Pemerintah Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat dan APBN Tetap Sehat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur yang stabil. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur yang stabil. Pemerintah menilai berbagai indikator makroekonomi masih menunjukkan perkembangan positif di tengah tantangan global. Stabilitas fiskal, kesehatan APBN, serta reformasi kelembagaan terus diperkuat menjaga kepercayaan pasar.
Menteri Keuangan menegaskan Indonesia tidak sedang menghadapi ancaman krisis ekonomi seperti sejumlah kekhawatiran berkembang belakangan. Pemerintah tetap menjalankan kebijakan fiskal secara hati-hati demi menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah tersebut diiringi penguatan berbagai program prioritas serta pengawasan penggunaan anggaran negara.
“Perekonomian terus bergerak membaik. Memang masih ada tantangan, namun Indonesia tidak sedang menuju krisis,” kata Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menilai fundamental ekonomi nasional masih kuat sehingga mampu menghadapi dinamika ekonomi global. Pemerintah juga berkomitmen melakukan penyempurnaan kebijakan sesuai perkembangan kondisi ekonomi.
Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi lahir dari aktivitas masyarakat dalam berbagai sektor produktif setiap harinya. Pemerintah terus mendorong kebijakan memperkuat sektor riil agar manfaat pertumbuhan semakin luas dirasakan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan memperbesar investasi, konsumsi, serta penciptaan lapangan pekerjaan.
Pemerintah juga memastikan laju inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran sehingga daya beli masyarakat terjaga. Pergerakan nilai tukar rupiah dinilai lebih dipengaruhi sentimen pasar dibanding perubahan fundamental ekonomi nasional. Koordinasi lintas lembaga terus dilakukan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Komite Stabilitas Sistem Keuangan terus memperkuat koordinasi menghadapi berbagai potensi risiko ekonomi domestik maupun global. Pemerintah memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tetap sehat sepanjang pelaksanaan tahun anggaran berjalan. Disiplin fiskal tetap menjadi pijakan utama menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi nasional.
“Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3 persen,” ujar Purbaya. Ia menambahkan rasio utang pemerintah masih sekitar 40 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional. Angka tersebut dinilai tetap berada pada tingkat aman dibanding berbagai negara lain.
Pemerintah juga terus mengevaluasi pelaksanaan program prioritas nasional agar berjalan semakin efektif dan efisien. Program Makan Bergizi Gratis serta Koperasi Desa Merah Putih menjadi perhatian dalam proses penyempurnaan tersebut. Evaluasi dilakukan untuk memastikan anggaran memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.
“Pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang ada. Yang terpenting setiap kelemahan segera diperbaiki,” kata Purbaya. Pengawasan anggaran diperkuat melalui koordinasi lintas instansi serta penyempurnaan mekanisme pelaksanaan program pemerintah. Langkah tersebut diarahkan meningkatkan akuntabilitas penggunaan keuangan negara.
Purbaya menjelaskan setiap kebijakan strategis selalu melalui pembahasan fiskal sebelum diputuskan pemerintah. Analisis risiko anggaran menjadi bahan pertimbangan penting dalam setiap pengambilan keputusan tingkat kabinet. Pendekatan tersebut menjaga keberlanjutan fiskal sekaligus mendukung target pembangunan nasional.
Reformasi di lingkungan Kementerian Keuangan juga terus diperkuat melalui pengawasan internal serta penegakan integritas aparatur. “Penyelewengan pasti ada risikonya di setiap organisasi. Yang terpenting mengendalikannya, menindak pelakunya, dan memperbaiki sistem,” tegas Purbaya. Pemerintah berharap langkah tersebut memperkuat kepercayaan publik sekaligus meningkatkan penerimaan negara secara berkelanjutan.(R-04)

