Debut Razia Pekat Kasatpol PP-Damkar Baru, Wan Zulkifli Sisir Hotel dan THM di Selatpanjang : Sasar ASN, Kades, dan Anak di Bawah Umur
Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar razia Penyakit Masyarakat (Pekat) di sejumlah hotel, wisma, dan tempat hiburan malam (THM) di Kota Selatpanjang, Kecamatan Tebingtinggi, Kamis (10/7/2025) malam. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Dalam rangka menjaga ketertiban umum dan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar razia Penyakit Masyarakat (Pekat) di sejumlah hotel, wisma, dan tempat hiburan malam (THM) di Kota Selatpanjang, Kecamatan Tebingtinggi, Kamis (10/7/2025) malam.
Operasi yang dimulai sejak pukul 22.00 hingga 00.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Pol PP-Damkar yang baru, Wan Zulkifli, S.H., M.Si. Kegiatan ini dinamakan Razia Pekat ( Penyakit Masyarakat) dalam rangka menjaga Pelaksanaan Pengawasan Trantibum Penegakan Perda dan Perkada di Kecamatan Tebing Tinggi.
Bagi pria yang akrab disapa Wan Zul, razia yang dilakukan adalah debut pertama baginya setelah dilantik beberapa waktu lalu tepatnya 10 Juni 2025. Dimana sebelumnya ia memimpin Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) selama hampir tiga tahun.
"Ini adalah langkah awal kami untuk menunjukkan bahwa penegakan perda dan pemeliharaan ketertiban umum bukan sekadar slogan. Ini komitmen nyata," tegas Wan Zulkifli saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Dengan didampingi Kabid Operasi dan Perda Ardath, S.IP, Kasi Trantibum Andi Irawan, SE (PPNS), Kasi Perda Hendrian Sufrika, ST, serta sejumlah personel Satpol PP dan Banpol, operasi ini menyisir titik-titik rawan pelanggaran seperti hotel-hotel kelas melati, tempat karaoke, serta restoran yang dicurigai melanggar aturan jam operasional dan perizinan.
Dalam razia ini, tim tidak hanya melakukan pemeriksaan administrasi penginapan dan identitas pengunjung, tetapi juga menyampaikan imbauan persuasif kepada pemilik usaha agar menaati peraturan daerah (Perda) dan peraturan kepala daerah (Perkada) yang berlaku.
Wan Zulkifli menekankan bahwa razia ini akan menjadi agenda rutin Satpol PP-Damkar sebagai bagian dari upaya pengawasan dan penegakan Perda Trantibum di wilayah Kepulauan Meranti, khususnya di kawasan kota yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
"Razia ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk mengingatkan bahwa hukum harus ditegakkan demi kepentingan bersama. Kami ingin Selatpanjang tetap menjadi ibu kota kabupaten yang aman, bersih, dan tertib," ujarnya.
Malam itu, dua unit mobil patroli Satpol PP dan Damkar Kepulauan Meranti bergerak menyusuri gelapnya jalanan Kota Selatpanjang. Satu per satu hotel dan THM mereka datangi, dalam rangka razia Pekat yang jadi komitmen baru Kasat Pol PP-Damkar Wan Zulkifli, pasca dirinya dilantik sebulan lalu.
Razia tersebut bukan sekadar patroli rutin. Petugas secara khusus menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kepala desa yang ‘keluyuran’ ke hotel atau tempat hiburan malam, sesuai dengan imbauan tegas kepala daerah. Mereka juga melakukan pemeriksaan terhadap pasangan bukan muhrim yang menginap di hotel, serta mengawasi keberadaan pekerja di bawah umur.
Sasaran lebih spesifik tertuju pada banyaknya laporan warga tentang aktivitas mencurigakan, seperti anak di bawah umur yang kerap keluar-masuk hotel tanpa pengawasan, hingga praktik eksploitasi anak lokal yang diduga terlibat sebagai wanita pekerja malam.
“Jika ditemukan, mereka akan langsung kami data, dibina, dan dikembalikan ke orang tua atau wali mereka,” ujar seorang petugas yang terlibat dalam razia.
Hotel pertama yang disambangi adalah Hotel Wisata di Jalan Kesehatan. Meski tidak ditemukan pelanggaran berat, petugas mendapati sejumlah kamar yang terkunci rapat. Pihak hotel pun diminta membuka kamar-kamar tersebut menggunakan kunci cadangan untuk memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan.
Namun perhatian petugas sempat tertuju pada satu temuan mencolok—sebuah sepeda motor dengan plat merah, milik Pemkab Kepulauan Meranti, terparkir di halaman hotel. Tak ada kejelasan siapa pemilik atau pengguna kendaraan tersebut malam itu. Temuan ini menjadi catatan penting dan akan ditelusuri lebih lanjut.
"Razia ini juga bagian dari penegakan integritas di lingkungan ASN dan pemerintahan desa. Tidak boleh ada toleransi jika ada yang melanggar etika dan hukum," tegas Wan Zulkifli.
Operasi yang berlangsung hingga tengah malam itu bukan hanya menjadi simbol penegakan perda, tapi juga memperlihatkan ketegasan pemerintah dalam menjaga moralitas dan ketertiban di daerah.
