IHSG Menguat 1,14 Persen pada Awal Perdagangan, Saham Perbankan Mendominasi
Indeks Harga Saham Gabungan menguat tajam pada perdagangan Senin pagi setelah investor memborong saham unggulan nasional. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Indeks Harga Saham Gabungan menguat tajam pada perdagangan Senin pagi setelah investor memborong saham unggulan nasional. IHSG mencapai level 6.245,98 atau naik 70,45 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Penguatan tersebut menunjukkan optimisme pasar menjelang agenda penting kebijakan moneter pekan ini.
Perdagangan berlangsung aktif sejak pembukaan dengan dominasi saham menguat dibandingkan saham melemah. Sebanyak 385 saham naik, sedangkan 149 saham terkoreksi dan 431 saham bergerak mendatar. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp1,93 triliun dengan volume perdagangan menyentuh 2,58 miliar saham.
Seluruh indeks sektoral bergerak positif sepanjang sesi awal perdagangan tanpa pengecualian. Sektor properti memimpin kenaikan sebesar 1,48 persen diikuti utilitas serta bahan baku masing-masing 0,89 persen. Sektor finansial turut menguat 0,72 persen berkat peningkatan permintaan saham perbankan besar.
Penguatan IHSG terutama berasal dari saham perbankan berkapitalisasi besar dengan kontribusi signifikan terhadap indeks. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menjadi penyumbang terbesar mencapai 14 poin penguatan indeks. PT Bank Central Asia Tbk menyumbang 8,83 poin disusul PT Telkom Indonesia Tbk sebesar 4,61 poin.
PT Bank Mandiri Tbk turut memperkuat indeks melalui tambahan kontribusi sebesar 2,45 poin perdagangan pagi. Sejumlah saham unggulan lain ikut menopang reli pasar melalui kenaikan harga cukup solid. PT Barito Pacific Tbk, PT Impack Pratama Industri Tbk, serta PT Bank Negara Indonesia Tbk mencatat kontribusi positif.
Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk ikut memperkuat IHSG bersama PT Energi Mega Persada Tbk. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk juga memberikan tambahan penguatan terhadap pergerakan indeks nasional. Kinerja emiten unggulan tersebut memperlihatkan minat beli investor tetap terjaga sepanjang sesi pembukaan.
Meski demikian, beberapa saham masih memberikan tekanan terhadap laju penguatan IHSG pada perdagangan pagi. PT Bayan Resources Tbk menjadi penyumbang pelemahan terbesar dengan pengurangan 2,44 poin indeks. Tekanan tambahan berasal dari PT Multipolar Technology Tbk, PT Bank Ina Perdana Tbk, serta PT Pacific Strategic Financial Tbk.
PT Arkora Hydro Tbk juga masuk daftar emiten yang membatasi laju kenaikan indeks hari ini. Tekanan tersebut belum mampu mengubah dominasi sentimen positif pada keseluruhan perdagangan pasar saham. Investor tetap memilih mengoleksi saham berfundamental kuat menjelang pengumuman kebijakan moneter domestik.
Optimisme pasar muncul menjelang rapat penetapan suku bunga Bank Indonesia pekan ini berlangsung. Konsensus pelaku pasar memperkirakan BI Rate tetap bertahan pada level 5,75 persen. Stabilitas nilai tukar rupiah serta inflasi terkendali menjadi pertimbangan utama ekspektasi tersebut.
Pelaku pasar global juga menunggu keputusan suku bunga People’s Bank of China serta European Central Bank. Kebijakan kedua bank sentral tersebut diperkirakan memengaruhi arah arus modal menuju pasar negara berkembang. Konflik Timur Tengah tetap menjadi risiko eksternal yang berpotensi memicu volatilitas perdagangan.
Analis pasar menyebut ekspektasi suku bunga stabil meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko termasuk saham. “Konsensus pasar memperkirakan BI mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen seiring stabilnya rupiah dan inflasi terkendali,” menjadi pandangan dominan pelaku pasar menjelang pengumuman resmi. Pergerakan IHSG selanjutnya diperkirakan tetap dipengaruhi keputusan bank sentral domestik serta dinamika ekonomi global.(R-04)

