Sektor Teknologi Ngebut, IHSG Berpeluang Tembus 6.400 Lagi
Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News – Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026. Langkah ini menyusul penutupan merah tipis sehari sebelumnya yang memutus reli sembilan hari beruntun. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, pukul 09.00 WIB IHSG berada di level 6.346,62.
Angka tersebut naik 12,14 poin atau setara 0,19 persen dari penutupan sebelumnya. Pada awal perdagangan, sebanyak 250 saham mencatat penguatan. Sebanyak 80 saham melemah dan 635 saham lainnya bergerak stagnan di sesi awal.
Nilai transaksi awal tercatat mencapai Rp140,2 miliar dengan volume 311,5 juta saham. Frekuensi perdagangan pada menit pertama mencapai 32.820 kali transaksi. Aktivitas perdagangan tetap terjaga tinggi meski sempat terjadi aksi ambil untung kemarin.
Sehari sebelumnya, IHSG ditutup melemah tipis 0,09 persen ke level 6.334,48. Sebanyak 367 saham terkoreksi, 281 menguat, dan 317 saham stagnan. Nilai transaksi kemarin tetap ramai mencapai Rp18,52 triliun dalam 2,7 juta kali transaksi.
Investor asing mencatat jual bersih sebesar Rp920,3 miliar di pasar reguler kemarin. Aksi jual terkonsentrasi pada saham berkapitalisasi besar seperti DSSA, BBRI, ASII, TPIA, dan AMMN. Di sisi lain, asing masih mengakumulasi saham seperti APIC, TINS, ANTM, BNBR, dan BUMI.
Pola ini mengindikasikan terjadinya rotasi portofolio di kalangan investor asing. Mereka melepas sebagian saham papan atas dan beralih ke emiten lain yang dinilai lebih menjanjikan. Pergeseran ini menjadi salah satu pemicu fluktuasi indeks dalam beberapa hari terakhir.
Phintraco Sekuritas menilai tren penguatan IHSG masih berpeluang berlanjut jangka menengah. "Namun, IHSG masih bergerak di atas MA5 dan MA20 serta histogram MACD tetap berada di area positif," tulis riset Phintraco Kamis ini. Mereka memperkirakan indeks bergerak di kisaran 6.280 hingga 6.400 hari ini.
Level support diproyeksikan di angka 6.250, pivot di 6.300, dan resistance di 6.400. Sentimen positif datang dari keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. BI mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen, lebih rendah dari ekspektasi pasar yang memprediksi naik ke 6 persen.
Selain menahan suku bunga utama, BI juga menetap Deposit Facility di 4,75 persen. Lending Facility tetap dipertahankan pada level 6,50 persen. Pihak bank sentral juga memperluas kebijakan insentif untuk dorong aliran investasi portofolio asing masuk.
"Keputusan tersebut mencerminkan keyakinan BI terhadap stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi yang tetap terkendali. Sekaligus menjaga ruang pertumbuhan ekonomi domestik," lanjut catatan riset tersebut. Langkah ini dinilai mampu menjaga stabilitas pasar keuangan secara keseluruhan.
Dari sisi fundamental, pertumbuhan kredit Indonesia meningkat 12,67 persen secara tahunan pada Juni 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan 11,51 persen pada Mei 2026. Laju pertumbuhan ini menjadi yang tercepat sejak bulan April 2024 lalu.
Peningkatan didorong oleh kredit investasi yang tumbuh 24,90 persen. Kredit modal kerja naik 8,94 persen dan kredit konsumsi tumbuh 5,75 persen. Ketahanan perbankan dinilai tetap solid ditopang permodalan kuat dan risiko kredit rendah.
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada di kisaran 8 hingga 12 persen. Fasilitas pinjaman yang belum ditarik mencapai Rp2.490 triliun atau 21,52 persen dari total plafon. Angka ini menunjukkan permintaan kredit masih bertumbuh meski suku bunga sempat naik sebelumnya.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai tren penguatan masih berpeluang berlanjut. "IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan ke area 6.441 hingga 6.545. Meski investor perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek ke kisaran 6.202 sampai 6.282," kata Herditya dalam risetnya.
Sementara itu Reliance Sekuritas justru memprediksi pelemahan pada perdagangan hari ini. Mereka melihat candle terakhir berbentuk black spinning top di atas rata-rata bergerak. Indikator Stochastic juga menunjukkan dead cross pada area overbought.
Reliance Sekuritas merekomendasikan saham pilihan ELSA, HMSP, MEDC, dan PGEO untuk hari ini. Di sisi lain, lima saham mencatatkan kenaikan paling tajam di sesi awal. PT Multipolar Technology Tbk melesat 17,23 persen ke harga Rp1.905 per lembar.
PT Bersama Zatta Jaya Tbk menyusul dengan kenaikan 16,42 persen ke Rp78. PT Intermedia Capital Tbk melejit 11,54 persen ke level Rp116. PT Harta Djaya Karya Tbk menanjak 9,09 persen ke Rp96 dan PT Alkindo Naratama Tbk naik 8,89 persen ke Rp980.
Sembilan dari sebelas indeks sektoral bergerak menguat pagi ini. Sektor teknologi memimpin kenaikan dengan pertumbuhan 1,82 persen. Sektor energi naik 0,59 persen dan sektor barang baku menguat 0,48 persen.
Hanya dua sektor yang masuk zona merah pada awal perdagangan. Sektor perindustrian turun 0,38 persen dan sektor kesehatan melemah 0,13 persen. Total volume perdagangan pagi ini mencapai 2,03 miliar saham dengan nilai Rp621,19 miliar.
Di kelompok saham LQ45, PT Bumi Resources Tbk menjadi top gainers dengan kenaikan 2,98 persen. PT ESSA Industries Indonesia Tbk naik 2,42 persen dan PT Darma Henwa Tbk menguat 1,82 persen. Sementara PT Bank Central Asia Tbk menjadi top losers dengan penurunan 1,15 persen.
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk menyusul dengan koreksi 0,63 persen. PT Bank Negara Indonesia Tbk juga melemah 0,39 persen di sesi awal. Pergerakan campuran ini menunjukkan investor masih selektif memilih saham untuk diakumulasi.
Dari eksternal, pasar masih mencermati penguatan dolar AS di tengah ekspektasi The Fed. Suku bunga tinggi Amerika Serikat diperkirakan bertahan lebih lama dari dugaan. Hal ini membuat aliran dana ke aset negara berkembang masih cenderung selektif.
Pelaku pasar juga menunggu rilis data ekonomi global yang berpotensi jadi katalis. Indeks saham Asia pagi ini mayoritas bergerak menguat. Indeks Nikkei 225 melesat 1,14 persen dan Indeks Kospi melonjak 2,82 persen menopang sentimen regional. R-02

