Berawal dari Satu Kolam Kini Muhammad Fadil Miliki 10 Kolam, Usaha Budidaya Ikan Lele di Kepulauan Meranti Makin Menjanjikan
Usaha budidaya ikan lele yang dikelola Muhammad Fadil, warga Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Foto: SM News
KEPULAUAN MERANTI - Budidaya ikan lele kini menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Tingginya permintaan pasar, terutama sejak bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto, membuka peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha perikanan air tawar tersebut.
Salah satu pelaku usaha yang sukses membuktikan besarnya potensi bisnis ini adalah Muhammad Fadil, warga Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Berbekal semangat dan ketekunan, Fadil memulai usaha budidaya ikan lele pada 2021 dengan hanya satu kolam terpal. Kini, usahanya berkembang pesat hingga memiliki 10 kolam yang dibangun secara bertahap dari hasil keuntungan panen.
Fadil mengaku saat ini telah memiliki pelanggan tetap yang rutin membeli hasil panennya. Mulai dari pedagang ikan di pasar tradisional hingga pemilik usaha kuliner pecel lele di Selatpanjang.
"Alhamdulillah, sekarang sudah ada beberapa usaha pecel lele yang rutin mengambil ikan dari kami. Selain itu juga ada pedagang ikan di pasar-pasar Selatpanjang," ujar Fadil.
Meski demikian, tingginya permintaan pasar justru menjadi tantangan tersendiri. Kapasitas produksi yang dimiliki saat ini belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan konsumen.
Menurutnya, permintaan terbesar datang dari penyedia dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan dalam jumlah besar.
"Kalau dari MBG biasanya minimal meminta sekitar 300 kilogram. Sementara hasil panen kami belum mampu memenuhi sebanyak itu, sehingga terpaksa beberapa kali kami tolak," katanya.
Fadil menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa peluang usaha budidaya ikan lele di Kepulauan Meranti masih sangat terbuka lebar. Sayangnya, peluang tersebut belum banyak dimanfaatkan masyarakat.
Pasar yang Luas
Ia menyebut hingga saat ini pasokan ikan lele lokal masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Bahkan, tidak sedikit pedagang ikan di pasar maupun rumah makan yang terpaksa mendatangkan ikan lele beku dari luar daerah demi memenuhi permintaan pelanggan.
"Ikan lele di Meranti masih kurang. Padahal kebutuhan pasar cukup besar setiap hari. Ini sebenarnya peluang usaha yang sangat bagus bagi masyarakat," ujarnya.
Sebagai salah satu komoditas perikanan air tawar yang telah lama dibudidayakan di Indonesia, ikan lele memiliki pasar yang stabil. Banyaknya usaha kuliner pecel lele di berbagai daerah menjadi bukti tingginya tingkat konsumsi masyarakat terhadap komoditas tersebut.
Selain memiliki pangsa pasar yang luas, budidaya ikan lele juga dinilai relatif mudah dijalankan. Usaha ini dapat dimulai dari skala kecil menggunakan kolam terpal, drum plastik maupun kolam sederhana lainnya, sehingga tidak membutuhkan lahan yang luas.
Teknologi budidayanya pun cukup mudah dipelajari, kebutuhan air relatif sedikit, serta modal awal yang tidak terlalu besar dibandingkan usaha peternakan lainnya.
Menurut Fadil, salah satu keunggulan ikan lele adalah daya tahan tubuhnya yang cukup baik sehingga lebih mudah dibudidayakan, termasuk oleh masyarakat yang baru memulai usaha.
Meski demikian, ia mengakui tidak sedikit pelaku budidaya ikan lele di Kepulauan Meranti yang akhirnya berhenti berusaha. Sebagian besar merupakan kelompok usaha penerima bantuan yang kurang memiliki pengetahuan teknis dalam mengelola budidaya secara berkelanjutan.
Selain itu, tingginya harga pakan pabrikan juga menjadi tantangan yang sering dihadapi pembudidaya.
Namun demikian, Fadil meyakini kendala tersebut masih dapat diatasi apabila pelaku usaha memiliki kemauan untuk belajar dan memanfaatkan sumber daya lokal sebagai alternatif pakan.
"Yakinlah, usaha ini sangat menguntungkan kalau dilakukan dengan benar. Harga ikan lele sekarang sudah sekitar Rp30 ribu per kilogram. Tinggal bagaimana kita mengelolanya. Untuk pakan sebenarnya banyak alternatif yang bisa dimanfaatkan di daerah ini, asalkan mau belajar," ungkapnya.
Pendampingan Pelaku UMKM
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti, Eko Priyono, mengatakan pemerintah daerah terus berkomitmen memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM agar mampu berkembang dan memiliki daya saing.
Menurutnya, berbagai jenis usaha produktif, termasuk budidaya ikan air tawar, selama ini selalu mendapat perhatian pemerintah melalui program pembinaan maupun pemberdayaan masyarakat.
Eko mengapresiasi keberhasilan Muhammad Fadil yang mampu mengembangkan usahanya secara mandiri hingga menjadi salah satu contoh sukses pelaku UMKM di bidang perikanan.
"Keberhasilan Muhammad Fadil membuktikan bahwa usaha budidaya ikan lele memiliki prospek yang baik jika dikelola dengan serius. Ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat yang ingin memulai usaha," katanya.
Hal senada disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Lianita Muharni. Ia menilai keberhasilan Fadil merupakan bukti bahwa sektor budidaya perikanan air tawar memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu terus memberikan pendampingan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui pelatihan dan bantuan sarana produksi, tetapi juga dengan turun langsung mendengar berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.
"Usaha seperti ini harus kita dukung bersama. Pemerintah daerah memberikan pendampingan dan bantuan kepada pelaku usaha, sementara kami di DPRD siap mendukung setiap upaya yang bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan UMKM," ujar Lianita.
Melihat tingginya permintaan pasar yang belum mampu dipenuhi, budidaya ikan lele diyakini masih menjadi salah satu peluang usaha yang sangat prospektif di Kabupaten Kepulauan Meranti. Dengan pengelolaan yang tepat, usaha ini tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga berpotensi mendukung ketahanan pangan serta memenuhi kebutuhan protein masyarakat di masa mendatang. (Adv)

