Saat Asia Jatuh Merah, IHSG Justru Melambung di Zona Hijau
Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News – Indeks Harga Saham Gabungan melesat ke zona hijau pada pembukaan Kamis pagi, 16 Juli 2026. Hingga pukul 09.10 WIB, indeks naik 27,21 poin atau 0,45 persen. Posisi IHSG kini menetap di angka 6.069,19.
Performa ini jauh lebih baik dibandingkan mayoritas bursa kawasan Asia. Sebagian besar indeks saham negara tetangga justru tergelincir ke zona merah. Hanya sedikit pasar saham yang ikut mencatat kenaikan nilai.
Data Bursa Efek Indonesia mencatat volume perdagangan 6,85 miliar saham. Nilai transaksi mencapai Rp3 triliun dengan frekuensi 557.241 kali. Sebanyak 246 saham menguat, 267 melemah, dan 209 tetap diam.
Pembukaan sesi awal juga mencatat kenaikan 28,51 poin ke posisi 6.056,75. Nilai transaksi awal tercatat Rp96,87 miliar dari 183,12 juta saham. Saham yang paling ramai diperdagangkan meliputi RANS, PRDL, RAJA, BBRI, dan TPIA.
BRI Danareksa Sekuritas menyebut penguatan ini didukung dua faktor utama. Pertama, saham perbankan menunjukkan performa yang sangat solid. Kedua, S&P Global Ratings mempertahankan peringkat BBB dengan prospek stabil.
"Kekuatan di atas enam ribu menjadi modal penting hari ini," ujar analis BRI Danareksa. "Investor juga menanti arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat." Ia menambahkan perkembangan konflik AS-Iran masih menjadi pengawasan ketat.
Secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam tren naik jangka pendek. Peluang pengujian hambatan selanjutnya berada di kisaran 6.100 hingga 6.130. Pola grafik dan indikator MACD masih menunjukkan momentum positif.
Phintraco Sekuritas menilai pergerakan berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari. Namun indikator Stochastic RSI sudah memasuki jenuh beli. Hal ini memicu dugaan konsolidasi di rentang 6.000 hingga 6.125.
CGS International Sekuritas melihat dua arah sentimen yang saling bertabrakan. Penguatan bursa Wall Street dan harga komoditas menjadi katalis positif. Sementara aksi jual asing serta tekanan rupiah menjadi beban tersendiri.
"Kisaran dukungan berada di 5.941 hingga 5.839 poin," jelas pihak CGS. "Hambatan terdekat terlihat di angka 6.143 sampai 6.239." Ia menyarankan investor memanfaatkan penurunan untuk masuk secara bertahap.
Berbeda dengan pandangan lain, Panin Sekuritas memproyeksikan potensi pelemahan. Tensi geopolitik mendorong harga minyak naik dan aliran dana keluar berlanjut. Saham pilihan harian meliputi sektor keuangan dan infrastruktur.
Kawasan Asia justru dilanda gelombang penjualan yang sangat besar. Indeks KOSPI Korea Selatan anjlok lebih dari tujuh persen. Nikkei 225 Jepang turun lebih dari tiga persen di sesi pembukaan.
Pelemahan berpusat pada sektor semikonduktor dan teknologi informasi. Saham SK Hynix merosot lebih dari sembilan persen di bursa Seoul. Ini menjadi penurunan satu hari terbesar bagi perusahaan tersebut dalam waktu dekat.
Saham Samsung Electronics turun lebih dari tujuh persen menyusul langkah pesaing. Perangkat lain seperti Seoul Semiconductor dan LG Innotek ikut tergerus. Sentimen serupa menyebar cepat ke seluruh bursa saham Asia Timur.
Di Jepang, saham terkait kecerdasan buatan turun drastis. Advantest merosot lebih dari enam persen dan SoftBank hampir tujuh persen. Aksi ini berulang setelah penurunan tajam saham teknologi di Wall Street.
Saham Micron Technology turun delapan persen di bursa Amerika Serikat. Intel dan AMD juga kehilangan nilai sekitar tiga hingga empat persen. Kekhawatiran berlebih atas pengeluaran teknologi baru menjadi pemicu utama.
Dari sisi makro, pasar mencerna data inflasi produsen AS yang lebih rendah. Ekonomi China juga mencatat pertumbuhan yang lebih lambat dari dugaan. Bank Indonesia merilis data utang luar negeri yang menjamin stabilitas dasar.
Perhatian kini beralih ke data tenaga kerja dan konsumsi AS minggu ini. Rilis inflasi kawasan Eropa juga menjadi penentu arah pasar selanjutnya. Investor bergerak hati-hati di tengah ketidakpastian yang masih tinggi. R-02

