Kontroversi Piala Dunia 2026, VAR Ubah Keputusan Wasit dan Usir Breel Embolo
Laga dramatis tersebut menghadirkan sejarah baru setelah Breel Embolo menjadi pemain pertama terkena kartu merah akibat penerapan aturan VAR “mistaken identity”. Foto : Istimewa
SabangMerauke News - Argentina memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026 seusai menaklukkan Swiss 3-1 melalui perpanjangan waktu. Laga dramatis tersebut menghadirkan sejarah baru setelah Breel Embolo menjadi pemain pertama terkena kartu merah akibat penerapan aturan VAR “mistaken identity”. Insiden itu langsung memancing perhatian publik sepak bola dunia.
Argentina membuka keunggulan melalui Alexis Mac Allister sebelum Dan Ndoye menyamakan kedudukan menjelang akhir pertandingan. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal selesai sehingga pertandingan berlanjut menuju babak tambahan. Julian Alvarez serta Lautaro Martinez kemudian memastikan kemenangan Albiceleste dengan dua gol penentu.
Hasil tersebut membawa Argentina melangkah menuju semifinal menghadapi Inggris pada pertandingan berikutnya. Swiss gagal mempertahankan keseimbangan permainan setelah kehilangan satu pemain akibat kartu merah kontroversial. Momen itu menjadi pembahasan utama seusai peluit panjang dibunyikan.
Petaka menghampiri Swiss ketika pertandingan memasuki menit ke-72 pada babak kedua. Breel Embolo sempat terjatuh setelah bersenggolan dengan Leandro Paredes dalam perebutan bola. Wasit awalnya menghadiahkan tendangan bebas untuk Swiss setelah melihat kejadian tersebut.
Ruang VAR kemudian meminta wasit utama Joao Pinheiro meninjau ulang insiden melalui monitor lapangan. Tayangan ulang memperlihatkan Embolo lebih dahulu kehilangan keseimbangan sebelum kontak ringan terjadi bersama Paredes. Wasit akhirnya membatalkan pelanggaran serta menganggap aksi Embolo sebagai upaya menjatuhkan diri.
Pinheiro kemudian mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Embolo sehingga kartu merah otomatis diberikan. Keputusan tersebut mengubah jalannya pertandingan secara signifikan menjelang akhir waktu normal. Swiss harus bermain dengan sepuluh pemain menghadapi tekanan Argentina sepanjang sisa pertandingan.
BBC menjelaskan keputusan tersebut lahir melalui penerapan aturan baru VAR bernama “mistaken identity”. Aturan tersebut memperluas kewenangan VAR meninjau insiden berkaitan kartu kuning kedua selama pertandingan berlangsung. Sebelumnya, pemeriksaan VAR hanya berlaku untuk kartu merah langsung.
“VAR meminta wasit meninjau kembali insiden sebelum keputusan akhir diambil,” tulis BBC mengulas jalannya pertandingan. Peninjauan ulang menghasilkan pembatalan pelanggaran serta pemberian kartu kuning kepada Embolo karena dianggap melakukan diving. Keputusan tersebut langsung mengubah situasi pertandingan.
Dalam Laws of the Game Pasal 12, aksi menjatuhkan diri tanpa pelanggaran memang berujung kartu kuning. Ketentuan tersebut berlaku pada seluruh area lapangan tanpa pengecualian selama pertandingan berlangsung. Embolo akhirnya tercatat sebagai pemain pertama menerima kartu merah melalui mekanisme terbaru tersebut.
Penerapan aturan serupa sebenarnya sempat muncul ketika Amerika Serikat menghadapi Paraguay pada fase grup. Saat itu kartu kuning Tim Ream dibatalkan setelah VAR memastikan pelanggaran dilakukan Miguel Almiron. Kasus Embolo berbeda karena keputusan akhir justru menghadirkan kartu kuning kedua untuk dirinya.
Insiden tersebut menjadi salah satu momen paling kontroversial sepanjang Piala Dunia 2026 berlangsung sejauh ini. Publik kini menyoroti efektivitas aturan baru VAR dalam membantu akurasi keputusan wasit di lapangan. Argentina melangkah ke semifinal, sedangkan Swiss pulang membawa kontroversi terbesar turnamen.(R-04)

