Gubernur BI Mundur
Semua Mata Uang Asia Menguat, Rupiah Malah Terjun Bebas
Ilustrasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News – Rupiah menutup perdagangan Senin, 27 Juli 2026, di level Rp18.005 per dolar AS. Nilai ini melemah 0,34 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini berjalan kontras dengan pergerakan mata uang kawasan lain.
Sebagian besar mata uang Asia bergerak menguat di zona hijau. Peredaan ketegangan geopolitik menjadi pendorong utama. Amerika Serikat dan Iran dilaporkan menghentikan serangan balas masing-masing.
Harga minyak mentah pun turun menjadi sekitar US$90 per barel. Kondisi ini biasanya menguntungkan negara pengimpor energi. Namun rupiah justru ikut tertekan bersama Won Korea Selatan.
Won melemah 0,73 persen akibat aksi jual besar asing. Investor asing tercatat melepas saham senilai Rp1,9 miliar dolar AS. Tekanan serupa terjadi pada rupiah karena faktor domestik yang lebih dominan.
Penyebab utama pelemahan rupiah adalah isu kepemimpinan bank sentral. Pengunduran diri Perry Warjiyo memicu tanda tanya besar di kalangan pelaku pasar. Kesinambungan kebijakan moneter menjadi fokus utama yang dikhawatirkan.
Pasar mulai meragukan arah kebijakan yang akan diambil kepemimpinan baru. Kemandirian lembaga dalam menjaga stabilitas menjadi sorotan tajam. Perubahan arah kebijakan berpotensi mengganggu kestabilan nilai tukar jangka panjang.
Sejumlah pengamat menilai transisi ini membutuhkan kepastian segera. Tanpa kejelasan sosok penerus, sentimen pasar akan terus berhati-hati. Risiko ketidakpastian membuat investor asing menahan langkah atau bahkan menarik dana.
"Pasar menguji seberapa kuat kemandirian bank sentral ke depan," ujar salah satu analis asing. Kredibilitas institusi menjadi lebih penting daripada sosok pemimpinnya. Kepercayaan ini tidak mudah dibangun kembali jika terguncang.
Meskipun faktor luar mendukung penguatan, sentimen dalam negeri lebih dominan. Kestabilan politik dan kebijakan moneter adalah kunci utama. Selama belum ada kepastian, rupiah berpotensi bergerak fluktuatif.
Pihak berwenang dipastikan akan mengambil langkah menjaga stabilitas. Namun pasar menunggu bukti nyata dari komitmen tersebut. Kepercayaan yang hilang harus dipulihkan dengan keputusan yang tegas dan cepat. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Gubernur BI Mundur
Merah Sendiri! IHSG Jatuh Saat Bursa Asia Semakin Menguat

