Wow! Hacker Asal Perawang Riau Ini Terima Penghargaan dari NASA Usai Temukan Celah Sistem Keamanan
Rahmat Setiawan meraih penghargaan resmi dari National Aeronautics and Space Administration (NASA). Foto: Istimewa
RIAU, SabangMerauke News - Pemuda asal Perawang, Kabupaten Siak, Rahmat Setiawan sukses menembus panggung bergengsi internasional. Ia meraih penghargaan resmi dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) setelah berhasil menemukan celah keamanan pada sistem mereka.
NASA merupakan lembaga pemerintah Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas program antariksa sipil, eksplorasi luar angkasa, serta penelitian aeronautika. Pengakuan dari lembaga sekaliber NASA menjadi pencapaian yang membanggakan bagi putra daerah Riau ini.
Atas kontribusinya dalam membantu meningkatkan keamanan sistem, Rahmat menerima Piagam Penghargaan dari NASA serta tercatat dalam Hall of Fame NASA sebagai bentuk apresiasi atas laporan kerentanan keamanan yang ditemukannya.
Berdasarkan dokumen resmi NASA Vulnerability Disclosure Policy (VDP), laporan kerentanan keamanan yang dikirimkan Rahmat Setiawan pada target https://nasa.gov dengan akun rahmatsetiawan6199 dinyatakan diterima (accepted) oleh NASA pada 5 Mei 2026. Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam membantu meningkatkan keamanan sistem, NASA kemudian menerbitkan dan memberikan Piagam Penghargaan resmi pada 22 Juli 2026 yang ditandatangani oleh Kelvin Taylor selaku Senior Agency Information Security Officer (SAISO) NASA Office of Chief Information Officer (OCIO).
Menariknya, pencapaian tersebut berawal dari kegemarannya mengasah kemampuan di bidang keamanan siber. Rahmat mengaku aktivitas menemukan celah keamanan pada sistem NASA awalnya dilakukan sebagai sarana belajar dan mengembangkan keterampilan.
"Awalnya hanya iseng untuk mengasah skill dan belajar lebih jauh tentang keamanan siber. Saya tidak pernah menyangka bisa mendapatkan apresiasi langsung dari NASA," ungkap Rahmat lewat surat tertulis diterima SabangMerauke News, Jumat (24/7/2026).
Pencapaian Rahmat menjadi perhatian publik karena latar belakang kehidupannya yang sederhana. Dalam kesehariannya, ia bekerja sebagai tukang pemotong rumput di area pabrik di Perawang. Dari lingkungan sederhana tersebut, ia membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menembus dunia teknologi tingkat tinggi.
Sejak kecil, Rahmat diketahui memiliki minat besar terhadap komputer dan internet. Saat anak-anak seusianya menghabiskan waktu untuk bermain, ia justru lebih sering berada di warung internet untuk belajar komputer dan internet secara otodidak.
"Sejak kecil saya memang sudah tertarik dengan komputer dan internet. Saya lebih senang belajar di warnet daripada bermain seperti teman-teman lainnya," ujarnya.
Ketertarikan tersebut terus ia tekuni hingga dewasa. Dengan konsistensi, ketekunan, dan rasa ingin tahu yang tinggi, Rahmat mendalami dunia keamanan siber hingga akhirnya mampu mengidentifikasi berbagai celah keamanan pada sejumlah sistem digital nasional maupun internasional.
Raih Banyak Penghargaan
Selain pengakuan dari NASA, Rahmat juga menerima berbagai penghargaan, sertifikat apresiasi, piagam penghargaan, serta pengakuan Hall of Fame dari sejumlah instansi pemerintah, perusahaan, perguruan tinggi, dan organisasi internasional.
Penghargaan tersebut antara lain berasal dari Catalyst, Good Ponsel, KaryaKarsa, Universitas Islam Lamongan (UNISLA), Universitas Advent Indonesia (UNAI), TIMES Indonesia, BMKG, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), PT BGR Logistik Indonesia, PT Edukasi Indonesia Jaya, serta berbagai Dinas Komunikasi dan Informatika di sejumlah daerah, termasuk Provinsi Lampung, Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Blora, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Gowa, Kabupaten Nunukan, Kota Cimahi, dan Kota Gorontalo.
Di tingkat internasional, Rahmat juga memperoleh pengakuan Hall of Fame dari Government Technology Agency (GovTech) Singapura, Wageningen University & Research Belanda, UNESCO, UNDP, serta NASA. Selain itu, ia juga menerima Piagam Penghargaan dari NASA atas kontribusinya dalam bidang teknologi dan keamanan digital.
Meski telah meraih berbagai pengakuan nasional maupun internasional, Rahmat tetap menunjukkan sikap rendah hati. Ia menegaskan bahwa seluruh pencapaiannya merupakan amanah yang harus disyukuri.
"Banyak sertifikat apresiasi dan penghargaan dari dalam negeri maupun luar negeri yang telah saya dapatkan, tetapi semua ini hanya titipan dari Allah," ungkapnya.
"Kalau bukan karena Allah, saya bukan siapa-siapa," ungkapnya.
Rahmat juga diketahui kerap membagikan berbagai pencapaiannya melalui akun Instagram pribadinya, @rahmatsetiawan6199. Meski demikian, ia tetap menjalani kehidupan sederhana di Perawang dan tidak meninggalkan kesehariannya sebagai pekerja.
Kisah Rahmat Setiawan menjadi bukti bahwa talenta besar dapat lahir dari mana saja. Dengan semangat belajar, kerja keras, dan konsistensi dalam mengembangkan kemampuan, siapa pun memiliki peluang untuk bersaing di tingkat global.
Keberhasilan Rahmat diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya yang berasal dari daerah, untuk terus mengembangkan potensi diri, berani bermimpi besar, serta tidak mudah menyerah dalam meraih masa depan yang lebih baik. (R-03)

