Cincin Tersangkut di Alat Kelamin, Pria di Dumai Minta Bantuan Petugas Damkar
Operasi penyelamatan tidak biasa dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Dumai pada Minggu, 19 Juli 2026. Foto : Ilustrasi
DUMAI, SabangMerauke News - Operasi penyelamatan tidak biasa dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Dumai pada Minggu, 19 Juli 2026. Petugas mengevakuasi seorang pria berusia sekitar 21 tahun setelah cincin logam tersangkut pada alat kelaminnya. Penanganan berlangsung lebih dua jam demi mencegah cedera serius akibat gangguan aliran darah.
Peristiwa tersebut bermula saat korban mengalami rasa nyeri hebat akibat cincin logam menjepit sangat kuat. Kondisi itu memicu pembengkakan sehingga cincin tidak dapat dilepaskan secara mandiri. Korban akhirnya menghubungi layanan darurat 112 Dumai Idaman demi memperoleh pertolongan secepat mungkin.
Laporan segera diteruskan menuju Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Dumai untuk penanganan lanjutan. Personel langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi dari petugas layanan darurat. Tim membawa perlengkapan khusus karena operasi memerlukan ketelitian sangat tinggi selama proses evakuasi.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati korban menahan rasa sakit sambil berusaha tetap tenang menghadapi situasi. Pembengkakan semakin meningkat sehingga waktu menjadi faktor penting selama proses penyelamatan berlangsung. Penanganan terlambat berpotensi memicu gangguan sirkulasi darah hingga kerusakan jaringan permanen.
Personel segera menyiapkan alat pemotong khusus guna melepaskan cincin logam secara perlahan dan terkendali. Posisi cincin sangat rapat sehingga petugas tidak dapat melakukan pemotongan secara tergesa-gesa. Setiap gerakan memerlukan konsentrasi penuh demi melindungi jaringan tubuh korban tetap aman.
Suara mesin pemotong beberapa kali berhenti selama operasi berlangsung demi memastikan posisi mata pisau tetap aman. Petugas berulang kali memeriksa jarak alat terhadap kulit korban sebelum melanjutkan pemotongan berikutnya. Prosedur tersebut dilakukan untuk menghindari luka tambahan pada bagian tubuh sangat sensitif.
Korban beberapa kali meringis menahan rasa sakit ketika proses pemotongan memasuki bagian paling sulit. Personel menghentikan mesin setiap korban menunjukkan rasa nyeri berlebihan selama operasi berlangsung. Langkah tersebut memberi kesempatan korban kembali tenang sebelum proses dilanjutkan secara perlahan.
Operasi penyelamatan akhirnya selesai setelah berlangsung lebih dua jam tanpa memunculkan cedera tambahan terhadap korban. Cincin logam berhasil dilepaskan sehingga tekanan pada jaringan tubuh korban langsung berkurang signifikan. Keberhasilan tersebut disambut lega seluruh personel setelah menghadapi operasi penuh risiko tinggi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Dumai, Zulkarnain, membenarkan operasi penyelamatan tersebut berlangsung Minggu siang. Laporan pertama diterima melalui Call Center 112 Dumai Idaman sebelum diteruskan menuju petugas lapangan. Tim kemudian bergerak cepat menuju lokasi demi mempercepat proses penanganan darurat.
“Setelah menerima laporan dari 112 Dumai Idaman, personel langsung menuju lokasi dan melakukan penanganan. Alhamdulillah, cincin tersebut berhasil dilepaskan dengan aman,” kata Zulkarnain, Senin, 20 Juli 2026.
Zulkarnain menjelaskan operasi berlangsung cukup lama karena kondisi cincin telah menjepit sangat kuat pada korban. Personel harus memotong logam secara bertahap menggunakan teknik khusus demi menjaga keamanan selama penanganan. Kesalahan sekecil apa pun berpotensi menyebabkan luka serius pada bagian tubuh korban.
“Proses pelepasan membutuhkan waktu sekitar dua jam lebih. Kondisinya cukup sulit sehingga personel harus bekerja penuh kehati-hatian. Keselamatan korban menjadi prioritas utama. Berkat fokus, kesabaran, serta kerja keras tim, cincin akhirnya berhasil dilepaskan tanpa menimbulkan cedera lebih serius,” ujar Zulkarnain.
Peristiwa tersebut kembali menunjukkan tugas pemadam kebakaran tidak terbatas memadamkan kobaran api semata. Personel Damkarmat juga menangani berbagai operasi penyelamatan dengan tingkat kesulitan sangat beragam setiap harinya. Keahlian teknis serta ketenangan menjadi modal utama menghadapi kondisi darurat tidak terduga.
Selain evakuasi seperti kejadian tersebut, petugas rutin menangani ular masuk permukiman serta sarang tawon berbahaya. Personel juga membantu membuka pintu rumah maupun kendaraan terkunci saat kondisi darurat terjadi. Seluruh layanan diberikan selama situasi membutuhkan tindakan cepat demi keselamatan masyarakat.
“Kami siap memberikan pelayanan selama 24 jam kepada masyarakat. Apa pun bentuk kondisi darurat yang membutuhkan bantuan penyelamatan, masyarakat dapat menghubungi Damkar maupun Call Center 112 Dumai Idaman,” ucap Zulkarnain.
Zulkarnain kembali mengingatkan seluruh personel selalu mematuhi standar operasional prosedur dalam setiap penugasan penyelamatan. Kepatuhan terhadap prosedur menjadi kunci menjaga keselamatan korban sekaligus melindungi petugas selama bekerja. Evaluasi terus dilakukan agar kualitas pelayanan tetap profesional menghadapi berbagai kondisi darurat.
“Saya berpesan kepada seluruh personel selalu bekerja sesuai SOP. Keselamatan masyarakat serta keselamatan petugas harus menjadi prioritas utama dalam setiap operasi penyelamatan,” pungkas Zulkarnain.(R-04)

