Pedagang Sebut Revitalisasi Pasar Wisata Pekanbaru hanya Janji Muluk Pejabat
Pasar Wisata, Pasar Bawah Kota Pekanbaru. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Gedung pasar yang berlokasi di ujung pertemuan jalan Ahmad Yani dan jalan Senapelan Kota Pekanbaru ini awalnya diketahui akan dilakukan proses Revitalisasi.
Namun proses Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru yang digadang-gadang menjadi pusat perdagangan modern ini ternyata hingga kini belum juga rampung.
Proyek yang disebut-sebut akan digeber pengerjaannya justru berubah menjadi proyek yang terus molor, sementara pedagang masih bertahan di tempat penampungan sementara.
Selama ini, Pasar Bawah dikenal warga sebagai salah satu pusat perdagangan paling ramai di Kota Pekanbaru.
Setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri, kawasan pasar ini biasanya dipadati masyarakat yang datang berbelanja berbagai kebutuhan menyambut hari besar dan salah satunya adalah Hari Lebaran Idul Fitri.
Namun suasana itu tidak lagi terlihat disebabkan sejak pasar tersebut dikosongkan untuk proses revitalisasi, ratusan pedagang harus meninggalkan kios dan lapak mereka.
Para pedagang dipindahkan ke lokasi penampungan sementara dengan keyakinan bahwa pembangunan pasar akan dipacu agar cepat selesai.
Proses pembangunan pasar tersebut bahkan sudah berkali-kali disebut akan digeber agar pedagang dapat segera kembali berdagang di bangunan yang baru.
Target penyelesaian yang pernah disebutkan ternyata juga selalu berganti-ganti, akibatnya janji yang berulang tanpa kepastian itu membuat para pedagang semakin kehilangan harapan untuk segera kembali berdagang di pasar lama.
Banyak pedagang mengaku kecewa dengan kondisi tersebut dan menilai bahwa janji pembangunan yang akan dipercepat, justru berbeda jauh dengan kenyataan di lapangan.
Mereka menilai janji yang berulang kali disampaikan pemerintah Kota Pekanbaru tidak lebih dari sekadar ucapan tanpa realisasi yang nyata.
“Dari dulu selalu dibilang segera selesai, tapi nyatanya sampai sekarang belum juga tuntas. Janji manis pejabat,” ujar M terkesan kesal.
“Waktu kami diminta keluar (dari gedung pasar), katanya biar pembangunan cepat selesai, sampai sekarang belum juga selesai,” ketus salah seorang pedagang lain yang menimpali.
Para pedagang sebenarnya tidak keberatan jika pasar sumber penghidupan yang menopang ekonomi keluarga selama bertahun-tahun tersebut diperbaiki, namun harapan mereka, pembangunan dilakukan dengan serius agar pedagang tidak terlalu lama kehilangan tempat usaha.
Mereka justru mengeluhkan kondisi tempat penampungan sementara yang justru tidak mampu menggantikan keramaian Pasar Bawah yang selama ini menjadi pusat aktivitas perdagangan masyarakat.
"Kemarin kami disuruh cepat-cepat keluar karena mau direnofasi, buktinya apa? Cuma janji muluk pejabat," keluh salah satu pedagang di kawasan pasar wisata Pekanbaru pada Jumat pagi, 13 Maret 2026.
Keluhan ini disampaikan pedagang berinisial G, yang awalnya menjajakan dagangannya di gedung Pasar Wisata atau yang lebih dikenal warga dengan Pasar Bawah.
Pengunjung yang datang, sebut para pedagang, jauh berkurang dan pelanggan tetap mereka pun berangsur hilang, jadi mereka harus memulai kembali dari awal.
“Kalau dulu menjelang Lebaran pasar penuh orang, pembeli ramai, ya sekarang apa? Sepi! Jauh kali bedanya, kami ini seperti di-PHP saja” ucap pedagang lain.
Ketika pasar ditutup untuk revitalisasi, pedagang berharap pembangunan benar-benar dilakukan dengan serius agar aktivitas perdagangan bisa segera kembali berjalan.
Menjelang Lebaran yang biasanya menjadi masa paling ramai bagi pedagang, kondisi Pasar Bawah yang belum rampung justru meninggalkan kekecewaan bagi mereka yang masih menunggu kapan bisa kembali berdagang di pasar tersebut.
Mereka berharap pemerintah tidak lagi hanya menyampaikan janji, tetapi segera menunjukkan langkah nyata untuk menuntaskan pembangunan Pasar Bawah yang telah lama dinanti.
“Harapan kami sederhana saja, pemerintah benar-benar menuntaskan pembangunan ini. Jangan lagi hanya janji, tapi buktikan dengan pekerjaan yang nyata di lapangan,” ucap salah satu pedagang yang mengaku bernama Anto.
Sebelumnya, revitalisasi Pasar Bawah yang dikelola oleh PT Ali Akbar Sejahtera sebagai pihak ketiga yang bertanggung jawab sebagai pelaksana, ditargetkan rampung pada November 2025.
Pj Sekretaris Daerah Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut juga pernah menegaskan bahwa keterlambatan proyek, tentu memiliki konsekuensi sesuai perjanjian yang telah disepakati.
“Dalam perjanjian ada hak dan kewajiban. Jika terjadi keterlambatan tentu ada risikonya,” ujar Ingot.
Pemko Pekanbaru juga meminta pihak ketiga mempercepat pekerjaan dengan target pasar dapat dibuka setelah Hari Besar Lebaran Idul Fitri. (R-03)

