata-rata menyentuh angka 60 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa.
Kapolsek Hulu Kuantan AKP Pardomuan Aris Suranta memimpin langsung patroli di lokasi bencana tersebut. Pardomuan menyebut banjir terjadi akibat debit air sungai meningkat drastis usai hujan lebat. "Banjir disebabkan meluapnya Sungai Ulo," ujarnya saat meninjau lokasi terdampak.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang merusak suasana Ramadan ini. Namun, kerugian material warga ditaksir cukup banyak karena air masuk sangat cepat. Warga kini hanya bisa pasrah melihat stok sembako lebaran mereka ikut terendam air.
Petugas terus bersiaga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di sepanjang aliran sungai. Evakuasi barang milik warga terus dilakukan agar kerugian tidak semakin membengkak lebih parah. Situasi terpantau aman meskipun mendung masih betah bergelayut di langit Kuantan Singingi.
Kepolisian memberikan imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan kiriman yang mungkin datang. Jika hujan kembali turun malam ini, warga diminta segera mengungsi ke tempat aman.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada banjir susulan," tambah Kapolsek memberikan peringatan. Intensitas hujan yang masih labil menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga sekitar sungai. Polisi memastikan terus memantau debit air demi kelancaran arus lalu lintas menjelang mudik.
Hingga saat ini, debit air dilaporkan mulai tertahan dan tidak mengalami kenaikan signifikan. Petugas gabungan masih menetap di lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar kondusif bagi masyarakat. Semoga air segera surut agar warga bisa kembali fokus mengejar pahala di sisa Ramadan dan merayakan Idul Fitri. R-02

