Kampung Panger Kembali Digerebek, Polisi Sita 53 Paket Sabu dan Buru Pemasok
Ilustrasi dan infografis penggerebekan Kampung Panger di Pekanbaru. Foto: SM News/Created by AI
RIAU, SabangMerauke News – Kampung Panger di Pekanbaru kembali menjadi sasaran operasi antinarkoba Polda Riau, Senin, 6 Juli 2026. Polisi menyita 53 paket sabu dari seorang terduga pengedar. Pengungkapan itu mempertegas peredaran narkotika masih mengintai kawasan tersebut.
Operasi dilakukan setelah aparat menerima laporan masyarakat. Informasi menyebut transaksi narkoba kembali berlangsung di lokasi. Tim langsung bergerak melakukan penyelidikan secara tertutup.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Putu Yudha Prawira, memastikan setiap laporan ditindaklanjuti serius. Polisi menargetkan pemutusan jaringan peredaran, bukan sekadar menangkap pelaku lapangan.
"Setiap informasi masyarakat menjadi pijakan operasi kami. Target akhirnya memutus rantai peredaran narkotika," kata Putu Yudha.
Tim Opsnal Subdit II kemudian menjalankan penyamaran melalui metode undercover buy. Strategi itu dipilih agar transaksi dapat dipastikan berlangsung. Polisi menunggu hingga target benar-benar melakukan aktivitas.
Saat transaksi terjadi, petugas langsung bergerak cepat. Seorang pria berinisial BS diamankan tanpa perlawanan berarti. Penggeledahan kemudian dilakukan di lokasi penangkapan.
Petugas menemukan 26 paket sabu di saku celana BS. Barang bukti itu diduga siap diedarkan kepada pembeli. Polisi kemudian memperluas pemeriksaan menuju rumah tersangka.
Penggeledahan berikutnya membuka temuan baru. Polisi menemukan 27 paket sabu lainnya. Paket-paket itu disembunyikan di atas tiang rumah.
Lokasi penyimpanan berada tepat di depan rumah tersangka. Cara itu diduga dipilih untuk menghindari pemeriksaan mendadak. Namun upaya tersebut gagal mengelabui petugas.
Total barang bukti mencapai 53 paket sabu. Berat kotornya tercatat sekitar 10,40 gram. Polisi juga menyita uang tunai Rp100 ribu.
Dua unit telepon genggam turut diamankan. Penyidik menduga perangkat itu digunakan berkomunikasi dengan jaringan. Seluruh barang bukti kini diperiksa lebih lanjut.
Menurut hasil pemeriksaan awal, BS mengakui kepemilikan sabu tersebut. Ia juga mengakui menjalankan aktivitas penjualan narkotika. Keterangan itu menjadi pintu masuk pengembangan penyidikan.
Kepada penyidik, BS mengaku memperoleh sabu dari pria berinisial U. Identitas pemasok kini masih didalami kepolisian. Tim bergerak menelusuri kemungkinan jaringan lebih besar.
"Pengungkapan tidak berhenti pada satu pelaku. Kami terus mengembangkan asal barang haram tersebut," ujar Putu Yudha.
BS juga mengaku memperoleh keuntungan sekitar Rp1,3 juta. Ia mengklaim baru menjual satu paket seharga Rp100 ribu. Polisi masih mencocokkan pengakuan itu dengan bukti lain.
Petugas juga melakukan tes urine terhadap tersangka. Hasilnya menunjukkan BS positif menggunakan metamfetamin. Temuan itu memperkuat dugaan keterlibatannya dalam peredaran narkotika.
Kini BS mendekam di rumah tahanan Polda Riau. Penyidik terus memeriksa hubungan tersangka dengan pemasok. Penelusuran dilakukan hingga rantai distribusi terungkap.
Kampung Panger selama ini kerap menjadi perhatian aparat. Kawasan tersebut berulang kali masuk daftar operasi antinarkoba. Polisi menilai pemberantasan harus dilakukan berkelanjutan.
Peredaran narkotika dinilai terus berubah mengikuti tekanan aparat. Modus penyimpanan barang juga semakin beragam. Karena itu penyelidikan dilakukan lebih mendalam.
Polda Riau menegaskan perang terhadap narkoba belum selesai. Penangkapan kali ini menjadi bagian operasi berkesinambungan. Aparat ingin mempersempit ruang gerak para pengedar.
Polisi juga mengajak masyarakat terus memberikan informasi. Peran warga dinilai penting membongkar aktivitas mencurigakan. Laporan masyarakat menjadi awal banyak pengungkapan kasus.
"Kami membutuhkan dukungan masyarakat. Informasi sekecil apa pun sangat berarti bagi penyelidikan," tutur Putu Yudha.
Penyidik kini memburu sosok berinisial U. Polisi menduga pria tersebut memiliki peran penting. Identitas dan jaringan yang terhubung masih dipetakan.
Pengungkapan di Kampung Panger kembali menunjukkan narkoba belum kehilangan pasar. Namun operasi itu sekaligus menjadi sinyal keras. Polda Riau memastikan pengejaran tidak berhenti pada satu nama. R-02

