Wako Agung Usul Program MBG Dilanjutkan di Rakernas APEKSI, Sebut Dongkrak Ekonomi dan Kurangi Pengangguran
Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho, S.E., M.М., Menghadiri Pembukaan Rakernas APEKSI XVIII Tahun 2026 di Ballroom Hotel Grand City Hall Medan. Foto: Dok SM News
RIAU, SabangMerauke News – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho merekomendasikan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan dan diperkuat sebagai program strategis nasional. Menurutnya, program yang diinisiasi Presiden RI tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak, tetapi juga terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi angka pengangguran di daerah.
Rekomendasi tersebut disampaikan Agung saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI ke-18 yang berlangsung di Kota Medan, Kamis (2/7/2026), di hadapan para kepala daerah dari seluruh Indonesia.
Dalam forum nasional itu, Agung menegaskan bahwa keberlanjutan Program MBG penting karena telah memberikan dampak nyata bagi Kota Pekanbaru, baik dari sisi peningkatan kualitas sumber daya manusia maupun perputaran ekonomi masyarakat.
"Melalui Rakernas APEKSI ke-18 ini, kami dari Pekanbaru ingin menambahkan rekomendasi agar program nasional MBG tetap dilanjutkan. Pekanbaru sering disebut Pak Mendagri mengalami kenaikan PAD lebih dari Rp400 miliar. Tentu kami harus bertanggung jawab terhadap capaian tersebut, dan salah satu program yang memberikan dampak positif adalah MBG," ujar Agung.
Ia menjelaskan, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG telah membuka banyak lapangan pekerjaan baru, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan.
Menurutnya, meningkatnya serapan tenaga kerja ikut mendorong daya beli masyarakat karena para pekerja kini memiliki penghasilan tetap yang dibelanjakan kembali di daerah.
"Salah satu penyebab meningkatnya PAD adalah berkurangnya pengangguran. Banyak ibu-ibu yang sebelumnya menganggur kini bekerja di SPPG. Mereka sudah memiliki gaji sehingga bisa berbelanja dan menggerakkan ekonomi masyarakat," jelasnya.
Agung kembali menegaskan harapan Pemerintah Kota Pekanbaru agar Program MBG tetap menjadi bagian dari kebijakan nasional. Selain memastikan pemenuhan gizi bagi anak-anak, program tersebut dinilai mampu menciptakan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Rakernas APEKSI ke-18 sendiri menjadi forum strategis bagi pemerintah kota se-Indonesia untuk memperkuat sinergi pembangunan daerah. Sejumlah isu penting dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari ketahanan pangan, adaptasi perubahan iklim, transformasi digital pemerintahan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. (R-05)

