Gubernur BI Mundur
Rupiah Kembali Tersungkur, Sentimen Dalam Negeri Jadi Sorotan Investor
Ilustrasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News – Rupiah melanjutkan tren penurunan pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026. Nilai tukar dibuka melemah 0,27 persen di posisi Rp18.054 per dolar AS. Tak lama kemudian, penurunan semakin dalam menyentuh Rp18.068.
Pelemahan ini terjadi meski ketegangan konflik global mulai mereda. Faktor yang seharusnya menguntungkan justru tak mampu mengangkat rupiah. Sentimen domestik menjadi beban utama yang membebani pergerakan nilai tukar.
Mata uang kawasan Asia juga ikut terpantau melemah secara merata. Dolar Taiwan mencatat penurunan paling dalam sebesar 0,39 persen. Disusul kemudian rupiah, won Korea, hingga yuan Tiongkok.
Hanya dolar Hong Kong yang mampu bertahan sedikit menguat 0,01 persen. Indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia justru turun tipis 0,05 persen ke angka 101,48. Kondisi ini menunjukkan tekanan datang dari sisi dalam negeri.
Analis memproyeksikan dolar AS berpotensi melemah di semester kedua tahun ini. Namun, hal itu belum serta merta tercermin pada pergerakan rupiah saat ini. Pasar masih terlalu fokus pada pergantian pucuk pimpinan Bank Indonesia.
Pengunduran diri Gubernur Perry Warjiyo meninggalkan celah ketidakpastian. Pasar meragukan kesinambungan kebijakan moneter yang selama ini dijaga ketat. Isu kemandirian lembaga kini menjadi sorotan paling sensitif bagi investor.
"Pergantian pimpinan bisa mengubah cara kerja operasional bank sentral," ungkap salah satu analis pasar modal. Hal ini membuat investor asing mengambil sikap sangat berhati-hati. Dana-dana jangka pendek berpotensi kembali ditarik keluar negeri.
Kondisi ini memperumit upaya pemulihan ekonomi pasca gejolak harga pangan. Nilai tukar yang tak stabil akan menambah beban biaya impor bahan pokok. Inflasi yang sempat terkendali bisa kembali terancam melonjak.
Pihak berwenang diharapkan segera memberikan kepastian mengenai penerus kepemimpinan. Sosok yang terpilih harus meyakinkan pasar akan independensi penuh. Kepercayaan yang hilang harus dipulihkan secepat mungkin lewat kebijakan yang kredibel.
Sementara itu, pedagang valas memantau pergerakan dalam rentang sempit. Volatilitas tinggi diprediksi masih akan terjadi sepanjang minggu ini. Keputusan besar yang diambil pemerintah akan menjadi penentu arah rupiah ke depan. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Gubernur BI Mundur
Semua Mata Uang Asia Menguat, Rupiah Malah Terjun Bebas
-
Gubernur BI Mundur
Merah Sendiri! IHSG Jatuh Saat Bursa Asia Semakin Menguat

