Peserta Didik Kurang Mampu di Pekanbaru Dapat 5 Set Seragam Sekolah Gratis, Ini Syaratnya
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. Foto: Dok SM News
RIAU, SabangMerauke News – Pemerintah Kota Pekanbaru memastikan peserta didik dari keluarga kurang mampu akan memperoleh bantuan seragam sekolah gratis pada tahun ajaran baru 2026. Program ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memastikan tidak ada anak yang terkendala biaya saat memasuki sekolah.
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa satu stel seragam. Setiap peserta didik yang memenuhi syarat akan menerima lima set seragam sekolah lengkap beserta perlengkapan sekolah yang dibutuhkan.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan seluruh kebutuhan tersebut telah dianggarkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru sebagai bentuk komitmen membantu keluarga yang benar-benar membutuhkan.
"Lima set baju, lima-limanya kita tanggung beserta perangkat sekolahnya," kata Agung Nugroho, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan layak tanpa terbebani biaya pembelian seragam.
Pemerintah Kota Pekanbaru juga telah menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung pelaksanaan program tersebut sehingga bantuan dapat disalurkan kepada penerima yang berhak pada tahun ajaran baru.
Agung menjelaskan, penentuan penerima bantuan tidak semata-mata mengacu pada data yang telah dimiliki pemerintah. Orang tua atau wali calon peserta didik dapat langsung melapor ke sekolah apabila merasa masuk dalam kategori keluarga kurang mampu.
"Bapak dan ibu bisa datang ke sekolah untuk melaporkan ke sekolah, bisa sampaikan bahwa termasuk keluarga kurang mampu," ujarnya.
Selanjutnya, tim yang dibentuk pemerintah akan melakukan verifikasi secara langsung guna memastikan bantuan diterima oleh keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Verifikasi dilakukan dengan melihat berbagai aspek, mulai dari kondisi tempat tinggal hingga kondisi ekonomi keluarga. Tim juga akan menilai pekerjaan orang tua maupun situasi sosial yang dihadapi keluarga calon peserta didik.
"Misalnya orang tuanya dalam kondisi tidak bekerja atau menganggur. Suami atau istrinya meninggal dunia, bercerai, atau dalam berbagai kondisi lainnya," jelas Agung.
Ia menegaskan, bantuan seragam sekolah gratis diprioritaskan bagi peserta didik yang benar-benar tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk membeli seragam sekolah.
Dengan mekanisme verifikasi tersebut, pemerintah berharap penyaluran bantuan berlangsung tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
"Jadi intinya, warga ini tidak mampu membeli baju seragam. Ini jaminan kami," tegas Agung.
Program bantuan lima set seragam sekolah gratis ini diharapkan dapat meningkatkan semangat peserta didik dalam menyambut tahun ajaran baru sekaligus mengurangi beban pengeluaran orang tua. Pemerintah Kota Pekanbaru juga berharap tidak ada lagi anak yang terhambat mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan biaya untuk membeli seragam sekolah. (R-05)

