Tokopedia Dikabarkan Pangkas 90 Persen Karyawan, GoTo Akhirnya Buka Suara
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk memberikan tanggapan terkait isu pemutusan hubungan kerja di Tokopedia. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk memberikan tanggapan terkait isu pemutusan hubungan kerja di Tokopedia. Kabar tersebut mencuat setelah muncul informasi mengenai pengurangan besar jumlah karyawan pascaakuisisi TikTok. GoTo memastikan dampak terhadap kondisi keuangan perusahaan diperkirakan tetap terbatas.
Perhatian publik tertuju kepada Tokopedia setelah beredar informasi mengenai pemangkasan tenaga kerja dalam jumlah besar. Informasi tersebut berkembang seiring proses integrasi bisnis setelah TikTok menjadi pemegang saham mayoritas. Tokopedia saat ini berada di bawah kendali TikTok sejak transaksi akuisisi pada akhir 2023.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk masih tercatat memiliki 24,99 persen saham Tokopedia. Posisi tersebut menjadikan perusahaan tetap memiliki kepentingan terhadap perkembangan bisnis platform perdagangan elektronik tersebut. Namun pengelolaan operasional sepenuhnya berada di bawah manajemen Tokopedia saat ini.
“Perseroan sebagai pemegang saham sebesar 24,99 persen di PT Tokopedia menghormati setiap langkah yang diambil manajemen PT Tokopedia,” kata Direktur GoTo Simon Tak Leung Ho. Pernyataan tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia. GoTo menilai penyesuaian organisasi merupakan bagian dari strategi bisnis perusahaan.
Perseroan menjelaskan investasi pada Tokopedia dicatat menggunakan metode ekuitas sesuai standar akuntansi berlaku. Karena itu, dampak keuangan terhadap GoTo hanya akan tercermin pada investasi asosiasi. Pengaruhnya diperkirakan terbatas terhadap laporan keuangan konsolidasi perusahaan secara keseluruhan.
“Perseroan mencatatkan investasinya di PT Tokopedia menggunakan metode ekuitas sesuai PSAK 228,” ujar Simon. Ia menambahkan potensi dampak keuangan hanya berkaitan dengan akun laba rugi investasi. Aktivitas bisnis utama GoTo disebut tidak terdampak secara langsung akibat kebijakan tersebut.
Selain aspek keuangan, GoTo juga tidak memperkirakan muncul dampak material terhadap operasional perusahaan. Layanan e-commerce yang diterima perseroan dari Tokopedia tetap berjalan seperti sebelumnya. Kondisi tersebut dinilai menjaga stabilitas hubungan bisnis antara kedua entitas.
“Terkait aspek non-keuangan, Perseroan juga tidak memperkirakan adanya dampak material,” kata Simon dalam keterangannya. Pernyataan tersebut sekaligus merespons kekhawatiran investor mengenai konsekuensi restrukturisasi Tokopedia. Pasar sebelumnya menyoroti kemungkinan pengaruh terhadap kinerja grup usaha GoTo.
Di sisi lain, TikTok mengakui sedang melakukan penyelarasan organisasi pada divisi riset dan pengembangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung strategi pertumbuhan bisnis jangka panjang perusahaan. Namun manajemen belum mengungkap jumlah pasti karyawan yang terdampak kebijakan tersebut.
“Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus memberikan dukungan selama masa transisi,” ujar Juru Bicara TikTok. Perusahaan menyatakan perhatian utama saat ini adalah memastikan proses perubahan berjalan baik. Dukungan bagi pekerja terdampak juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Isu pemangkasan hingga 90 persen karyawan pertama kali ramai melalui unggahan akun media sosial. Informasi tersebut menyebut hanya sebagian kecil pegawai Tokopedia akan tetap bekerja setelah restrukturisasi. Hingga kini TikTok belum memberikan konfirmasi resmi terkait angka pemangkasan tersebut.
“Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” kata Juru Bicara TikTok. Restrukturisasi tersebut diharapkan memperkuat daya saing perusahaan di tengah persaingan perdagangan digital. Proses transformasi bisnis Tokopedia pun diperkirakan masih akan terus berlanjut dalam beberapa waktu mendatang.(R-04)