Razia malam oleh Satpol PP-Damkar Kepulauan Meranti terus berlanjut ke sejumlah titik rawan pelanggaran ketertiban umum. Selanjutnya tim melakukan penyisiran ke KTV Paragon yang berlokasi di Hotel Grand Meranti, Jalan Kartini.
Namun suasana sempat memanas. Saat hendak memeriksa salah satu ruangan karaoke, tim mendapati penolakan dari petugas KTV. Alasan yang disampaikan yakni ruangan sedang digunakan untuk acara keluarga. Penolakan ini memicu kegeraman Wan Zulkifli.
“Kami datang untuk menjalankan tugas, bukan membuat gaduh. Ini bagian dari penegakan perda dan upaya menjaga moralitas serta ketertiban umum,” tegas Wan Zul dengan nada tinggi.
Setelah memastikan tidak ada pelanggaran yang ditemukan, tim melanjutkan patroli ke Restoran Otewe di Jalan Ibrahim. Begitu mobil patroli tiba, sejumlah pengunjung tampak panik dan berhamburan keluar. Namun beberapa tetap bertahan di pondok-pondok kecil yang ditutupi tirai, ditemani para wanita berpakaian seksi.
Petugas kemudian mengumpulkan para wanita tersebut, mendata identitas mereka satu per satu. Hasilnya, sebagian besar berasal dari luar daerah. Tidak ditemukan pekerja di bawah umur; usia termuda adalah 18 tahun.
Wan Zulkifli pun memberikan pengarahan khusus. Diminta para SPG saat berkeliling di Kota Selatpanjang saat sore hari untuk tetap mengenakan pakaian sopan tidak seperti pakaian bekerja agar tidak mengundang gairah para pengguna jalan lainnya.
“Kami minta agar saat berada di luar tempat kerja, terutama sore hari, berpakaianlah lebih sopan agar tidak mengundang keresahan di tengah masyarakat. Jaga etika dan kesopanan,” imbaunya tegas.
Razia dilanjutkan ke KTV AKA Hotel di Jalan Terubuk. Penyisiran dilakukan ke seluruh room karaoke, dan petugas kembali memastikan tak ada pelanggaran, termasuk keberadaan pekerja wanita di bawah umur. Para pengunjung juga diingatkan agar tetap menjaga ketertiban dan tidak menimbulkan kegaduhan.
Penyisiran terakhir dilakukan di Hotel Melati 8 di Jalan Belanak, yang selama ini menjadi sorotan karena diduga menjadi lokasi prostitusi terselubung. Namun malam itu, suasana hotel tampak sepi. Tak ada aktivitas mencurigakan, dan petugas mencatat kondisi tempat dalam pengawasan.
Rangkaian razia malam yang digelar oleh Satpol PP-Damkar Kepulauan Meranti tidak semata-mata bertujuan untuk menemukan pelanggaran. Sebaliknya, kegiatan ini adalah bagian dari pendekatan persuasif dalam menjaga stabilitas dan ketertiban umum di tengah masyarakat.
Kasat Pol PP-Damkar, Wan Zulkifli SH MSi, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melaksanakan patroli secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan dinamika situasi di lapangan. Menurutnya, razia bukan untuk menciptakan ketakutan, namun sebagai bentuk tanggung jawab dan peran aktif pemerintah daerah dalam menjaga wajah Kepulauan Meranti.
Lebih lanjut Wan Zul menegaskan bahwa razia tidak selalu identik dengan penindakan. Apa yang dilakukan ini gunanya untuk mencegah dan memang sudah menjadi tupoksi.
"Kami akan terus melakukan patroli berkala dan melihat situasi dan kondisi. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi demi kebaikan bersama. Meranti harus bersih, aman, dan bermartabat.
Apa yang kita lakukan ini gunanya untuk mencegah dan memang sudah menjadi
tupoksi kita melakukan ini," tukasnya.
Ia menambahkan, pendekatan yang dilakukan lebih pada bentuk pengawasan dan edukasi, agar masyarakat paham bahwa menjaga ketertiban dan norma sosial adalah tanggung jawab bersama.
"Razia tidak selalu tentang adanya temuan. Yang lebih penting adalah pesan moral dan tindakan persuasif untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama," pungkasnya.
Dengan pendekatan yang humanis namun tetap tegas, Satpol PP-Damkar berharap seluruh elemen masyarakat mendukung upaya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bermartabat di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Razia yang berakhir menjelang tengah malam ini merupakan bagian dari komitmen awal Wan Zulkifli setelah dilantik sebagai Kasat Pol PP-Damkar. Tak hanya menegakkan aturan, tetapi juga mengembalikan marwah kota sebagai wilayah yang bermartabat dan tertib.
Kegiatan malam itu ditutup dengan catatan evaluasi untuk tindak lanjut dan peningkatan pengawasan ke depan. Bagi Wan Zul, langkah ini adalah bagian dari transisi kepemimpinan yang tidak hanya administratif, tetapi juga nyata di lapangan. (R-01)

