Seleksi Sekda Pekanbaru Masuk Babak Akhir, Agung Nugroho Segera Tentukan Pilihan
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News – Perebutan kursi Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru memasuki babak paling menentukan. Seluruh tahapan uji kompetensi telah rampung dilaksanakan. Kini keputusan akhir berada sepenuhnya di tangan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.
Komite Talenta Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kota Pekanbaru telah menyerahkan hasil presentasi dan tes wawancara kepada wali kota. Penyerahan itu menjadi penanda bahwa proses seleksi internal hampir mencapai garis finis. Selanjutnya, kepala daerah akan menentukan satu nama sebagai Sekda definitif.
Ketua Komite Talenta ASN Kota Pekanbaru, Syahrial Abdi, mengatakan seluruh proses berjalan sesuai mekanisme manajemen talenta. Seleksi dilakukan melalui uji kompetensi teknis yang mengukur kemampuan kepemimpinan dan kapasitas manajerial peserta. Tahapan tersebut menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi kepada kepala daerah.
Syahrial menjelaskan ada lima pejabat tinggi pratama yang mengikuti proses seleksi tersebut. Mereka menjalani presentasi serta tes wawancara di hadapan tim penilai pada 24 Juni 2026. Seluruh hasil penilaian kini telah diserahkan kepada Wali Kota Pekanbaru.
"Komite hanya menyampaikan hasil penilaian secara objektif. Penetapan pejabat definitif merupakan kewenangan penuh wali kota sesuai mekanisme yang berlaku," kata Syahrial Abdi, Jumat, 3 Juli 2026.
Menurut Syahrial, sistem manajemen talenta dirancang untuk memastikan proses pengisian jabatan berlangsung lebih profesional. Penilaian tidak hanya melihat pengalaman kerja, tetapi juga kemampuan memimpin organisasi. Dengan cara itu, pejabat yang dipilih diharapkan mampu menjawab tantangan birokrasi modern.
Ia menambahkan proses seleksi dilakukan secara internal di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru. Karena itu, hasil penilaian menjadi bahan pertimbangan bagi wali kota dalam menentukan pilihan akhir.
"Yang dibutuhkan bukan hanya pejabat yang berpengalaman, tetapi juga mampu membawa organisasi bergerak lebih cepat dan adaptif," ujarnya.
Lima nama yang mengikuti seleksi berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah strategis. Mereka merupakan pejabat eselon II yang selama ini menangani bidang berbeda dalam pemerintahan. Keragaman pengalaman tersebut menjadi nilai tersendiri dalam proses penilaian.
Kelima kandidat itu adalah Inspektur Inspektorat Zulhelmi Arifin, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Abdul Jamal, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Firmansyah Eka Putra, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Edward Riansyah, serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ingot Ahmad Hutasuhut.
Masing-masing peserta memaparkan gagasan mengenai arah pembangunan birokrasi Kota Pekanbaru. Mereka juga mengikuti wawancara yang menguji kemampuan mengambil keputusan dalam berbagai situasi pemerintahan. Tahapan itu menjadi bagian penting dalam mengukur kualitas kepemimpinan calon Sekda.
Jabatan Sekretaris Daerah memiliki peran sangat strategis dalam pemerintahan daerah. Sekda bertugas mengoordinasikan seluruh organisasi perangkat daerah sekaligus memastikan program kepala daerah berjalan efektif. Posisi tersebut juga menjadi penghubung utama antara kebijakan politik dan pelaksanaan administrasi pemerintahan.
Karena itulah proses pemilihan Sekda selalu mendapat perhatian besar. Figur yang terpilih akan memimpin birokrasi sekaligus menjadi motor penggerak pelayanan publik. Keputusan tersebut akan berpengaruh terhadap efektivitas pemerintahan dalam jangka panjang.
Wali Kota Agung Nugroho kini memiliki keleluasaan memilih satu nama dari lima kandidat yang tersedia. Hasil penilaian Komite Talenta menjadi bahan pertimbangan utama dalam proses tersebut. Namun keputusan akhir tetap menjadi hak prerogatif kepala daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
Sejumlah kalangan berharap pemilihan dilakukan berdasarkan kompetensi dan integritas. Harapan itu muncul agar birokrasi Kota Pekanbaru semakin profesional dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Sekda yang baru juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarperangkat daerah.
"Jabatan ini membutuhkan sosok yang mampu menyatukan ritme kerja seluruh perangkat daerah, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin cepat dan berkualitas," tutur Syahrial.
Momentum pengisian jabatan Sekda juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan. Pemerintah Kota Pekanbaru tengah menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang membutuhkan koordinasi birokrasi semakin solid. Karena itu, pemilihan Sekda tidak sekadar mengisi kursi kosong, tetapi menentukan arah organisasi pemerintahan ke depan.
Kini perhatian tertuju kepada keputusan Wali Kota Pekanbaru. Dari lima pejabat senior yang telah melewati seluruh tahapan seleksi, hanya satu nama yang akan dipercaya menjadi Sekretaris Daerah definitif. Sosok terpilih nantinya diharapkan mampu membawa birokrasi Pekanbaru bekerja lebih cepat, lebih profesional, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. R-02

