Subuh Mencekam! Puluhan Pria Berambut Cepak Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Besar
Kendaraan taktis Brimob berada di pintu gerbang Mapolda Metro Jaya, Kamis pagi, 9 Juli 2026. (sumber: kompasnewa.com)
JAKARTA, SabangMerauke News – Langit Jakarta masih gelap ketika aktivitas tidak biasa muncul di Polda Metro Jaya. Pengamanan berlapis terlihat sejak Kamis dini hari, 9 Juli 2026. Kendaraan taktis dan personel bersenjata berjaga di sejumlah akses masuk.
Bersamaan dengan situasi tersebut, beredar informasi mengenai puluhan pria berambut cepak mendatangi markas kepolisian. Berdasarkan keterangan sejumlah sumber, rombongan itu diduga tiba sekitar pukul 03.30 WIB. Mereka disebut menggunakan delapan kendaraan sipil, bukan kendaraan dinas.
Sumber menyebut rombongan itu diduga hendak mengambil seseorang yang sedang diperiksa penyidik. Informasi tersebut belum mendapat konfirmasi resmi. Hingga kini, identitas maupun tujuan pasti rombongan tersebut masih didalami.
"Mereka datang sekitar setengah empat subuh," ujar seorang sumber. Ia menambahkan kendaraan diparkir dekat Direktorat Reserse Kriminal Khusus. Menurutnya, sebagian rombongan masih berada di sekitar lokasi.
Sumber lain menyampaikan dugaan berbeda terkait tujuan kedatangan mereka. Ia menyebut rombongan diduga ingin membawa seorang saksi. Namun, klaim tersebut belum dibenarkan aparat kepolisian.
Di tengah situasi itu, pelayanan masyarakat di Polda Metro Jaya sempat dihentikan sementara. Pengunjung diwajibkan menunjukkan identitas sebelum memasuki kawasan markas kepolisian. Langkah tersebut berbeda dibanding pelayanan pada hari-hari sebelumnya.
Sejumlah kendaraan yang hendak masuk diarahkan berhenti di gerbang. Petugas bersenjata memeriksa identitas satu per satu. Sebuah kendaraan taktis juga terlihat bersiaga di depan portal utama.
Sekitar pukul 08.20 WIB, pelayanan kembali dibuka. Pengunjung umum mulai diperbolehkan memasuki area Polda Metro Jaya. Aktivitas perlahan kembali berjalan normal meski penjagaan tetap diperketat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto tidak menjelaskan alasan penutupan sementara tersebut. Ia hanya memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung. Pernyataan itu disampaikan saat dikonfirmasi awak media.
"Layanan bagi masyarakat tetap dilakukan. Itu komitmen Polri," kata Budi Hermanto.
Situasi pengamanan ketat muncul setelah penyidik melakukan rangkaian penggeledahan besar. Operasi itu dilakukan Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Penyidikan berfokus pada dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang.
Penggeledahan menyasar sejumlah lokasi strategis di Jakarta dan Bogor. Salah satunya sebuah rumah mewah di kawasan Golf Hijau, Sentul City. Rumah tersebut diduga berkaitan dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah.
Hingga dini hari, penyidik masih memeriksa setiap sudut bangunan. Dokumen, perangkat elektronik, serta aset lain diperiksa secara teliti. Personel Brimob bersenjata lengkap mengamankan seluruh area.
Operasi tersebut merupakan pengembangan dari penggeledahan sebelumnya. Penyidik lebih dulu mendatangi restoran dan money changer di kawasan Cipete. Dari lokasi itu ditemukan berbagai barang yang diduga berkaitan dengan perkara.
Kasus yang diusut mencakup dugaan korupsi pengadaan batu bara PT PLN. Penyidik juga menyelidiki dugaan korupsi PT Asabri. Selain itu, terdapat perkara lain yang ikut dikembangkan.
Dalam operasi sebelumnya, polisi mengamankan uang asing bernilai sangat besar. Penyidik juga menyita emas seberat 74 kilogram. Seluruh barang tersebut kini menjadi bagian penting proses pembuktian.
Polisi menegaskan proses penyidikan akan berjalan tanpa intervensi. Aparat juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak menghambat jalannya hukum. Ancaman pidana disiapkan bagi pelaku obstruction of justice.
"Siapa pun yang menghalangi penyelidikan dapat diproses sesuai hukum," tegas Kombes Pol Budi Hermanto.
Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap tegas penyidik. Fokus utama tetap pada pembuktian perkara. Seluruh alat bukti akan diperiksa secara menyeluruh.
Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai dugaan kedatangan puluhan pria berambut cepak. Kepolisian juga belum mengaitkan informasi tersebut dengan proses penyidikan. Karena itu, seluruh informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Pengamanan di sekitar Polda Metro Jaya masih berlangsung. Kendaraan Brimob terlihat keluar masuk kompleks markas. Personel bersenjata juga berpindah menuju beberapa titik pengamanan.
Rangkaian penyidikan ini diperkirakan masih berkembang. Penyidik terus mengumpulkan dokumen serta bukti elektronik. Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi juga masih berlangsung.
Perkembangan berikutnya akan menentukan arah penyidikan. Polisi memastikan seluruh langkah dilakukan berdasarkan alat bukti. Penegakan hukum disebut tetap mengedepankan prosedur dan ketentuan yang berlaku. R-02

