Ruko Kosong Dibongkar, Penyidik Kejar Jejak Tiga Dugaan Korupsi Besar
Kortastipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya kembali mendatangi sebuah tempat di kawasan Jalan Asem II, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan pada Kamis (9/7/2026) malam. (sumber: Sindonews.com)
JAKARTA, SabangMerauke News – Kesunyian sebuah ruko di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pecah menjelang dini hari. Penyidik memotong rantai besi menggunakan gerinda. Pintu bangunan tiga lantai itu akhirnya terbuka untuk kepentingan penyidikan.
Bangunan tersebut menjadi lokasi ke-13 yang digeledah Polda Metro Jaya. Penggeledahan merupakan bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi. Proses itu dilakukan bersama Kortas Tindak Pidana Korupsi Polri.
Meski kosong tanpa penghuni, ruko itu tetap menyimpan perhatian penyidik. Sejumlah ruangan diperiksa secara menyeluruh. Dokumen dan perangkat elektronik mulai dikumpulkan sebagai barang bukti.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penggeledahan merupakan hasil pengembangan penyidikan. Pemeriksaan saksi sebelumnya membuka petunjuk baru. Penyidik kemudian bergerak menuju lokasi berikutnya.
"Penggeledahan ini bagian dari rangkaian penyidikan yang terus berkembang," kata Budi Hermanto.
Menurut Budi, pengembangan perkara belum berhenti di titik tersebut. Hasil pemeriksaan saksi masih dianalisis penyidik. Karena itu, peluang munculnya lokasi baru tetap terbuka.
Polisi belum mengungkap identitas pemilik maupun aktivitas ruko tersebut. Informasi itu masih menjadi bagian materi penyidikan. Penyidik memilih menjaga kerahasiaan proses hukum.
Untuk memasuki seluruh bagian bangunan, petugas terpaksa membuka akses secara paksa. Rantai dipotong menggunakan gerinda. Pintu menuju lantai tiga kemudian berhasil dibuka.
"Kami membuka akses menuju seluruh bagian bangunan," ujar Budi.
Setelah seluruh ruangan diperiksa, penyidik mulai mengamankan sejumlah barang. Dokumen dalam jumlah banyak dimasukkan ke kotak penyitaan. Beberapa unit komputer juga dibawa keluar dari lokasi.
Penyidik belum memastikan isi seluruh dokumen tersebut. Proses inventarisasi masih berlangsung. Barang bukti akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium forensik dan penyidik.
"Seluruh barang masih kami identifikasi dan inventarisasi," jelas Budi.
Karena ruko tidak berpenghuni, polisi menghadirkan saksi dari lingkungan sekitar. Kehadiran saksi bertujuan memastikan proses berjalan sesuai prosedur. Surat izin penggeledahan juga diperlihatkan kepada mereka.
Langkah tersebut dilakukan demi menjaga akuntabilitas penyidikan. Polisi menegaskan seluruh tindakan memiliki dasar hukum. Penggeledahan berlangsung sesuai izin pengadilan.
Operasi ini merupakan lanjutan dari penggeledahan sebelumnya. Pada 8 Juli 2026, penyidik mendatangi sejumlah lokasi berbeda. Di antaranya money changer, Kafe de'Clan Signature, hingga rumah di Bogor.
Dari rangkaian penggeledahan sebelumnya, polisi menyita berbagai barang bernilai tinggi. Emas batangan berhasil diamankan. Valuta asing senilai miliaran rupiah turut disita penyidik.
Barang bukti tersebut kini menjadi bagian analisis penyidikan. Polisi berupaya menelusuri hubungan antarperkara. Aliran aset juga sedang dipetakan penyidik.
Kasus yang ditangani bukan hanya satu perkara. Joint investigation mengusut tiga dugaan korupsi sekaligus. Seluruhnya memiliki karakter penyidikan berbeda.
Kasus pertama berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan batu bara PLN. Perkara itu dikaitkan dengan dugaan pemadaman listrik atau blackout. Penyidik masih menelusuri konstruksi peristiwanya.
Kasus kedua menyangkut dugaan korupsi di PT ASABRI. Penyidik mendalami berbagai transaksi yang diduga melanggar hukum. Pemeriksaan saksi terus berlangsung.
Perkara ketiga berkaitan dengan penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI. PT KNI merupakan anak perusahaan Krakatau Steel. Penyidik mengumpulkan bukti dari berbagai lokasi.
Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto sebelumnya menjelaskan penyidikan dilakukan bersama. Kortas Tipidkor dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membentuk tim gabungan. Langkah itu dilakukan untuk mempercepat pembuktian.
Selain dugaan korupsi, penyidik juga menelusuri kemungkinan tindak pidana lain. Dugaan suap menjadi salah satu fokus pemeriksaan. Gratifikasi dan pencucian uang ikut didalami.
Penyidik terus menelusuri hubungan setiap barang bukti. Dokumen yang disita akan dicocokkan dengan keterangan saksi. Perangkat elektronik juga akan diperiksa secara digital.
Budi menegaskan penyidikan berjalan secara terbuka. Perkembangan perkara akan disampaikan kepada publik. Namun, informasi yang dapat mengganggu penyidikan tetap dirahasiakan.
"Kami akan menyampaikan setiap perkembangan secara transparan," kata Budi.
Sebelumnya, Budi menyebut perkara tersebut mendapat perhatian pemerintah. Kepolisian diminta mengusut dugaan korupsi secara serius. Proses pembuktian kini menjadi fokus utama penyidik.
Penggeledahan di Cipete memperlihatkan penyidikan memasuki tahap lebih dalam. Penyidik tidak hanya mengejar pelaku. Mereka juga berusaha menelusuri jejak aset dan dokumen pendukung.
Ruko yang semula tampak kosong kini berubah menjadi sumber bukti baru. Setiap lembar dokumen diperiksa dengan teliti. Setiap perangkat elektronik dapat membuka rantai informasi berikutnya.
Operasi penyidikan diperkirakan belum berakhir. Polisi memberi sinyal masih ada titik lain yang akan diperiksa. Arah penyidikan kini bergantung pada hasil analisis barang bukti yang telah disita. R-02

