Mahasiswa Farmasi Diduga Jadi Bandar Pod Getar, Polisi Bongkar Jejak Jaringan Malaysia
Seorang mahasiswa di Medan ditangkap polisi beserta 488 paket narkoba. (sumber: Polrestabes Medan)
SUMUT, SabangMerauke News – Dunia pendidikan kembali diterpa kabar mengejutkan. Seorang mahasiswa diduga terlibat bisnis narkotika. Polisi menyebut perannya bukan sekadar pengguna.
Mahasiswa berinisial MZ berusia 21 tahun itu ditangkap. Ia merupakan mahasiswa jurusan farmasi di Medan. Penangkapan dilakukan pada Senin malam.
Petugas mengamankan MZ di depan sebuah rumah kos. Lokasinya berada di Kelurahan Merdeka. Kawasan itu masuk Kecamatan Medan Baru.
Saat diamankan, MZ membawa sebuah tas ransel. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan. Hasilnya membuat penyidik memperluas penyelidikan.
Sebanyak 488 pod getar ditemukan di dalam tas. Barang tersebut diduga mengandung narkotika. Seluruh barang langsung disita sebagai barang bukti.
Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha menegaskan status pelaku. Polisi menyebut MZ berperan sebagai bandar. Penyelidikan masih terus dikembangkan. "Kami pastikan pelaku merupakan bandar," kata Rafli Yusuf, Sabtu, 25 Juli 2026.
Pengungkapan itu berawal dari pengembangan kasus sebelumnya. Polisi lebih dulu membongkar peredaran pod getar. Kasus tersebut ditemukan di pusat Kota Medan.
Dari penyelidikan lanjutan, nama MZ muncul. Tim kemudian melakukan pengintaian. Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan.
Menurut hasil pemeriksaan awal, MZ menjalankan aktivitas tersebut selama dua bulan. Waktu yang relatif singkat itu dinilai cukup aktif. Polisi mencatat delapan transaksi telah dilakukan.
Sebagian pembeli diduga berasal dari kalangan mahasiswa. Fakta itu menjadi perhatian penyidik. Lingkungan kampus kini ikut disorot. "Dalam dua bulan, pelaku sudah delapan kali bertransaksi," ujar Rafli.
Penyidik mendalami jalur distribusi barang tersebut. Dugaan sementara mengarah ke jaringan internasional. Malaysia disebut sebagai sumber pasokan.
Polisi belum berhenti pada satu tersangka. Seorang rekan MZ kini diburu. Keberadaannya diduga berada di Aceh.
Peran orang tersebut masih didalami penyidik. Polisi meyakini jaringan ini tidak bekerja sendiri. Rantai distribusi diduga melibatkan beberapa pihak. "Kami masih mengejar rekan pelaku yang diduga berada di Aceh," jelas Rafli.
Asal-usul pod getar juga menjadi fokus penyelidikan. Polisi menduga barang masuk melalui jalur tertentu. Dugaan itu masih memerlukan pembuktian.
Kasus ini menambah daftar peredaran narkotika berbentuk vape. Modus tersebut semakin sering ditemukan. Bentuknya membuat barang tampak seperti rokok elektronik biasa.
Kondisi itu dinilai berbahaya bagi kalangan muda. Penampilan pod getar sulit dibedakan. Banyak orang tidak menyadari kandungannya.
Polisi mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Orang tua diminta memperhatikan pergaulan anak. Lingkungan kampus juga diharapkan memperkuat pengawasan.
Peredaran narkotika kini terus berubah. Pelaku memanfaatkan perkembangan teknologi. Kemasan modern dipakai untuk menghindari kecurigaan.
Penyidik masih menelusuri aliran distribusi. Identitas pembeli juga sedang didalami. Langkah itu penting memutus mata rantai peredaran.
Kasus ini menjadi pengingat keras. Pendidikan tinggi tidak selalu menjadi benteng. Penyalahgunaan narkotika dapat menyasar siapa saja.
Polrestabes Medan memastikan pengembangan perkara terus dilakukan. Seluruh pihak yang terlibat akan ditelusuri. Polisi berupaya membongkar jaringan hingga ke pemasok.
Di balik kemasan vape yang tampak biasa, penyidik melihat ancaman besar. Dugaan jaringan lintas negara membuka babak baru penyelidikan. Polisi kini berpacu memutus jalur peredaran sebelum semakin banyak generasi muda menjadi sasaran. R-02

